Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Semua

Dari Penolakan ke Pengejaran
Felicia Scarlett, putri orang kaya palsu telah menjadi kantong darah hidup untuk Stella Wyne, ibu angkatnya, selama 20 tahun. Saat putri asli kembali ke rumah, dia langsung diusir dari rumah. Putri asli menindasnya dan orang-orang mengejeknya. Namun, siapa sangka identitas Felicia tiba-tiba berubah menjadi satu-satunya putri kandung dari keluarga Scarlett yang misterius dan merupakan keluarga terkaya di Avalon. Orang tua kandung dan kelima kakak laki-lakinya sangat memanjakannya! Uang saku tanpa batas bisa dia habiskan sesuka hati, mobil mewah edisi terbatas bisa dia kendarai sesuka hati, pakaian mewah kelas atas bisa dia beli sesuka hati … Selain itu, dia punya seorang tunangan yang merupakan pria terkaya di dunia. Namun, tunangannya selalu menghindarinya dan bersikap dingin padanya. Bahkan, tunangannya sampai datang untuk membatalkan pertunangan mereka. Felicia berkata kalau dia juga ingin membatalkan pertunangan mereka. Namun, siapa sangka, setelah membatalkan pertunangan, pria itu kembali mengejarnya. Setiap saat, dia ingin memeluk, mencium, dan bahkan mengangkat Felicia tinggi-tinggi seperti anak kecil. Felicia merasa kesal. "Heh, mantan tunangan, bisa nggak sih kamu tahu malu dikit?" Leonard menjawab, "Apa rasa malu bisa dimakan? Bisa mendapatkan istri?" Felicia menjawab, "Pergi." Leonard berkata, "Istriku mencintaiku sampai-sampai menyuruhku pergi. Kenapa dia nggak menyuruh orang lain pergi?" Orang-orang berkata, "Ternyata pria terkaya di dunia yang ditakuti semua orang itu pria yang bucin!" Leonard berkata, "Aku sangat ingin memukul diriku sendiri yang sangat bodoh dan buta di masa lalu."
Terjerat di Balik Topeng Dingin
Vanya Angkara dikenal sebagai sosok yang memesona. Senyum di bibir merahnya begitu menawan, dan tatapan matanya penuh daya pikat. Sementara Kresna Tiranta adalah pewaris elite keluarga terpandang. Sosoknya dingin, berjarak, disiplin, bagaikan bunga di puncak gunung yang tak tersentuh. Tak ada yang menyangka, dua sosok yang begitu berlawanan ini justru larut dalam gairah tersembunyi. Mereka bergumul liar di kursi belakang Maybach saat malam sunyi, kehilangan kendali di kamar mandi acara amal, hingga di depan jendela tinggi sebuah kebun anggur pribadi, sampai kaki mereka lemas. Setelah melalui satu malam penuh gairah, terdengar suara gemercik air dari kamar mandi. Vanya bersandar di ranjang, lalu menghubungi ayahnya, Dirga Angkara. "Aku bersedia menikah dengan pewaris dari Kota Altara yang katanya sekarat itu untuk penolak bala. Tapi aku punya satu permintaan." Terdengar nada bahagia di seberang telepon yang tak bisa disembunyikan. [Katakan saja! Selama kamu mau menikah, Ayah akan menyetujui apa pun.] Kemudian, Vanya menjawab, "Kita bicarakan saat aku pulang." Suaranya terdengar lembut, namun matanya dingin dan kosong. Dia mengakhiri panggilan. Saat hendak bangkit untuk berpakaian, pandangannya tanpa sengaja tertuju pada laptop milik Kresna di samping. Layar WhatsApp masih menyala, dan ada pesan terbaru berasal dari seorang gadis dengan nama kontak "Calia". [Kresna, ada petir ... aku takut.] Ujung jari Vanya bergetar pelan. Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, dan Kresna melangkah keluar. Butiran air meluncur di sepanjang tulang selangkanya, dan dua kancing kemejanya terbuka santai. Ketenangan dingin yang biasanya dia miliki kini diselipi kesan malas yang berbahaya. "Ada urusan kantor. Aku pergi dulu," katanya sambil mengambil jas, suaranya tetap datar dan dingin. Bibir Vanya terangkat tipis, senyumnya samar namun tajam. "Urusan kantor, atau mau menemui cinta pertamamu?"
Kasih Sayangmu Bagai Sampah
Di kehidupan sebelumnya, Devan sudah hidup di panti asuhan sejak dia bisa mengingatnya. Ketika berusia lima tahun, dia diadopsi oleh orang tua angkat, membuatnya merasakan kehangatan sebuah keluarga. Namun, ketika berusia 15 tahun, barulah orang tua kandungnya menemukannya, membawanya kembali ke Keluarga Atmaja. Devan yang sangat merindukan kasih sayang keluarga, berusaha menahan diri di Keluarga Atmaja, berusaha menyenangkan mereka semua. Namun, orang tua dan ketiga kakak perempuannya selalu mengabaikannya, si putra kandung ini. Sementara itu, mereka memanjakan putra palsu di atas segalanya. Hingga suatu hari, si putra palsu itu merencanakan sebuah kecelakaan mobil. Devan jatuh dan tewas di tempat. Ketika rohnya melayang di udara, dia melihat orang tua dan kakak-kakaknya hanya peduli merawat si putra palsu yang hanya lecet sedikit sambil menangis. Sementara tubuhnya sendiri yang tergeletak berlumuran darah, tidak mereka hiraukan sama sekali. Saat itu, Devan benar-benar menyadari segalanya. Dandelion memang sudah seharusnya terbang tertiup angin, tak sepatutnya berharap kembali ke tempat asalnya. Kemudian, Devan terlahir kembali. Di kehidupan ini, dia memutuskan untuk hidup demi dirinya sendiri, demi mereka yang benar-benar mencintainya. Namun, ketika dia benar-benar melepaskan hubungan keluarganya, memutuskan semua ikatan dengan Keluarga Atmaja, satu per satu dari ketiga kakak perempuannya dan orang tuanya mulai merasa menyesal. Mereka mulai merindukan kebaikan Devan, ingin memperbaiki hubungan dengannya. Hanya saja, kasih sayang yang terlambat itu sama sekali tidak berarti!
Bukan Dia, Tapi Aku
[Awalnya Menyakitkan, Akhirnya Memuaskan] Tiga tahun menikah, Bernard hanya menemui Sania dua kali sebulan, dan setiap kali hanya untuk menjalankan kewajiban suami istri.Pria itu selalu bersikap dingin padanya, tak pernah peduli, tak tahu apa pun tentang dirinya, hingga masa tiga tahun itu berakhir. Saat Bernard sibuk mengejar cinta lamanya, Sania berbalik dengan tenang dan berkata, "Bernard, mari kita bercerai. Anggap saja ini hadiah dariku." Sejak saat itu, Sania tak lagi berharap pada Bernard. Dia mulai melepas keluarga dan fokus kembali pada karier. Hingga akhirnya, dia bersinar gemilang, kembali ke puncak kejayaan, dan di sisinya tak lagi ada tempat untuk Bernard.Namun, Bernard justru berkali-kali terpesona oleh bakat Sania dan sedikit demi sedikit tertarik padanya. Hingga akhirnya Sania benar-benar pergi, barulah Bernard mengetahui kebenaran yang tersembunyi di masa lalu.Ternyata, dia telah melupakan Sania beberapa kali. Sedangkan Sania, dia rela menempuh ribuan kilometer hanya untuk berada di sisi Bernard, menjaganya dengan teguh, semata-mata demi membalas budi atas nyawa yang pernah diselamatkan Bernard. Penyesalan pun datang terlambat, sementara Sania sudah lama menjadi sosok berharga bagi negeri ini, seorang permata bangsa yang tak lagi bisa dijangkau siapa pun.Perjuangan mengejar sang istri begitu panjang, namun akhirnya Bernard diberi tahu: "Bu Sania sudah nggak mau menjadi istri orang terkaya lagi."Kali ini, giliran Bernard yang melindunginya, dan satu-satunya cara adalah dengan langkah nekat.
Bara Cinta Setelah Perceraian
Saat itu, Olivia Wirya dan Leo Hadi menikah kilat. Tidak ada pernikahan megah, tidak ada bulan madu.Tiga tahun hidup bersama, semuanya berlangsung tenang dan harmonis, seperti permukaan danau tanpa riak. Hingga suatu malam, dalam keadaan mabuk, Leo menyebut nama wanita lain. Barulah Olivia sadar, ternyata hati suaminya sudah dimiliki orang lain.Tidak lama setelah itu, Leolah yang lebih dulu mengusulkan perceraian.Olivia tidak marah, tidak memohon. Malah sebaliknya, dia menyetujui dengan cepat. "Aku nggak akan mengganggumu. Aku tulus berharap kamu menemukan cinta sejatimu," katanya dengan senyum tipis.Setelah itu, dia melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Hidupnya terus berjalan. Dia menemukan cinta baru dan tidak lama kemudian, mulai membicarakan pernikahan. Semuanya berjalan mulus, seperti jalan bebas hambatan. Namun, malam sebelum pertunangan, sesuatu terjadi. Olivia mabuk. Langkahnya gontai, hingga tubuhnya tak sengaja menabrak seorang pria tinggi yang berdiri di dekatnya. Sebelum dia jatuh, tangan kokoh pria itu menangkap pinggangnya, menahannya dengan erat. "Sudah puas bermain-main?" ujar pria itu.Olivia melepaskan diri dengan tenang, matanya menatap pria itu seperti melihat orang asing. "Tolong jaga sikapmu," katanya, suaranya dingin. "Aku akan segera menikah. Kalau tunanganku tahu ... ""Biar saja dia tahu," pria itu memotong, suaranya lebih rendah, seperti ancaman samar. Dia mendekat, tatapannya penuh keyakinan yang tak tergoyahkan. "Biar dia tahu kamu adalah milikku."
Halaman sebelumnya
1
2345Halaman selanjutnya

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.