Semua


Lidya Senjaya adalah mawar merah yang paling angkuh dan memikat di lingkaran sosial ibu kota.Dia terlahir sangat cantik. Cukup dengan satu lirikan, dia bisa menggugah jiwa banyak pria. Konon, para lelaki yang jatuh hati padanya bisa berbaris dari pusat kota sampai ke pinggiran kota, tetapi Nona Lidya bahkan malas melirik mereka.Sampai sahabat baiknya bertaruh dengannya. "Lidya, kalau kamu bisa menaklukkan pamanku, Jeremy Ciptadi, mobil-mobil kesayanganku boleh kamu pilih sesukamu!" Jeremy, pemimpin Grup Ciptadi, dingin, terpelajar, anggun, dan sombong. Ketampanan yang tidak terjangkau di hati banyak wanita. Konon, bahkan seekor nyamuk betina pun tidak bisa mendekatinya.Lidya hanya tersenyum. Apa pun yang dia inginkan, tidak pernah gagal didapatkannya.Namun, rencana sering kali kalah cepat oleh perubahan. 
Tahun 1983, gempa dahsyat merenggut Yura dari dekap keluarga kandungnya, menempatkannya dalam lindungan keluarga angkatnya. Di antara dinding-dinding megah dan kesunyian, Carlton, sang kakak angkat, menjadi pelindung sekaligus cahaya dalam dunianya yang rapuh. Namun, rasa yang tumbuh di hati Yura terhadap Carlton perlahan berubah menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan.Ketika rahasia itu terungkap, hubungan mereka retak, meninggalkan Yura dalam kesepian yang tak terperi. Di tengah luka dan pengkhianatan, kabar tentang orang tua kandungnya hadir seperti harapan di cakrawala. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan semua yang menyakitinya, mencoba melangkah menuju kehidupan baru.Namun, takdir seolah enggan memberinya kebebasan. Cinta yang terkubur, impian yang terenggut, dan masa lalu yang terus menghantui membuat setiap langkahnya terasa berat. Antara keinginan untuk bebas dan belenggu rasa yang tak kunjung pudar, jalan manakah yang akan Yura pilih? Mampukah ia menemukan dirinya sendiri di tengah bayang-bayang cinta yang pernah ia anggap sebagai segalanya? 
Nara Yalvaro pernah menjadi sosok paling bersinar di Kota Avarin. Dia menjalani hidup sebebas angin, sepanas api, dengan keberanian tanpa batas.
Namun, dia justru menikah dengan Arkan Jintara, penguasa keluarga konglomerat yang dikenal paling ketat, disiplin, dan penuh kendali di kalangan elite. Pria itu bagaikan mesin presisi yang bekerja tanpa cela.
Dia tidak hanya menuntut kesempurnaan dari dirinya sendiri, tetapi juga dari pasangan di sisinya.
Nara mencintai keramaian, gemar berpesta di klub malam dan dikelilingi para model pria. Namun, Arkan menyuruh seluruh tempat hiburan di Kota Avarin memasukkan namanya ke dalam daftar hitam.
Nara mencintai kebebasan, menikmati terik matahari Afrika dan cahaya aurora Islandia, piawai balap mobil dan terjun payung. Namun, Arkan menyita paspornya dan membatasi setiap langkah perjalanannya. 
Setelah mengikuti Clayton Jimawa selama sepuluh tahun, Wenny Yudira baru mendapatkan satu kalimat "menikahlah denganku."Namun, di hari pernikahannya, Clayton malah meninggalkannya. Dia pergi menyelamatkan sekretaris wanita yang diam-diam menyukainya selama bertahun-tahun.Demi keselamatan Clayton, Wenny tidak sempat bersedih dan langsung mengejarnya keluar.Ketika sampai di lokasi, dia melihat sekretaris wanita itu dijatuhkan dari lantai atas oleh musuhnya demi melindungi dokumen Clayton, hingga akhirnya koma.Clayton merasa bersalah jadi mengirimnya dirawat di rumah sakit dengan fasilitas terbaik.Wenny menuruti permintaan Clayton, merawat ibu sekretaris yang menderita gangguan jiwa selama dua tahun dan menahan semua hinaan yang dilontarkan setiap kali penyakitnya kambuh.Hingga suatu hari, saat ibunya kambuh lagi, semua barang di tasnya digunting, termasuk surat nikah mereka.Dengan tubuh yang kelelahan, dia pergi untuk membuat surat nikah baru, tapi dihentikan oleh petugas."Nona Wenny, surat nikah Anda ini palsu. Saat ini, status pernikahan Anda tercatat masih lajang." 
Ketika bermain permainan Jujur atau Tantangan.
Cinta sejati tunanganku menatapnya sambil bertanya, "Kalau nggak ada Zahra, bisakah kita kembali bersama?"
Pria itu menjawab dengan satu kata, "Bisa."
Semua orang yang hadir terkejut, lalu secara bersamaan menatap ke arahku.
Mereka semua mengira aku akan sangat marah sampai membalikkan meja.
Namun, tanpa disangka, aku sama sekali tidak peduli, bahkan berinisiatif menjadi perantara, "Begini saja, karena kami belum resmi menikah, aku akan bersikap murah hati dan merestui kalian berdua." 
"Pak Sigit, selamat! Anda telah lulus wawancara online di perusahaan kami. Surat penawaran sudah dikirimkan ke email Anda. Kami mengharapkan Anda bergabung di Lyndon dalam waktu setengah bulan. Apa ada pertanyaan?" Dari ujung telepon, terdengar suara seorang pria berbicara dalam bahasa Inggris yang fasih. Sigit Wardana tanpa ragu langsung menyetujuinya."Nggak ada masalah. Saya akan datang tepat waktu." Begitu telepon ditutup, kenop pintu berputar, dan Susan Setiadi masuk ke dalam. Melihat Sigit, dia menyerahkan sebuah kantong kertas dengan sigap."Kemarin ada urusan mendadak di firma hukum, jadi aku nggak bisa menemanimu merayakan tahun baru. Jangan marah, ya." Ucapannya terdengar tulus. Sigit tidak banyak bertanya, hanya menerima kantong itu dan melirik isinya. Sebuah gelang kayu cendana tergeletak di dasar kantong kertas.Bahkan untuk sekadar mengemas gelang itu pun Susan tidak mau repot-repot.Gelang kayu cendana itu memang mahal, tapi yang membuatnya mahal bukanlah gelang itu sendiri, melainkan gelang kayu gaharu yang merupakan pasangannya. Gelang kayu cendana ini hanyalah bonus dari gelang kayu gaharu tersebut.Gelang kayu cendana itu ada di sini, berarti Susan telah membeli gelang kayu gaharu. Namun, dia memilih memberikan bonusnya kepada Sigit. Kalau saja Cahyo Sumadi tidak mengirim foto-foto itu kemarin, yang salah satunya menampilkan gelang yang ukurannya sangat mencolok dengan kualitas istimewa, mungkin Sigit tidak akan menyadari bahwa pacarnya selama lima tahun itu memilih memberikan gelang utama kepada orang lain dan hanya memberinya gelang bonus. 












Sejak Garry Griffin membawa pulang seorang gadis yatim piatu yang hidup dari memungut sampah dan pernah menyelamatkan nyawanya, gadis itu menaruh perasaan mendalam padanya selama tiga tahun.Garry tak pernah menaruh perasaan padanya.Karena dia tahu, di dunia ini hanya aku yang mencintainya lebih dari hidupku sendiri.Hingga pada hari peringatan lima tahun pernikahan kami, Angeline Candra membuat keributan di balkon lantai dua vila, mengancam akan mengakhiri hidupnya."Garry, ini kesempatan terakhir. Kalau kamu masih memilih dia, aku akan melompat dari sini dan mati di hadapanmu."Angeline berlari ke arahku, mencengkeram lenganku erat-erat dan menyeretku ke luar pagar balkon. Dalam kepanikan itu, aku melihat Garry menendang pintu kaca dan bergegas menghampiri kami.Hatiku sedikit tenang, dengan susah payah aku mengulurkan tangan ke arahnya.Namun tanpa menatapku sedikit pun, Garry malah merangkul Angeline yang ada di sampingku dan membawanya masuk kembali ke dalam kamar.Dengan sedih, aku menarik kembali tanganku, membiarkan setengah tubuhku tergantung di luar pagar balkon.Lalu dia berkata, "Wendy, dia pernah menyelamatkan nyawaku. Aku tak bisa membiarkannya mati tanpa menolong. Biarkan dia tinggal ya? Kamu tahu, satu-satunya orang yang kucintai hanyalah dirimu."Dia tidak tahu, sebenarnya aku menderita gagal jantung berat, hidupku juga takkan lama lagi. 
"Nona Sheila, kami sudah membuat kesalahan. Penerima transplantasi jantung pacarmu bukanlah CEO Grup Boris, melainkan orang lain. Orang itu sekarang berada di Vatera." Suara si penelepon penuh dengan penyesalan.Sheila terdiam lama sebelum akhirnya berbicara, di tengah ketidakpastian dan detak jantung yang gelisah dari orang di ujung sana."Oke, aku mengerti."Tepat saat Sheila menekan tombol mengakhiri panggilan, pintu kamar terbuka dengan keras. Diego masuk dengan wajah sangat gelisah. Begitu melihat Sheila, dia langsung meraih tangannya dan menariknya keluar."Ikut aku keluar sebentar!"Tanpa penjelasan apa pun, Sheila ditarik dengan paksa ke dalam mobil oleh Diego. Sepanjang jalan, mobil melaju dengan kecepatan tinggi, menerobos banyak lampu merah. Yang terdengar hanyalah suara deru angin bercampur deru mesin.Jemari Diego terus menghasilkan suara ketukan yang halus di atas setir, menunjukkan betapa gelisahnya dia saat ini. 

Aku dan sahabatku ditipu untuk pergi ke klub penyewaan istri di Negara Tawana.
Hanya dengan 6 juta, kami bisa disewa sebagai istri selama sehari.
Ketika polisi datang bersama Keluarga Sanjaya ....
Sekarang aku sudah menjadi primadona di klub itu, sedang berada di atas seorang pengusaha kaya berkulit gelap sambil menghitung uang.
Sahabatku, Renita Sanjaya, terbaring di ruang bawah tanah, hamil tua dan dalam kondisi koma.
Keluarga Sanjaya menawarkan hadiah 100 miliar untuk menemukan pelaku yang menjual kami ke Negara Tawana.
Namun, aku satu-satunya orang yang tahu kebenarannya, memilih untuk tetap diam.
Ibu Renita berlutut, memohon aku untuk berbicara, tapi aku menutup mata dan berpura-pura tidur.
Polisi menginterogasi aku beberapa kali, tapi aku tetap diam.
Kakak sahabatku, yang juga pacarku Ricky Sanjaya, dalam kemarahan yang meluap-luap, melemparkan aku ke bangku.
"Renita terbaring di rumah sakit, sementara kau membiarkan para pedagang manusia bebas!"
"Membayangkan mencintai wanita sehina dirimu saja membuatku ingin muntah!"
"Hari ini aku akan menggunakan alat mesin ekstraksi memori untuk mengirimmu dan para pedagang manusia itu ke neraka!"
Namun, saat kebenaran terungkap, dia menjadi gila. 
[Pak Stefano, perjanjian perceraian ini sah. Setelah ditandatangani, hubungan pernikahan akan otomatis berakhir dalam satu bulan.]
Stefano Ferdian duduk di depan komputer, berkonsultasi dengan layanan bantuan hukum. Setelah mendapat jawaban yang diinginkannya, dia mengucapkan terima kasih lalu keluar dari jaringan.
Dengan langkah terpincang-pincang, dia membuka pintu. Setumpuk foto jatuh dari atas pintu, ujungnya yang tajam menggores pipinya. Stefano menatap foto keluarga itu tanpa ekspresi.
Istrinya, Wenny Subrata, tersenyum bahagia, memperlihatkan kelembutan yang tak pernah dia lihat sebelum mereka menikah.
Anak yang dia besarkan selama lima tahun, Zian, tampak begitu bahagia, seolah kebahagiaannya itu hampir meluap.
Ironisnya, dalam foto keluarga yang disebut-sebut itu, pria yang berdiri di tengah bukan Stefano, melainkan mantan kekasih Wenny, Sandy Winarto.
Jelas ini ulah Zian. Sejak setengah tahun lalu, setelah Sandy kembali ke negara ini, keberadaan Stefano di rumah ini terasa makin tidak berarti. 
Di hari Nia Rudianto mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung, dia nekat pergi ke klub yang sering Toni Gunardi datangi. Padahal saat itu hujan sedang mengguyur dengan deras.Dia berdiri di depan sebuah ruangan VIP sambil berusaha mengeringkan rambutnya yang basah. Dia hendak memberikan kejutan untuk Toni.Dari celah pintu yang sedikit terbuka, dia dapat mendengar suara seorang pria berbicara."Toni, pernikahanmu dengan Nia tinggal seminggu lagi. Apa semua kejutan yang kamu siapkan di hari pernikahan sudah siap?""Tentu saja sudah." Toni menjawab dengan nada bicara yang terdengar sedikit mabuk. Dia lalu melanjutkan, "Aku akan memberikan kejutan yang nggak akan pernah bisa dia lupakan seumur hidupnya."Gerakan tangan Nia yang sedang mengeringkan rambut pun terhenti. Dia tidak kuasa menahan diri untuk tersenyum lebar usai mendengar ucapan barusan.Selama tiga tahun berpacaran, Toni benar-benar sangat menyayanginya dengan sepenuh hati."Haha, Kak, kalau Nia tahu aku sudah menyamar jadi kamu dan mempermainkannya selama ini, dia pasti akan sangat syok, 'kan?""Haha, dia pasti nggak pernah menyangka kalau Toni ternyata punya adik kembar identik!""Kalau dia tahu selama tiga tahun ini yang bersamanya ternyata adik pacarnya sendiri ... " 

Wina Wardana memiliki seorang kekasih dengan dua kepribadian.
Pada siang hari, pria itu bersikap sangat perhatian, santun, dan lembut kepadanya.
Namun, saat malam tiba, pria itu seolah-olah berubah menjadi orang lain, buas dan agresif, bermain dengannya dengan berbagai cara dan suasana.
Semua orang memuji keberuntungan Wina. Meski dia adalah penyandang disabilitas yang tidak bisa mendengar, pacarnya tidak meremehkannya dan terus membawanya mencari dokter serta pengobatan.
Wina sendiri juga merasa demikian.
Hingga suatu hari para perampok merampas obat yang dibuat khusus oleh pacarnya untuk mengobati ketuliannya. Dia pun menghentikan obat itu, tetapi ketika akan memberi tahu pacarnya, dia mendengar teman pacarnya berkata ...
"Kalian berdua benar-benar pandai bermain! Yang satu menipu perasaannya di siang hari, yang satu lagi mempermainkan tubuhnya di malam hari. Sudah tiga tahun, ternyata wanita tuli itu masih nggak tahu!"
Seketika, seluruh tubuh Wina terasa dingin. 


"Nona Nindya, hasil pemeriksaan menunjukkan Anda mengidap kanker pankreas stadium akhir. Kondisinya kurang begitu baik. Jika Anda menolak pengobatan, kemungkinan hidup Anda nggak sampai satu bulan lagi. Apa Anda yakin nggak mau menjalani perawatan? Apa suami Anda juga sudah setuju?"
"Aku yakin ... dia akan setuju."
Setelah menutup telepon dokter, aku menatap sekeliling rumah yang kosong, rasa perih di hatiku tak tertahan lagi.
Kukira selama ini hanya sakit lambung lama yang kambuh, tak disangka ternyata kanker.
Aku menghela napas, lalu memandang foto berbingkai di atas meja.
Di dalam foto, Jensen Setiawan yang berusia delapan belas tahun menatapku dengan penuh perhatian.
Bertahun-tahun telah berlalu, namun aku masih mengingat hari itu dengan jelas. Kelopak bunga putih berguguran, menempel di rambut kami dan Jensen tersenyum sambil bertanya, apakah ini sudah bisa disebut menua bersama? 
Untuk menyelamatkan kakak laki-lakinya, Tania Yovent dipaksa Ayah menikah dengan orang yang telah meninggal.
Namun siapa sangka, di malam pernikahan, pria yang telah meninggal itu tiba-tiba hidup kembali! Pria itu bahkan menciumnya, memeluknya, dan menggendongnya tinggi-tinggi, memanjakannya hingga membuat semua perempuan elite di kota setempat cemburu dan dengki.
Sayangnya, masa indah itu tak berlangsung lama ....
Cinta pertama suaminya tiba-tiba pulang!
Tania dengan tegas bercerai, serta menyembunyikan kehamilannya dan pergi ke rumah sakit.
Sejak itu, istri dan anaknya menghilang bagai ditelan bumi, membuat Javier panik!
Dia menggeledah seluruh kota hingga ke pelosok untuk menemukannya ....
Tania mencibir. Javier, bukannya kamu mau menikahi cinta pertamamu?
Javier yang angkuh itu justru memeluk Tania erat-erat, lalu berlutut dan memohon. "Tania, kamulah cinta pertamaku."
(1v1, nikah dulu kemudian jatuh cinta, bangkit dari kematian, kabur dengan kandungan, perjuangan merebut kembali sang istri) 


Nadia Amrani adalah gadis manis yang tumbuh dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Namun dia justru jatuh cinta pada Darian Prasetya, seorang playboy yang terkenal di kalangan mereka.
Nadia berjuang keras hingga akhirnya berhasil menjadi kekasih Darian.
Demi tetap berada di sisinya, Nadia mempelajari berbagai posisi, memainkan berbagai permainan dengan Darian, dan memenuhi hasrat pria itu siang dan malam.
Saat gairah mereka memuncak, Darian kerap membisikkan kata-kata lembut di telinganya.
"Sayang, kamu hebat. Kamu cepat sekali belajar."
"Rileks, jangan terlalu tegang."
"Ya ... begitu Sayang, aku sangat mencintaimu."
Nadia adalah perempuan yang paling lama bertahan di sisinya, hingga semua orang di sekeliling mereka mengira Darian benar-benar telah berubah.
Hingga malam ini, setelah momen intim mereka di depan jendela besar, Darian membawa Nadia ke sebuah pesta. 
Aku kehilangan ingatan selama lima tahun. Ketika aku bangun, aku menemukan bahwa Indra, pria yang sudah lama aku taksir, telah menjadi suamiku.Namun, dia sama sekali tidak baik kepadaku. Semua kelembutannya diberikan kepada sahabat masa kecilnya, bahkan ketika aku berada dalam bahaya, dia hanya peduli pada teman kecilnya.Semua orang bilang, aku sangat mencintainya. Bahkan jika Indra memintaku untuk menjadi budak bagi teman masa kecilnya, aku tidak akan menolak.Lucu sekaliAku sama sekali tidak mengingat orang itu.... Aku tidak ingat Indra, ditambah lagi dia juga tidak bersikap baik padaku, jadi sudah sepantasnya aku mengajukan perceraian.Hanya saja kemudian, dia berkeliaran di depan rumahku saat larut malam, dan tidak mau pergi untuk waktu yang lama."Citra, bisakah kamu ... menemuiku sekali lagi?" 


Aku telah ditandai sebagai kekasih manusia serigala, Arga Sagara.Konon, wanita yang memiliki tanda itu memiliki makna istimewa bagi manusia serigala. Manusia serigala rela melakukan apa saja demi melindungi kekasih mereka, termasuk mengorbankan nyawa mereka.Pada malam bulan purnama, aku diserang oleh segerombolan drakula. Namun, Arga hanya diam menyaksikan aku disiksa sampai sekarat.Kepala pelayan manusia serigala berlutut memohon kepada Arga agar menyelamatkanku, tetapi Arga malah pergi sambil membopong seorang pejalan kaki yang jatuh pingsan.Arga hanya mengatakan."Selama tanda itu masih ada padanya, dia nggak akan mati."Saat di ambang kematian, aku menjual jiwaku kepada iblis untuk meredakan rasa sakit yang kurasakan.Namun, dari udara terdengar suara tawa dingin seseorang."Kalau mau menjual jiwa, setidaknya carilah pembeli yang mau membeli dengan harga paling mahal. Apa untungnya bertransaksi dengan iblis? Bagaimana kalau bertransaksi denganku saja?" 




Kakak sepupuku membeli sebuah rumah bekas dengan harga sangat murah. Awalnya dikira dia untung besar, tapi tidak disangka kejadian aneh mulai bermunculan.
Setelah ditempati dua bulan, anak sepupuku selalu bilang ada orang di bawah ranjangnya.
Setelah ditempati empat bulan, istri kakak sepupu mencukur rambut dan pergi menjadi biksuni. Lalu tidak pernah bicara lagi.
Setelah ditempati enam bulan, kakak sepupuku menghilang dan sampai sekarang tidak diketahui kabarnya.
Karena tidak ada yang membayar cicilan, rumah itu disita dan dilelang, harganya turun lagi sampai setengahnya. Ibuku melihat ada kesempatan untung, jadi diam-diam membayar uang muka. Dia berencana merenovasinya dan menjadikannya sebagai rumah pengantin untukku.
Aku selalu merasa tidak nyaman, bahkan setelah direnovasi aku juga jarang ke sana.
Hari ini, tanggal 15 bulan tujuh kalender lunar, aku benar-benar tidak punya tempat tujuan, jadi terpaksa menginap semalam di rumah itu. Namun aku menemukan sebuah perekam suara yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Begitu kutekan tombol play, suara sepupuku yang bergetar ketakutan terdengar dari dalamnya.
"Griffin, Griffin tolong aku, aku terjebak di rumah ini!" 

Pada usia enam belas tahun, ayah Alisa Laurent meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Bahkan sebelum masa tujuh hari berkabung usai, ibunya telah membawanya menikah lagi dan bergabung dengan Keluarga Winata. Alisa menolak gagasan kehidupan baru yang selalu dibanggakan ibunya. Penolakan itu pula yang membuatnya sulit menerima kehadiran adik tiri, Andre Winata. Andre mengenakan kemeja putih berpotongan rapi, dengan semua kancing terpasang hingga ke bawah jakun. Sikapnya sangat tenang. Saat pertama kali bertemu sosok anak baik yang selalu dipuji ibunya, dorongan untuk mengusik citra sempurna itu justru bangkit dalam dirinya. Mengganggu Andre pun segera menjadi satu-satunya hiburan baginya di vila yang senyap itu. Dia melonggarkan dasi Andre yang selalu tertata tanpa cela, meninggalkan jejak kaki di sepatu putihnya, serta menempelkan permen karet pada halaman pembuka buku pelajarannya. Tindakan yang paling keterlaluan adalah ketika Alisa menggiring Andre untuk menguping percakapan ayah tiri dan ibunya di balik dinding kamar. Dia melihat ujung telinga Andre memerah, Alisa mendekat, lalu berbisik di telinganya. "Anak baik, apakah kamu tahu apa yang sedang mereka lakukan?" Andre seketika menepis tangan Alisa. Andre seketika menepis tangan Alisa. Napasnya memburu, dadanya naik turun menahan emosi. Di sorot matanya bergolak rasa malu, tersinggung, dan keterpojokan yang menyesakkan.