Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Semua

Wanita Panggilan
Wanita panggilan, sebutan hina untuk seorang wanita pekerja malam, namun kata itu tidak membuat Juwita merasa terhina bahkan dia menyukai pekerjaannya sebagai wanita penghibur bagi pria-pria hidung belang.Juwita wanita cantik, tinggi, putih dan mempunyai tubuh ideal bak seorang model, Juwita yang banyak di sukai oleh para pria kaya karena mampu membuat mereka puas di ranjang. Bahkan beberapa di antara mereka rela merogoh kocek dalam dalam hanya untuk menikmati tubuh Juwita walau hanya 1 malam. Juwita mempunyai seorang pengagum berat bahkan mencintainya begitu dalam walaupun dia tau Juwita seorang wanita malam, Bagus Hadikusumo pria tampan dan kaya raya yang menyembunyikan kekayaannya dan mengubah diri menjadi pria sederhana.Hingga suatu hari Juwita di pertemukan oleh seorang wanita yang memintanya menggoda suaminya dengan tujuan untuk membuktikan kesetiaan suaminya, Zahra Gradith wanita yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang mampu membayar mahal Juwita untuk menggoda suaminya. Juwita yang tidak ingin menyianyiakan kesempatan besar itupun menyetujui permintaan darinya. Namun siapa sangka Aldo Baskara seorang pria tampan yang dikira Juwita begitu mencintai istrinya, ternyata tertarik dengan tubuhnya, banyak rahasia besar yang di sembunyikan Aldo dari istrinya termasuk wataknya yang dinilai lembut, penyayang dan setia oleh Zahra, di balik itu semua ternyata Aldo pria berwatak keras dan terkenal kejam.Juwita yang terjebak dalam lingkaran kehidupan Aldo pun mengikuti semua permainan Aldo dan menjadi wanita simpanan pemuas nafsu Aldo yang tidak di dapatnya dari Zahra. Zahra yang mengetahui kalau Juwita telah menjadi simpanan suaminya pun murka dan meminta Juwita meninggalkan suaminya, Juwita yang semula menerima permintaan Zahra pun meninggalkan Aldo namun tidak di sangka oleh Zahra kepergian Juwita membuat Aldo menunjukkan wataknya yang sebenarnya, pria keras dan kejam bahkan Aldo bisa menyiksa Zahra kalau Zahra tidak mampu membuatnya puas seperti permainan Juwita.Zahra memilih mencari Juwita kembali dan memintanya kembali bersama suaminya, setelah kembalinya Juwita membuat Aldo membawa Juwita tinggal seatap bersama Zahra.Juwita melihat Zahra yang terluka, juga ikut merasakan luka itu namun dia tidak bisa pergi dari hidup Aldo karena kalau sampai dia menghilang lagi Aahra akan di azab oleh Aldo kembali. Apa yang harus di lakukan Juwita selanjutnya?
Terjerat di Balik Topeng Dingin
Vanya Angkara dikenal sebagai sosok yang memesona. Senyum di bibir merahnya begitu menawan, dan tatapan matanya penuh daya pikat. Sementara Kresna Tiranta adalah pewaris elite keluarga terpandang. Sosoknya dingin, berjarak, disiplin, bagaikan bunga di puncak gunung yang tak tersentuh. Tak ada yang menyangka, dua sosok yang begitu berlawanan ini justru larut dalam gairah tersembunyi. Mereka bergumul liar di kursi belakang Maybach saat malam sunyi, kehilangan kendali di kamar mandi acara amal, hingga di depan jendela tinggi sebuah kebun anggur pribadi, sampai kaki mereka lemas. Setelah melalui satu malam penuh gairah, terdengar suara gemercik air dari kamar mandi. Vanya bersandar di ranjang, lalu menghubungi ayahnya, Dirga Angkara. "Aku bersedia menikah dengan pewaris dari Kota Altara yang katanya sekarat itu untuk penolak bala. Tapi aku punya satu permintaan." Terdengar nada bahagia di seberang telepon yang tak bisa disembunyikan. [Katakan saja! Selama kamu mau menikah, Ayah akan menyetujui apa pun.] Kemudian, Vanya menjawab, "Kita bicarakan saat aku pulang." Suaranya terdengar lembut, namun matanya dingin dan kosong. Dia mengakhiri panggilan. Saat hendak bangkit untuk berpakaian, pandangannya tanpa sengaja tertuju pada laptop milik Kresna di samping. Layar WhatsApp masih menyala, dan ada pesan terbaru berasal dari seorang gadis dengan nama kontak "Calia". [Kresna, ada petir ... aku takut.] Ujung jari Vanya bergetar pelan. Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, dan Kresna melangkah keluar. Butiran air meluncur di sepanjang tulang selangkanya, dan dua kancing kemejanya terbuka santai. Ketenangan dingin yang biasanya dia miliki kini diselipi kesan malas yang berbahaya. "Ada urusan kantor. Aku pergi dulu," katanya sambil mengambil jas, suaranya tetap datar dan dingin. Bibir Vanya terangkat tipis, senyumnya samar namun tajam. "Urusan kantor, atau mau menemui cinta pertamamu?"
Takdir yang Manis
"Di hari kencan buta yang penuh harapan, Carissa justru terjebak dalam sebuah kesalahpahaman besar dan menikahi pria yang sama sekali tak dikenalnya. Siapa sangka, kesalahan itu malah menjadi awal dari sebuah takdir yang tak pernah ia bayangkan. Carissa awalnya berpikir pernikahan kilat ini hanyalah hubungan formal yang akan berakhir dengan perceraian, tanpa emosi, tanpa ikatan. Namun, semakin hari, kehidupan pernikahan mereka justru penuh kejutan manis yang menggetarkan hati.Saat Carissa menghadapi kesulitan, sang suami yang dikenal dingin dan angkuh tiba-tiba muncul untuk menolongnya, memberikan bantuan yang tak pernah ia duga. Ketika ia diperlakukan tidak adil, pria itu selalu berdiri di sampingnya, menjadi perisai yang melindungi. Carissa yang polos awalnya mengira dirinya telah menikahi seorang pria pembawa keberuntungan, yang kehadirannya seolah mampu mengubah nasib buruk menjadi keberuntungan.Namun, semakin dalam Carissa mengenalnya, semakin ia sadar ada banyak rahasia tersembunyi di balik sikap dinginnya. Sampai suatu hari, sebuah rahasia besar pun terungkap—suaminya ternyata seorang miliarder tersembunyi, seorang pria dengan kekayaan yang melimpah dan pengaruh yang luas. Kebingungan dan keterkejutan menyelimuti Carissa; ia tak pernah membayangkan pria yang selalu ada di sisinya itu memiliki dunia yang begitu berbeda dari yang ia kenal.Di tengah kenyataan baru ini, Carissa harus memutuskan apakah ia bisa menerima kehidupan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, atau mundur dan kembali ke kehidupannya yang lama. Namun, satu hal yang pasti, perjalanannya bersama pria misterius ini baru saja dimulai, dengan cinta yang perlahan tumbuh di antara mereka."
Penantian Berakhir Pengkhianatan
Luna Wijaya, salah satu orang terkaya di dunia yang terkenal gila kerja. Garry Sanjaya sudah menikah dengannya selama lima tahun, tapi ditinggalkan oleh Luna berkali-kali demi pekerjaan. Pertama kali adalah hari ulang tahunnya. Garry sudah memesan restoran dengan sepenuh hati, tapi tiba-tiba Luna terbang ke luar negeri untuk akuisisi, mengabaikannya dan membiarkannya menunggu dari siang hingga malam. Kedua kalinya adalah saat Garry mengalami kecelakaan mobil dan membutuhkan tanda tangan keluarga. Garry berusaha sekuat tenaga untuk mengirim pesan kepada Luna, tapi malah menerima balasan dingin darinya. "Aku sedang diskusi urusan penting. Urus saja sendiri." Ketiga kalinya adalah ketika ayahnya sakit kritis. Saat ingin bertemu Luna, tapi Luna sedang sibuk dengan upacara penandatanganan untuk proyek bernilai triliunan dan tidak dapat hadir. Garry menggenggam tangan ayahnya yang dingin, mendengarkan nada sibuk di ujung sana, hatinya benar-benar hancur. Kejadian seperti ini terus terjadi berkali-kali, Garry akhirnya mengerti bahwa di dalam hati Luna, tidak ada urusan dan tidak ada seorang pun yang dapat menandingi kerajaan bisnisnya. Garry berkata pada dirinya sendiri bahwa inilah harga dari perjodohan. Luna pernah berkata dirinya tidak akan mencintai Garry, tetapi untungnya, Luna juga tidak mencintai orang lain. Namun, saat Garry sudah hampir terbiasa dengan keputusasaan ini, berita mengejutkan tiba-tiba muncul di lingkungannya .... Luna, wanita yang tidak tertarik dalam percintaan dan gila kerja, ternyata sudah dekat dengan seorang gigolo dan sangat memanjakannya!
Bara Cinta Setelah Perceraian
Saat itu, Olivia Wirya dan Leo Hadi menikah kilat. Tidak ada pernikahan megah, tidak ada bulan madu.Tiga tahun hidup bersama, semuanya berlangsung tenang dan harmonis, seperti permukaan danau tanpa riak. Hingga suatu malam, dalam keadaan mabuk, Leo menyebut nama wanita lain. Barulah Olivia sadar, ternyata hati suaminya sudah dimiliki orang lain.Tidak lama setelah itu, Leolah yang lebih dulu mengusulkan perceraian.Olivia tidak marah, tidak memohon. Malah sebaliknya, dia menyetujui dengan cepat. "Aku nggak akan mengganggumu. Aku tulus berharap kamu menemukan cinta sejatimu," katanya dengan senyum tipis.Setelah itu, dia melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Hidupnya terus berjalan. Dia menemukan cinta baru dan tidak lama kemudian, mulai membicarakan pernikahan. Semuanya berjalan mulus, seperti jalan bebas hambatan. Namun, malam sebelum pertunangan, sesuatu terjadi. Olivia mabuk. Langkahnya gontai, hingga tubuhnya tak sengaja menabrak seorang pria tinggi yang berdiri di dekatnya. Sebelum dia jatuh, tangan kokoh pria itu menangkap pinggangnya, menahannya dengan erat. "Sudah puas bermain-main?" ujar pria itu.Olivia melepaskan diri dengan tenang, matanya menatap pria itu seperti melihat orang asing. "Tolong jaga sikapmu," katanya, suaranya dingin. "Aku akan segera menikah. Kalau tunanganku tahu ... ""Biar saja dia tahu," pria itu memotong, suaranya lebih rendah, seperti ancaman samar. Dia mendekat, tatapannya penuh keyakinan yang tak tergoyahkan. "Biar dia tahu kamu adalah milikku."
Halaman sebelumnya
1
2345Halaman selanjutnya

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.