Semua



Julia awalnya dikhianati oleh adik perempuannya dan dikirim ke rumah sakit jiwa!Dalam sebuah ketidaksengajaan, dia terlibat hubungan semalam dengan seorang pria asing dan mendapatinya dirinya kemudian hamil.Untuk menghilangkan kesalahpahaman, dia dipaksa untuk menikah menggantikan adiknya.Pria itu tampan dan kaya raya, tetapi sikapnya sangat dingin dan membencinya."Huh! Wanita yang suka berpura-pura. Menikahi putra dari keluarga Septian dengan menggantikan adik perempuanmu demi uang. Sungguh memuakkan!""Apa seorang yang sakit jiwa pantas memiliki anak? Gugurkan anak itu!"Julia menahan rasa malu hanya agar dia tidak dikirim kembali ke rumah sakit jiwa.Empat bulan kemudian, dia memasuki rumah keluar Septian menggantikan adik perempuannya sendiri. "Keluar! Dialah nyonya muda yang sesungguhnya dari keluarga Septian."Hatiku Julia sangat teriris dan memutuskan untuk pergi dari kediaman keluarga Septian.Tiga tahun kemudian, dia kembali dengan putrinya. Namun, dia dihadang dan didesak oleh suaminya ke sudut dinding, "Julia, aku terus berusaha mencarimu."Dia memutar matanya dan berkata, "Maaf, kamu yang menyuruhku pergi. Jadi, aku pergi sejauh mungkin darimu." 


Yohana selalu percaya, perasaan tulus seorang pria terhadap seorang wanita itu tidak bisa dipalsukan.Saat menikah dengan Gilbert dan bersama-sama menyambut kehadiran anak mereka, pria itu tampak sempurna. Dari ujung rambut hingga ujung kaki, dia seperti pria yang mencintainya sepenuh hati, suami idaman setiap wanita.Namun, saat Yohana menyerahkan segalanya, yang dia dapatkan hanyalah sebuah dokumen perceraian.Suaminya yang dulu lembut kini menatapnya dengan dingin, seakan cinta itu tak pernah ada.Anaknya yang dulu manis dan patuh, kini tidak lagi mengakuinya sebagai ibu.Semua kebahagiaan yang selama ini dia rasakan, ternyata hanya sebuah ilusi, rekayasa sempurna dari seorang pria.Empat tahun setelah perceraian.Gilbert bertemu Yohana lagi. Namun, kali ini dirinya melihat mantan istrinya tidak sendiri, ada seorang anak perempuan kecil yang manis.Rasa bersalah, penyesalan, dan kecemburuan tumbuh liar di hatinya, memenuhi setiap sudut hingga Gilbert tak mampu berpikir jernih.Dia memeluk putra mereka erat-erat, matanya memerah karena menahan emosi. Dengan suara bergetar, dia memohon, "Hana ... anak kita merindukanmu. Pulanglah ... tolong, temui dia sekali saja."(Karma seorang ayah dan hubungan yang hancur.) 


Di kompleks perumahan institut pada tahun 80-an, semua orang menyadari bahwa Diana telah berubah.
Pukul enam pagi, dia tidak lagi bangun lebih awal untuk memasakkan bubur millet dan merebus telur bagi Yanto, tidak lagi menyetrika jas putih Yanto hingga tanpa satu lipatan pun.
Tepat tengah hari, dia tidak lagi seperti biasanya menunggu di depan gerbang institut penelitian, menenteng kotak makan berisi makanan hangat untuk sosok yang selalu datang terlambat itu.
Pukul sepuluh malam, dia tidak lagi menyalakan lampu dan duduk di depan jendela, lalu menunggu Yanto pulang kerja sekalipun sedang hujan.
Perubahan itu terus berlanjut selama seminggu penuh.
Pada malam ketujuh, pukul sepuluh lewat tiga puluh, Yanto mendorong pintu masuk rumah. Dia meletakkan berkas penelitian di tangannya, melepas mantel yang masih berbau laboratorium, lalu akhirnya menatap Diana yang sedang membaca di bawah lampu.
"Ada apa denganmu belakangan ini?" 

Wilma Narendra terkenal di lingkaran sosialnya sebagai gadis yang bebas dan tidak terkendali.
Dia pernah pergi ke padang rumput Benua Aferion melihat singa memperlihatkan taringnya, berpesta di klub bawah tanah Kota Berion sampai pagi, berganti pacar setiap tiga hari, semua tindakan paling gila dan liar sudah pernah dia lakukan.
Namun, sebuah perjodohan bisnis justru mempertemukannya dengan pewaris yang paling disiplin dan beretika di lingkaran itu ... Yoga Saputra.
Pada pertemuan pertama, Wilma sengaja terlambat lima jam, berniat memberi kesan buruk pada pria itu. Namun, ayahnya malah mengirim orang untuk menyeretnya langsung dari bar, dan membawanya ke kedai teh kelas atas itu.
Saat Wilma tiba, Yoga sedang duduk di tepi jendela menikmati teh. Cahaya sore menembus kisi-kisi dan jatuh di sisi wajahnya yang bersih dan tampan, sikapnya elegan dan tenang, seolah-olah dia baru menunggu lima menit, bukannya lima jam. 

Edbert Howard, seorang raja bisnis yang bersumpah tidak akan menikah. Hingga suatu hari, Edbert dipaksa menikahi seorang istri muda dan dia memulai lembaran baru dalam hidupnya!"Pak Presdir, istri Anda menghancurkan rumah keluarga Whitten."Pria itu bertanya, "Apa amarahnya sudah reda?""Belum … "Pria itu berkata, "Panggil beberapa orang lagi untuk membantunya.""Pak Presdir, istri Anda berkelahi dengan seseorang sampai membuat orang itu dirawat di rumah sakit.""Apa dia sudah puas?""Belum."Pria itu lanjut bekerja. "Lanjutkan."Pada suatu hari, pria itu mendengar kalau istrinya berkelahi lagi dan dia marah. "Everly, kamu mau dihukum, ya?" Everly menjawab, "Suamiku, sebelumnya kamu nggak kayak gini."Pria itu menunjuk perut istrinya yang besar. "Dulu belum ada bayi di perutmu!"Dia hamil tujuh bulan, tetapi malah berkelahi?Everly langsung membuat lawannya lari ketakutan dan hampir pingsan, sementara dia bangga karena bisa menang tanpa harus bertarung! 

Pak Ferdy berkata, apa yang diutang harus dibayar. Dia berutang padanya seorang anak. Anak itu telah dibayar, tetapi Pak Ferdy masih menginginkan bunga. Jessy bertanya kepadanya, bunga itu apa? Ferdy menatapnya, jakunnya bergerak naik turun, "Bunganya adalah ... kamu." Jessy menolak, "Ini perselingkuhan." Pria itu malah menjawab, "Nggak, aku sedang mengejar puisi dan kejauhan." Belakangan, Jessy berdiri di atas rel kereta, dan di tengah deru kereta api yang melintas, dia melihat puisi dan kejahuan miliknya sendiri .... 

Saat itu, Olivia Wirya dan Leo Hadi menikah kilat. Tidak ada pernikahan megah, tidak ada bulan madu.Tiga tahun hidup bersama, semuanya berlangsung tenang dan harmonis, seperti permukaan danau tanpa riak. Hingga suatu malam, dalam keadaan mabuk, Leo menyebut nama wanita lain. Barulah Olivia sadar, ternyata hati suaminya sudah dimiliki orang lain.Tidak lama setelah itu, Leolah yang lebih dulu mengusulkan perceraian.Olivia tidak marah, tidak memohon. Malah sebaliknya, dia menyetujui dengan cepat. "Aku nggak akan mengganggumu. Aku tulus berharap kamu menemukan cinta sejatimu," katanya dengan senyum tipis.Setelah itu, dia melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Hidupnya terus berjalan. Dia menemukan cinta baru dan tidak lama kemudian, mulai membicarakan pernikahan. Semuanya berjalan mulus, seperti jalan bebas hambatan. Namun, malam sebelum pertunangan, sesuatu terjadi. Olivia mabuk. Langkahnya gontai, hingga tubuhnya tak sengaja menabrak seorang pria tinggi yang berdiri di dekatnya. Sebelum dia jatuh, tangan kokoh pria itu menangkap pinggangnya, menahannya dengan erat. "Sudah puas bermain-main?" ujar pria itu.Olivia melepaskan diri dengan tenang, matanya menatap pria itu seperti melihat orang asing. "Tolong jaga sikapmu," katanya, suaranya dingin. "Aku akan segera menikah. Kalau tunanganku tahu ... ""Biar saja dia tahu," pria itu memotong, suaranya lebih rendah, seperti ancaman samar. Dia mendekat, tatapannya penuh keyakinan yang tak tergoyahkan. "Biar dia tahu kamu adalah milikku." 








Aku dan sahabatku ditipu untuk pergi ke klub penyewaan istri di Negara Tawana.
Hanya dengan 6 juta, kami bisa disewa sebagai istri selama sehari.
Ketika polisi datang bersama Keluarga Sanjaya ....
Sekarang aku sudah menjadi primadona di klub itu, sedang berada di atas seorang pengusaha kaya berkulit gelap sambil menghitung uang.
Sahabatku, Renita Sanjaya, terbaring di ruang bawah tanah, hamil tua dan dalam kondisi koma.
Keluarga Sanjaya menawarkan hadiah 100 miliar untuk menemukan pelaku yang menjual kami ke Negara Tawana.
Namun, aku satu-satunya orang yang tahu kebenarannya, memilih untuk tetap diam.
Ibu Renita berlutut, memohon aku untuk berbicara, tapi aku menutup mata dan berpura-pura tidur.
Polisi menginterogasi aku beberapa kali, tapi aku tetap diam.
Kakak sahabatku, yang juga pacarku Ricky Sanjaya, dalam kemarahan yang meluap-luap, melemparkan aku ke bangku.
"Renita terbaring di rumah sakit, sementara kau membiarkan para pedagang manusia bebas!"
"Membayangkan mencintai wanita sehina dirimu saja membuatku ingin muntah!"
"Hari ini aku akan menggunakan alat mesin ekstraksi memori untuk mengirimmu dan para pedagang manusia itu ke neraka!"
Namun, saat kebenaran terungkap, dia menjadi gila. 
Wina Wardana memiliki seorang kekasih dengan dua kepribadian.
Pada siang hari, pria itu bersikap sangat perhatian, santun, dan lembut kepadanya.
Namun, saat malam tiba, pria itu seolah-olah berubah menjadi orang lain, buas dan agresif, bermain dengannya dengan berbagai cara dan suasana.
Semua orang memuji keberuntungan Wina. Meski dia adalah penyandang disabilitas yang tidak bisa mendengar, pacarnya tidak meremehkannya dan terus membawanya mencari dokter serta pengobatan.
Wina sendiri juga merasa demikian.
Hingga suatu hari para perampok merampas obat yang dibuat khusus oleh pacarnya untuk mengobati ketuliannya. Dia pun menghentikan obat itu, tetapi ketika akan memberi tahu pacarnya, dia mendengar teman pacarnya berkata ...
"Kalian berdua benar-benar pandai bermain! Yang satu menipu perasaannya di siang hari, yang satu lagi mempermainkan tubuhnya di malam hari. Sudah tiga tahun, ternyata wanita tuli itu masih nggak tahu!"
Seketika, seluruh tubuh Wina terasa dingin. 

Mega Yarina adalah seorang dokter forensik, sedangkan suaminya, John Kirton, adalah raja bisnis yang sangat berkuasa di Kota Jinberon. Dulu, John jatuh cinta pada Mega pada pandangan pertama dan mengejarnya selama dua tahun penuh, dengan segala kelembutan dan kesabaran, akhirnya berhasil menikahi dokter forensik yang tenang, rasional, dan sangat profesional ini. Kisah mereka sempat menjadi buah bibir. Namun, siapa sangka, hanya dalam waktu tiga tahun pernikahan, hati John sudah beralih kepada anak magang yang Mega bimbing, Sandra Jirnan. Adik laki-laki Sandra memerkosa dan membunuh adik perempuan Mega hingga tewas. Sebagai dokter forensik, Mega sendiri yang memeriksa luka-luka adiknya. Memar dan luka sobekan di sekujur tubuhnya nyaris membuat pertahanan mental Mega hancur di tempat. Mega bersumpah akan menuntut keadilan demi adiknya! Namun, bukti-bukti yang Mega kumpulkan lenyap tak berbekas keesokan harinya; berkas gugatan yang diajukan pun hilang satu per satu bagai ditelan bumi. 
Lidya Senjaya adalah mawar merah yang paling angkuh dan memikat di lingkaran sosial ibu kota.Dia terlahir sangat cantik. Cukup dengan satu lirikan, dia bisa menggugah jiwa banyak pria. Konon, para lelaki yang jatuh hati padanya bisa berbaris dari pusat kota sampai ke pinggiran kota, tetapi Nona Lidya bahkan malas melirik mereka.Sampai sahabat baiknya bertaruh dengannya. "Lidya, kalau kamu bisa menaklukkan pamanku, Jeremy Ciptadi, mobil-mobil kesayanganku boleh kamu pilih sesukamu!" Jeremy, pemimpin Grup Ciptadi, dingin, terpelajar, anggun, dan sombong. Ketampanan yang tidak terjangkau di hati banyak wanita. Konon, bahkan seekor nyamuk betina pun tidak bisa mendekatinya.Lidya hanya tersenyum. Apa pun yang dia inginkan, tidak pernah gagal didapatkannya.Namun, rencana sering kali kalah cepat oleh perubahan. 
Setelah putus cinta, Hugo menemukan dirinya terjebak dalam situasi aneh saat Andora, gadis tercantik di kampus, tiba-tiba menyatakan cinta dan meminta menginap di rumahnya. Namun, di balik senyum indah Andora, tersembunyi kegelapan yang mengancam nyawanya. Setelah diselamatkan oleh seorang gadis dari organisasi rahasia, Hugo diberi waktu tujuh hari untuk membuktikan dirinya tidak terinfeksi oleh makhluk mengerikan.Namun, takdir berkata lain. Hugo tidak menjadi korban ataupun pahlawan, melainkan berubah menjadi entitas yang jauh lebih kuat, Raja Makhluk Neraka. Ketika gelombang monster melanda dunia, Hugo harus menghadapi dilema antara melindungi manusia atau menerima sisi gelap yang mulai tumbuh dalam dirinya.Apakah Hugo akan menemukan kekuatan untuk melawan kegelapan, ataukah ia akan tenggelam dalam takdir kelam yang telah menantinya? 

"Wenny, sejak kamu kecil, keluarga kita sudah menjodohkanmu. Sekarang 'kan penyakitmu sudah hampir sembuh, apa kamu nggak mau pulang ke Kota Jintara dan menikah?""Kalau kamu tetap nggak mau, aku akan bicara lagi sama ayahmu untuk membatalkan perjodohan ini."Di dalam kamar yang remang-remang, Wenny Sanjaya hanya bisa mendengar keheningan.Saat orang di ujung telepon hampir menyerah untuk membujuknya lagi, tiba-tiba dia berkata, "Aku mau pulang untuk menikah."Bu Maya Sanjaya tertegun di seberang telepon, seperti tidak menyangka, "Kamu ... kamu setuju?"Wenny menjawab dengan tenang, "Ya, aku setuju. Tapi, aku masih butuh waktu untuk menyelesaikan urusanku di Kota Hanis. Aku akan kembali dalam dua minggu. Ibu, kalian siapkan saja dulu pernikahannya."Setelah mengucapkan beberapa pesan tambahan, dia menutup telepon. 
Saat aku berusia 16 tahun, ibuku akhirnya bunuh diri karena merasa tersudut oleh selingkuhan ayahku. Aku jadi tidak punya rumah dan terpaksa tinggal bersama Keluarga Jonel.Rivano Jonel yang masih remaja itu mendengarkan ceritaku tentang betapa keterlaluannya selingkuhan dan anak haram ayahku dengan mata berkaca-kaca, lalu mengepalkan tangannya dan berkata dengan lebih marah daripada aku."Milea, tenang saja. Kalau nanti aku bertemu dengan ibu dan anak sialan itu, pasti akan kuberi mereka pelajaran!"Setelah itu, dia benar-benar bertemu dengan anak haram ayahku.Mereka bercumbu dengan penuh gairah di atas ranjang.Rivano benar-benar melupakan amarahnya saat masa muda. Dia merapikan pakaiannya yang berantakan dengan tenang dan berkata padaku yang matanya sudah berkaca-kaca."Adikmu cukup mirip denganmu, tapi dia jauh lebih genit darimu. Kamu harus belajar darinya."Saat itulah, aku baru menyadari bahwa pemuda yang selalu menemaniku ini entah sejak kapan sudah menjadi pria berengsek.Setelahnya, di hari pernikahanku dengan pamannya, Rivano menarikku dengan mata yang berkaca-kaca dan terus menuntut penjelasan."Milea, kamu jelas-jelas adalah tunanganku! Milikku! Kenapa kamu malah menikah dengan orang lain!" 


Pada usia delapan belas tahun, Cynthia Tandri mengalami pelecehan seksual oleh seorang pria tak dikenal yang sedang mabuk.
Dia melapor ke polisi dan sambil menahan tekanan serta ketakutan yang luar biasa, dia bersikeras menyeret pria berlatar belakang kuat itu ke penjara.
Namun, bayang-bayang mimpi buruk itu terlalu dalam. Begitu dalam hingga selama beberapa tahun berikutnya, setiap kali ada pria yang mendekatinya sedikit saja, tubuhnya akan gemetar tak terkendali, disertai rasa mual, bahkan muntah.
Dia mengira hidupnya akan berakhir seperti itu, hancur, ternodai, tak lagi mampu mencintai atau menjalani hidup seperti orang normal.
Sampai akhirnya Stanley Permadi muncul.
Pemimpin keluarga paling berpengaruh di Kota Jinantara, justru menaruh perhatiannya pada gadis sederhana ini, yang bahkan menyimpan "noda" di masa lalunya, dan mulai membuka lembaran cinta padanya. 
"Sistem, aku ingin mengajukan permohonan untuk keluar dari dunia misi ini." Sistem yang dipanggil segera muncul dan berkata, "Penerima misi, permohonan Anda telah disetujui. Kami memberikan waktu setengah bulan agar Anda dapat berpamitan dengan keluarga Anda di dunia ini." Setelah itu, sistem kembali menghilang dari hadapannya. Namun, mendengar kata "keluarga", Shella Yustian terpaku lama, perlahan-lahan mengalihkan pandangan ke foto keluarga yang ada di atas meja di sampingnya.Dalam foto itu, suami dan anaknya sedang mencium kedua pipinya dengan penuh kasih.Momen bahagia itu membuatnya tiba-tiba tertegun sejenak.Tidak ada yang tahu bahwa Shella adalah seorang penakluk.Sepuluh tahun yang lalu, dia dibawa oleh sistem ke dunia ini untuk menaklukkan Irfan Putranto, pewaris utama lingkaran elite Jigara.Selama sepuluh tahun, dari masa sekolah sampai duduk di pelaminan, dia tidak hanya berhasil menyelesaikan misi penaklukannya, tetapi juga jatuh cinta pada target misinya. 

Di rumah hantu udara dingin berhembus, suara efek menyeramkan.
Aku pura-pura takut, dan menempel ke orang di sampingku.
"Kak, temani aku jalan, ya."
Sampai lampu menyala, aku baru tahu ternyata orang itu mantan suamiku, Harris Bintara.
Teman-temannya tertawa, sekelompok pria dan wanita menatap diriku dengan tatapan penuh penilaian.
"Pantas saja disebut spesialis jadi selingkuhan, panggil 'Kak' saja bikin orang lemas."
"Dulu goda paman jadi suami, bikin Harris jatuh, sekarang masih berani nempel lagi?"
"Mana bisa dibandingkan dengan kakaknya, Elina Asera, putri sah dari keluarga terhormat!"
Putri sah?
Dua kata itu nyaris membuatku tertawa.
Mereka tidak tahu, akulah putri sah yang ditukar oleh ayah kandungku sendiri.
Namun, semua itu sudah tidak penting.
"Ini hanya permainan kecil antara aku dan suamiku," ucapku dengan nada datar.
Harris menjauhkan dirinya dariku.
"Vina, sekarang aku ini kakak iparmu, jaga sikapmu," ucapnya dengan nada sedingin es.
Aku mundur dua langkah, lalu tersenyum sempurna.
"Pak Harris salah ingat, aku nggak pernah punya kakak."
"Dan soal tadi ... "
Mataku menyapu wajah Harris yang sedikit kaku, lalu aku menambahkan pelan.
"Aku cuma salah orang saja." 



Sepuluh tahun lalu, aku membocorkan rahasia perusahaan, yang akhirnya membuat ayah dan ibuku meloncat dari gedung untuk bunuh diri.
Aku bahkan membuat dua kakakku masuk penjara untuk menggantikanku menanggung kejahatan dan dijatuhi hukuman sepuluh tahun.
Setiap tahun, aku mengirimkan satu kaset rekaman ke penjara.
Pada tahun pertama, aku berdiri di vila megah dan mentertawakan keadaan mereka yang menyedihkan, lalu memberi tahu mereka bahwa aku sengaja membocorkan rahasia itu.
Pada tahun kedua, aku berdiri di depan makam ayah dan ibu, mentertawakan bahwa kematian mereka pantas dan menyebut mereka pengecut.
Pada tahun ketiga, sambil mengangkat dua lembar tiket pesawat, aku memberi tahu mereka bahwa kedua kakak ipar telah kuasingkan ke daerah kumuh di luar negeri, hidupnya lebih menderita daripada mati.
Hingga masa hukuman sepuluh tahun mereka berakhir, rekaman itu pun terhenti begitu saja.
Tiga hari sebelum pembebasan, seorang sipir tiba-tiba berkata pada Lindro Gunawan.
"Pulanglah dan perbaiki dirimu baik-baik. Ingat untuk memperlakukan adik kalian dengan lebih baik. Gadis kecil itu memikirkan kalian setiap tahun."
Lindro menarik ujung bibirnya, tatapannya gelap. "Dia datang setiap tahun?"
"Ya, bukan juga. Dia itu ...."
Tepat saat itu ponselnya berdering. Sipir buru-buru pergi. "Sudah, nggak usah dibahas. Ingat untuk memperbaiki diri dengan baik." 
Orang-orang sepergaulan dengan mereka menganggap Sheila Saputra adalah budak cinta bagi Johan Permadi.Sejauh mana dia menjadi budak cinta?Sampai dikenal semua orang.Orang lain menyebutnya tidak tahu malu, tetapi Sheila tidak peduli.Sampai malam itu, dia tiba-tiba menyadari bahwa pria yang membuatnya bersikap setia selama tiga tahun, ternyata sudah berubah.Sheila tidak berkata apa-apa, berbalik dan langsung meninggalkannya.Orang-orang di sekitarnya semuanya mencercanya. Mereka beranggapan bahwa dia sedang bermain tarik ulur, bahkan Johan juga berpikir demikian.Sampai akhirnya, dia menemukan selembar di dompet Sheila.Pemuda di foto itu memiliki mata dan alir yang sangat mirip dengan dirinya.Dia menjadi gila, matanya memerah.Malam saat terjadi kecelakaan balap mobil, Johan dengan rendah hati memohon pada Sheila melalui telepon, "Sheila, aku terluka. Kamu datang menjengukku, ya?"Dari seberang telepon terdengar derai tawa lelaki. "Sikapnya Johan seperti anjing yang mengibas-ngibaskan ekornya. Apa kamu mau jadi budak cinta?"*Orang ini, Luki Fuadi, terkenal sebagai pria dominan yang sulit diatur. Dia tidak takut akan siapa pun.Di usia delapan belas tahun, dia dikirim ke rumah neneknya untuk didisiplinkan. Pada saat itulah, dia bertemu dengan gadis kecil yang tiga tahun lebih muda darinya, dia adalah Sheila.Sejak itu, pemuda yang sangat nakal itu berubah menjadi kakak yang lembut dan perhatian. Setiap hari di rumah mengajarinya mengerjakan PR.Sahabat kecilnya menggodanya dengan menyebutkan bahwa Luki sudah kembali ke jalan yang benar.Luki melirik anak yang duduk di sampingnya yang dengan tekun mengerjakan soal, tiba-tiba dia berkata, "Kamu tahu apa sih?"Di tahun kedua kuliah, anak itu menengadah dengan wajahnya yang penuh harapan dan mengungkapkan cinta padanya. "Luki, tunggu aku, ya. Saya bakal tumbuh dewasa."Perasaan gadis itu murni dan membara, membuat hatinya gelisah.Setelah bertahun-tahun, akhirnya mereka bertemu lagi. Dia tetap bisa merasakan getaran di hatinya. 