Semua



"Nona asli atau bukan+Ilmuku membuat kalian malu, kisah cinta yang lemah"Setelah diusir oleh Keluarga Gunawan, Cindy Gunawan berubah menjadi nona kaya raya.Saat itu Keluarga Gunawan menyesal.Bahkan ingin menggunakan jasa membesarkan Cindy untuk meminta balasan banyak dari Keluarga Kusnadi.Cindy hanya tertawa dingin, lalu menggunakan satu jimat kejujuran untuk mengungkapkan niat jahat mereka.Ketika pria berengsek ingin datang meminta balikan.Cindy hanya menggunakan ilmunya untuk membalas dendam padanya.Kerabatnya memandang rendah dia, bahkan merasa Cindy membuat malu.Alhasil, Keluarga Sany datang memohon."Asalkan Master Cindy bersedia menolong putriku, kamu boleh meminta apa pun!"Keluarga yang biasanya ada dendam dengan Keluarga Kusnadi pun datang meminta bantuan."Dulu aku yang kurang ajar, asalkan Master Cindy mau membantu, kelak Pak Adrian akan menjadi kakakku!"Kemudian, adik sepupu yang sering mengatai orang pun menjadi pengikut Cindy.Bahkan berkata, "Ini adalah satu-satunya kakakku! Siapa yang berani memarahinya, aku akan memarahi seluruh keluarganya!"Keluarga Kusnadi baru tahu Cindy si wanita lemah itu ternyata master ilmu metafisika.Bisa menyingkirkan hantu, menggambar jimat, menolong orang, bahkan harus mengejar Aaron Christian.Ketika Cindy berkata, "Aku sangat sibuk."Aaron Christian inisiatif membantunya. "Nggak usah kejar, aku sudah menjadi milikmu, kok." 
Saat itu, Olivia Wirya dan Leo Hadi menikah kilat. Tidak ada pernikahan megah, tidak ada bulan madu.Tiga tahun hidup bersama, semuanya berlangsung tenang dan harmonis, seperti permukaan danau tanpa riak. Hingga suatu malam, dalam keadaan mabuk, Leo menyebut nama wanita lain. Barulah Olivia sadar, ternyata hati suaminya sudah dimiliki orang lain.Tidak lama setelah itu, Leolah yang lebih dulu mengusulkan perceraian.Olivia tidak marah, tidak memohon. Malah sebaliknya, dia menyetujui dengan cepat. "Aku nggak akan mengganggumu. Aku tulus berharap kamu menemukan cinta sejatimu," katanya dengan senyum tipis.Setelah itu, dia melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Hidupnya terus berjalan. Dia menemukan cinta baru dan tidak lama kemudian, mulai membicarakan pernikahan. Semuanya berjalan mulus, seperti jalan bebas hambatan. Namun, malam sebelum pertunangan, sesuatu terjadi. Olivia mabuk. Langkahnya gontai, hingga tubuhnya tak sengaja menabrak seorang pria tinggi yang berdiri di dekatnya. Sebelum dia jatuh, tangan kokoh pria itu menangkap pinggangnya, menahannya dengan erat. "Sudah puas bermain-main?" ujar pria itu.Olivia melepaskan diri dengan tenang, matanya menatap pria itu seperti melihat orang asing. "Tolong jaga sikapmu," katanya, suaranya dingin. "Aku akan segera menikah. Kalau tunanganku tahu ... ""Biar saja dia tahu," pria itu memotong, suaranya lebih rendah, seperti ancaman samar. Dia mendekat, tatapannya penuh keyakinan yang tak tergoyahkan. "Biar dia tahu kamu adalah milikku." 

Tiga tahun lalu, sambil menggenggam surat diagnosis kanker lambung, aku tersenyum menenangkan Alvin yang matanya merah berkaca-kaca.
"Cuma kanker kecil, gampang dibereskan kok," ucapku.
Tangis Alvin malah makin menjadi-jadi, dia juga memelukku begitu erat hingga tulangku terasa sakit.
"Nabila, berjanjilah padaku, kamu harus baik-baik saja."
"Aku akan menunggumu kembali dengan sehat untuk menikah denganku!"
Demi bisa bertahan hidup, hampir seluruh lambungku harus diangkat.
Hari-hariku selanjutnya hanya ditemani segenggam obat dan rangkaian kemoterapi tanpa henti.
Tiga tahun kemudian, akhirnya aku sembuh, dan kembali lagi ke sisi Alvin.
Di pesta penyambutan, sahabat wanita Alvin tersenyum sambil mengangkat gelas dan berkata.
"Selama kamu di luar negeri, Alvin selalu jaga kesetiaannya untukmu."
"Setiap malam aku jaga di ranjangnya untukmu. Sudah kupastikan, nggak ada orang lain di balik selimutnya."
"Bahkan di dua buah 'leci kecil' itu sudah aku tato sendiri dengan tulisan 'Jangan Mendekat!"
Keramaian di meja makan mendadak sunyi hingga jarum jatuh pun terdengar.
Aku memaksa mengabaikan rasa sakit menusuk halus di dadaku.
Aku pun ikut tersenyum sambil mengangkat gelas dan menanggapi.
"Kalau begitu, mau diberi penghargaan Juara Penghangat Ranjang, ya?" 

Di kehidupan sebelumnya, bidadari kampus mengancam tunanganku akan putus agar mau mengundurkan diri dari kompetisi dan menemaninya. Aku memberi tahu orang tuanya tentang hal ini.Orang tuanya memukulinya, mengusir bidadari kampus itu, lalu memaksa putranya berlutut untuk meminta maaf padaku.Aku menikah dengannya sambil menangis, berpikir dia akan menjadi suami yang baik.Setelah menikah, dia membenciku karena telah menghancurkan kehidupan wanitanya di kampus.Menganiayaku, memaksaku untuk mengonsumsi obat aborsi, menyiksaku hingga sekarat ...Akhirnya aku ditinggalkan sendirian di daerah terpencil, digigit oleh anjing liar hingga mati.Tidak disangka, begitu membuka mata, aku kembali ke hari di mana tunanganku menyerahkan dalam lomba.Kali ini, aku memilih untuk membantu penjahat!Mengakhiri pertunanganku dengannya, lalu menikah dengan pamannya yang hebat! 
"Sistem, aku ingin mengajukan permohonan untuk keluar dari dunia misi ini." Sistem yang dipanggil segera muncul dan berkata, "Penerima misi, permohonan Anda telah disetujui. Kami memberikan waktu setengah bulan agar Anda dapat berpamitan dengan keluarga Anda di dunia ini." Setelah itu, sistem kembali menghilang dari hadapannya. Namun, mendengar kata "keluarga", Shella Yustian terpaku lama, perlahan-lahan mengalihkan pandangan ke foto keluarga yang ada di atas meja di sampingnya.Dalam foto itu, suami dan anaknya sedang mencium kedua pipinya dengan penuh kasih.Momen bahagia itu membuatnya tiba-tiba tertegun sejenak.Tidak ada yang tahu bahwa Shella adalah seorang penakluk.Sepuluh tahun yang lalu, dia dibawa oleh sistem ke dunia ini untuk menaklukkan Irfan Putranto, pewaris utama lingkaran elite Jigara.Selama sepuluh tahun, dari masa sekolah sampai duduk di pelaminan, dia tidak hanya berhasil menyelesaikan misi penaklukannya, tetapi juga jatuh cinta pada target misinya. 
[Nikah Kedua Kali + Mantan Suami Mau Mengejar Balik Mantan Istri + Percintaan Rumit + Bertemu Lagi + Karier]Setelah Carina menikah dengan Marco yang lumpuh, dia menjaga Marco selama tiga tahun, bahkan menemaninya melewati masa tersusah.Namun, setelah Marco sembuh, Marco malah menjemput cinta pertamanya.Marco menjelaskan, "Aku menjaga mantanku hanya karena kasihan, bukan selingkuh."Carina hanya tertawa, lalu mengajukan cerai dan keluar dari vila tanpa ragu-ragu.Awalnya Marco tidak menganggap serius, hanya merasa Carina tidak mungkin meninggalkannya, bahkan merasa setelah dia selesai marah, pasti akan kembali lagi.Kemudian, Marco mulai mengabaikannya, malah mencari cinta pertamanya untuk bersama lagi ....Saat bertemu di sebuah acara, Marco masih berkata dengan angkuh, "Apa kamu sudah tahu kesalahanmu? Ayo pulang denganku."Saat ini, pria yang mengenakan jas mahal berjalan ke arah Carina dan memegang tangannya. "Pak Marco, tolong jaga jarak. Sekarang dia adalah istriku."Malam itu, Marco hampir saja mati di acara itu.Kemudian Marco minum bir sampai lambungnya berdarah, lalu menarik tangan Carina dan bertanya, "Carina, apa kamu masih mencintaiku?"Carina tertawa lagi. "Marco, kamu harusnya tanya pernahkah kamu mencintaiku?" 


Julia awalnya dikhianati oleh adik perempuannya dan dikirim ke rumah sakit jiwa!Dalam sebuah ketidaksengajaan, dia terlibat hubungan semalam dengan seorang pria asing dan mendapatinya dirinya kemudian hamil.Untuk menghilangkan kesalahpahaman, dia dipaksa untuk menikah menggantikan adiknya.Pria itu tampan dan kaya raya, tetapi sikapnya sangat dingin dan membencinya."Huh! Wanita yang suka berpura-pura. Menikahi putra dari keluarga Septian dengan menggantikan adik perempuanmu demi uang. Sungguh memuakkan!""Apa seorang yang sakit jiwa pantas memiliki anak? Gugurkan anak itu!"Julia menahan rasa malu hanya agar dia tidak dikirim kembali ke rumah sakit jiwa.Empat bulan kemudian, dia memasuki rumah keluar Septian menggantikan adik perempuannya sendiri. "Keluar! Dialah nyonya muda yang sesungguhnya dari keluarga Septian."Hatiku Julia sangat teriris dan memutuskan untuk pergi dari kediaman keluarga Septian.Tiga tahun kemudian, dia kembali dengan putrinya. Namun, dia dihadang dan didesak oleh suaminya ke sudut dinding, "Julia, aku terus berusaha mencarimu."Dia memutar matanya dan berkata, "Maaf, kamu yang menyuruhku pergi. Jadi, aku pergi sejauh mungkin darimu." 
Tahun 1983, gempa dahsyat merenggut Yura dari dekap keluarga kandungnya, menempatkannya dalam lindungan keluarga angkatnya. Di antara dinding-dinding megah dan kesunyian, Carlton, sang kakak angkat, menjadi pelindung sekaligus cahaya dalam dunianya yang rapuh. Namun, rasa yang tumbuh di hati Yura terhadap Carlton perlahan berubah menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan.Ketika rahasia itu terungkap, hubungan mereka retak, meninggalkan Yura dalam kesepian yang tak terperi. Di tengah luka dan pengkhianatan, kabar tentang orang tua kandungnya hadir seperti harapan di cakrawala. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan semua yang menyakitinya, mencoba melangkah menuju kehidupan baru.Namun, takdir seolah enggan memberinya kebebasan. Cinta yang terkubur, impian yang terenggut, dan masa lalu yang terus menghantui membuat setiap langkahnya terasa berat. Antara keinginan untuk bebas dan belenggu rasa yang tak kunjung pudar, jalan manakah yang akan Yura pilih? Mampukah ia menemukan dirinya sendiri di tengah bayang-bayang cinta yang pernah ia anggap sebagai segalanya? 


Luna Wijaya, salah satu orang terkaya di dunia yang terkenal gila kerja. Garry Sanjaya sudah menikah dengannya selama lima tahun, tapi ditinggalkan oleh Luna berkali-kali demi pekerjaan. Pertama kali adalah hari ulang tahunnya. Garry sudah memesan restoran dengan sepenuh hati, tapi tiba-tiba Luna terbang ke luar negeri untuk akuisisi, mengabaikannya dan membiarkannya menunggu dari siang hingga malam. Kedua kalinya adalah saat Garry mengalami kecelakaan mobil dan membutuhkan tanda tangan keluarga. Garry berusaha sekuat tenaga untuk mengirim pesan kepada Luna, tapi malah menerima balasan dingin darinya. "Aku sedang diskusi urusan penting. Urus saja sendiri." Ketiga kalinya adalah ketika ayahnya sakit kritis. Saat ingin bertemu Luna, tapi Luna sedang sibuk dengan upacara penandatanganan untuk proyek bernilai triliunan dan tidak dapat hadir. Garry menggenggam tangan ayahnya yang dingin, mendengarkan nada sibuk di ujung sana, hatinya benar-benar hancur. Kejadian seperti ini terus terjadi berkali-kali, Garry akhirnya mengerti bahwa di dalam hati Luna, tidak ada urusan dan tidak ada seorang pun yang dapat menandingi kerajaan bisnisnya. Garry berkata pada dirinya sendiri bahwa inilah harga dari perjodohan. Luna pernah berkata dirinya tidak akan mencintai Garry, tetapi untungnya, Luna juga tidak mencintai orang lain. Namun, saat Garry sudah hampir terbiasa dengan keputusasaan ini, berita mengejutkan tiba-tiba muncul di lingkungannya .... Luna, wanita yang tidak tertarik dalam percintaan dan gila kerja, ternyata sudah dekat dengan seorang gigolo dan sangat memanjakannya! 


Pernikahan antara Wulan Wibisana dan Fajar Yandika menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di kalangan elite Kota Arunika.
Wulan, putri tertua Keluarga Wibisana, dikenal sebagai gadis yang penuh kebebasan, berjiwa pemberontak, dan memiliki kecantikan yang memikat sekaligus tajam.
Sedangkan Fajar Yandika, pewaris Keluarga Yandika, terkenal dengan sikap dingin, disiplin ketat, serta kendali penuh pada kekuasaan keluarganya.
Meskipun keduanya seperti dua kutub yang sangat berbeda, mereka tetap hidup bersama dalam ikatan pernikahan selama tiga tahun.
Pada tahun pertama mereka, Wulan diwajibkan menghafal dan menaati tiga ribu aturan Keluarga Yandika. 
"Hans Jordi, seorang satpam biasa, menjalani hidup yang penuh cobaan. Kekasihnya, Isabell, mengkhianati cintanya, sementara di tempat kerja, Hans hanya menjadi satpam yang diremehkan. Namun, nasibnya berubah setelah ia mendapatkan batu akik dengan harga fantastis. Kejadian itu membuat hidupnya berubah 180 derajat, tak hanya dalam urusan cinta tetapi juga kemampuannya.Tiba-tiba, Hans menemukan dirinya memiliki kemampuan istimewa, penglihatan tembus pandang dan kekuatan penyembuhan yang luar biasa. Saat ia mencoba beradaptasi dengan kekuatan barunya, Hans terjebak dalam dunia gelap yang melibatkan Stella Lazuardi, tetangga cantik yang penuh rahasia.Melalui kejadian dramatis dan penuh aksi, Hans tidak hanya bertarung demi keadilan, tetapi juga menemukan kekuatan sejatinya untuk melindungi diri dan orang-orang disekitarnya. Bagaimana Hans akan memanfaatkan kekuatan barunya? Dapatkah ia mengatasi dendam dan bahaya yang mengintai? " 


Kakak sepupuku membeli sebuah rumah bekas dengan harga sangat murah. Awalnya dikira dia untung besar, tapi tidak disangka kejadian aneh mulai bermunculan.
Setelah ditempati dua bulan, anak sepupuku selalu bilang ada orang di bawah ranjangnya.
Setelah ditempati empat bulan, istri kakak sepupu mencukur rambut dan pergi menjadi biksuni. Lalu tidak pernah bicara lagi.
Setelah ditempati enam bulan, kakak sepupuku menghilang dan sampai sekarang tidak diketahui kabarnya.
Karena tidak ada yang membayar cicilan, rumah itu disita dan dilelang, harganya turun lagi sampai setengahnya. Ibuku melihat ada kesempatan untung, jadi diam-diam membayar uang muka. Dia berencana merenovasinya dan menjadikannya sebagai rumah pengantin untukku.
Aku selalu merasa tidak nyaman, bahkan setelah direnovasi aku juga jarang ke sana.
Hari ini, tanggal 15 bulan tujuh kalender lunar, aku benar-benar tidak punya tempat tujuan, jadi terpaksa menginap semalam di rumah itu. Namun aku menemukan sebuah perekam suara yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Begitu kutekan tombol play, suara sepupuku yang bergetar ketakutan terdengar dari dalamnya.
"Griffin, Griffin tolong aku, aku terjebak di rumah ini!" 
Di kompleks perumahan institut pada tahun 80-an, semua orang menyadari bahwa Diana telah berubah.
Pukul enam pagi, dia tidak lagi bangun lebih awal untuk memasakkan bubur millet dan merebus telur bagi Yanto, tidak lagi menyetrika jas putih Yanto hingga tanpa satu lipatan pun.
Tepat tengah hari, dia tidak lagi seperti biasanya menunggu di depan gerbang institut penelitian, menenteng kotak makan berisi makanan hangat untuk sosok yang selalu datang terlambat itu.
Pukul sepuluh malam, dia tidak lagi menyalakan lampu dan duduk di depan jendela, lalu menunggu Yanto pulang kerja sekalipun sedang hujan.
Perubahan itu terus berlanjut selama seminggu penuh.
Pada malam ketujuh, pukul sepuluh lewat tiga puluh, Yanto mendorong pintu masuk rumah. Dia meletakkan berkas penelitian di tangannya, melepas mantel yang masih berbau laboratorium, lalu akhirnya menatap Diana yang sedang membaca di bawah lampu.
"Ada apa denganmu belakangan ini?" 

"Tante Tania, waktu yang kita sepakati dulu adalah sepuluh tahun. Sekarang masa sepuluh tahun itu sudah berakhir, aku ingin membawa Nina pergi."
"Bibi juga tahu, dia selama ini nggak pernah menyukai Nina."
Di ruang teh, Wendy Siswanto mengucapkan kalimat itu dengan ekspresi pahit.
Dia hidup bersama Haris Sutomo selama sepuluh tahun, tetapi selama sepuluh tahun itu hati pria itu tidak pernah berhasil dia hangatkan.
Hingga suatu kali mabuk, Haris menekannya di atas ranjang, dan dalam kekalutan hasrat, mereka memiliki seorang anak.
Setelah kejadian itu, pria itu memberi Wendy sebuah vila, serta setuju gadis itu melahirkan anak tersebut. Satu-satunya syarat adalah anak itu tidak boleh memanggilnya ayah, dan di depan orang luar, Haris tetap berstatus lajang.
"Aku nggak mungkin menikahimu, buang saja harapan itu."
"Biaya membesarkan anak akan kuberikan, tapi jangan harap aku mengakui identitasnya. Aku nggak punya anak ini." 
Pak Ferdy berkata, apa yang diutang harus dibayar. Dia berutang padanya seorang anak. Anak itu telah dibayar, tetapi Pak Ferdy masih menginginkan bunga. Jessy bertanya kepadanya, bunga itu apa? Ferdy menatapnya, jakunnya bergerak naik turun, "Bunganya adalah ... kamu." Jessy menolak, "Ini perselingkuhan." Pria itu malah menjawab, "Nggak, aku sedang mengejar puisi dan kejauhan." Belakangan, Jessy berdiri di atas rel kereta, dan di tengah deru kereta api yang melintas, dia melihat puisi dan kejahuan miliknya sendiri .... 

Untuk meredam sifat sombong dan keras kepala Natasha Wangsa, ayahnya meminta orang kepercayaannya, Ericko Dana, untuk mendidiknya.
Tentu saja Natasha tidak akan sudi tunduk pada perintah seorang pria yang hanya menjabat sebagai CEO di anak perusahaan ayahnya.
Jadi, Natasha pun mulai menyusun berbagai trik untuk memaksa Ericko menyerah.
Pada hari pertama bekerja, Natasha langsung menghancurkan Mobil Porsche milik pria itu.
Namun, Ericko hanya meliriknya sekilas dan berkata, "Catat kerusakannya. Pembayarannya akan diambil dari gaji Nona Natasha."
Pada hari kedua, Natasha mengganti materi presentasi rapat Ericko dengan video dewasa.
Raut wajah Ericko tidak berubah sedikit pun. Ericko langsung memaparkan seluruh isi rencana proyek tersebut secara lisan dengan sempurna. Pria itu berhasil mendapatkan proyek penting tersebut, hingga membuat semua orang terpukau.
Natasha tidak bisa menerima semua ini. Wanita itu akhirnya diam-diam memberikan obat perangsang ke dalam minuman Ericko di sebuah acara perjamuan, ingin mempermalukan pria itu di depan umum.
Namun, Natasha tidak pernah menyangka bahwa dia akan digendong masuk ke dalam kamar presidensial, hingga tubuhnya hampir hancur karenanya .... 

Nara Lintang tak pernah menyangka bahwa hubungan jarak jauh lintas negara yang akan segera berakhir justru menutup kisahnya dengan akhir yang begitu pahit dan memalukan.
Bagaimanapun juga, cinta Reza Perdana kepadanya adalah sesuatu yang tak tertandingi.
Dia adalah direktur rumah sakit yang sibuk. Namun demi Nara, dia menempuh hampir sembilan ratus penerbangan ke luar negeri, bolak-balik dengan total waktu terbang mendekati sepuluh ribu jam.
Meski setiap pertemuan selalu singkat dan terburu-buru, Reza tetap memeluknya erat dan berkata dengan suara rendah bahwa semua itu dia jalani dengan sepenuh kerelaan.
Hadiah yang Reza kirimkan kepadanya pun tak terhitung jumlahnya.
Dari yang kecil seperti surat cinta tulisan tangan sepanjang ribuan kata, hingga yang besar seperti kalung bernilai miliaran yang dia menangkan di balai lelang.
Selama dia merasa sesuatu itu bisa membuat Nara tersenyum, dia akan mempertaruhkan segalanya untuk meraihnya sekalipun itu adalah bintang di langit.
Cinta yang terukir hingga ke sumsum tulang itu tak pernah berubah sedikit pun selama tiga tahun penuh.
Namun, ketika Nara pulang ke tanah air dengan penerbangan semalaman, lalu mendengar teman-teman masa kecil mereka memuji betapa setianya cinta Reza kepadanya, Reza justru membantahnya dengan suara serak ...
Nara harus mengakui bahwa saat itu, hatinya seolah dicabik ribuan pisau, dan rasa sakitnya tak ubahnya hukuman yang dijalani perlahan, irisan demi irisan. 

"Nona Nindya, hasil pemeriksaan menunjukkan Anda mengidap kanker pankreas stadium akhir. Kondisinya kurang begitu baik. Jika Anda menolak pengobatan, kemungkinan hidup Anda nggak sampai satu bulan lagi. Apa Anda yakin nggak mau menjalani perawatan? Apa suami Anda juga sudah setuju?"
"Aku yakin ... dia akan setuju."
Setelah menutup telepon dokter, aku menatap sekeliling rumah yang kosong, rasa perih di hatiku tak tertahan lagi.
Kukira selama ini hanya sakit lambung lama yang kambuh, tak disangka ternyata kanker.
Aku menghela napas, lalu memandang foto berbingkai di atas meja.
Di dalam foto, Jensen Setiawan yang berusia delapan belas tahun menatapku dengan penuh perhatian.
Bertahun-tahun telah berlalu, namun aku masih mengingat hari itu dengan jelas. Kelopak bunga putih berguguran, menempel di rambut kami dan Jensen tersenyum sambil bertanya, apakah ini sudah bisa disebut menua bersama? 




Lima tahun saling mencintai, tiga tahun pernikahan, Nayara Santosa mengira seumur hidupnya pasti akan menua bersama Elvano Atmadja.Bahkan ketika kabar kecelakaan pesawat Elvano datang, dia masih merasa hidup atau mati takkan mampu menghalangi mereka, hidup bersama, mati pun tetap bersama.Hingga akhirnya, dia mendapati Elvano tidak mati, melainkan menjadi suami orang lain.Dia dengan tegas melepaskan cintanya, mengakhiri sendiri kisah cinta yang konyol ini dan menerima perjodohan keluarga.Putra sulung Keluarga Herdiana yang terhormat di Jayautara menikahi seorang wanita yang pernah menikah sebelumnya. Kalangan kelas atas heboh, semua orang kaget dan ramai membicarakannya.Bahkan Nayara mengira Alestan Herdiana hanya karena memiliki penyakit tersembunyi, jadi asal-asalan menikahinya.Keluarga Herdiana memberi apa yang dia inginkan, dia juga harus membalas dengan menjaga martabat Alestan.Nayara berkata penuh pengertian, "Kalau kamu memang nggak bisa, kita bisa mengadopsi anak. Aku bisa bersembunyi untuk sementara, lalu aku bilang ke luar itu anak kandung kita."Alestan merangkul pinggangnya, "Kalau mau anak, katakan saja. Untuk apa Nyonya Nayara berputar-putar begitu?"Di lingkaran pertemanan Alestan, semua orang bergosip. Bukannya hidup enak sebagai tuan muda kaya, malah merendahkan diri demi cinta.Alestan sama sekali tidak peduli, bahkan tersenyum meremehkan, "Apa salahnya jadi orang yang berkorban demi cinta? Pada akhirnya, akulah yang memperoleh segalanya!"Mereka mentertawakannya karena rela merendahkan diri, bahkan merasa bangga. Hanya saja, mereka tak tahu betapa pahitnya cinta diam-diam dan betapa sulitnya meraihnya! 
Lampu sirene mobil polisi menyala di lokasi terjadinya kecelakaan beruntun malam itu.
Aku memegang papan klip dan berjalan menuju bagian belakang mobil yang rusak. Siapa sangka aku malah bertemu dengan mantan suamiku, Faris Lupito, dan putra kami, Daffin Lupito, di tempat seperti ini.
Daffin tertegun melihatku. Dia lalu menarik lengan baju Faris.
"Ayah, orang itu mirip banget sama Ibu."
Tanpa mendongak, Faris hanya menjawab sambil memeriksa pintu mobil.
"Ibumu di rumah, jangan asal bicara."
Tapi dia lalu menoleh.
Saat kami akhirnya saling pandang, seluruh tubuhnya membeku seketika.
Detik berikutnya, dia menerjang ke arahku. Dia mencengkeram pergelangan tanganku, lalu bertanya dengan napas yang masih tersengal, dan suara yang terdengar bergetar.
"Luna? Kamu ... masih hidup?"
Aku melepaskan cengkeramannya sambil mengerutkan kening. Kemudian mulai menulis lagi.
"Pak, aku sedang tugas. Tolong kerja samanya."
Ayah dan anak itu terdiam mematung di tempat. Mereka terdiam menatapku yang bersikap dingin.
Setelah selesai mengurus lokasi kejadian, aku kembali menaiki motorku dan hendak pergi.
Tapi dua orang itu malah mengejarku.
Daffin memanggil dengan suara pelan, "Ibu ... "
Faris menelan ludah. Dia terlihat tegang saat berkata.
"Luna, ingatanmu ... sudah kembali?"
Aku mengangguk, lalu menjawab dengan nada datar.
"Iya. Aku sudah pulih sejak ledakan lima tahun lalu." 




Aku kehilangan ingatan selama lima tahun. Ketika sadar, aku mendapati pria yang selama ini diam-diam kukagumi, Jason, telah menjadi suamiku.
Namun, dia sama sekali tidak memperlakukanku dengan baik.
Seluruh kelembutannya dia berikan kepada sahabat masa kecilnya. Bahkan ketika nyawaku berada di ambang bahaya, dia malah sibuk menemani sahabat masa kecilnya itu.
Semua orang mengatakan bahwa aku mencintai Jason setengah mati.
Bahkan jika pria itu memintaku menjadi budak bagi sahabat kecilnya, aku pun tidak akan menolak.
Sungguh menggelikan.
Aku sama sekali tidak mengingat orang semacam itu.
...
Aku tidak mengingat Jason, dia tidak memperlakukanku dengan baik, jadi wajar saja jika aku mengajukan perceraian.
Hanya saja kemudian, di tengah malam, pria itu mondar-mandir di depan rumahku dan enggan pergi.
"Sayang, bisa nggak kamu ... tatap aku sekali lagi?" 
Wilma Narendra terkenal di lingkaran sosialnya sebagai gadis yang bebas dan tidak terkendali.
Dia pernah pergi ke padang rumput Benua Aferion melihat singa memperlihatkan taringnya, berpesta di klub bawah tanah Kota Berion sampai pagi, berganti pacar setiap tiga hari, semua tindakan paling gila dan liar sudah pernah dia lakukan.
Namun, sebuah perjodohan bisnis justru mempertemukannya dengan pewaris yang paling disiplin dan beretika di lingkaran itu ... Yoga Saputra.
Pada pertemuan pertama, Wilma sengaja terlambat lima jam, berniat memberi kesan buruk pada pria itu. Namun, ayahnya malah mengirim orang untuk menyeretnya langsung dari bar, dan membawanya ke kedai teh kelas atas itu.
Saat Wilma tiba, Yoga sedang duduk di tepi jendela menikmati teh. Cahaya sore menembus kisi-kisi dan jatuh di sisi wajahnya yang bersih dan tampan, sikapnya elegan dan tenang, seolah-olah dia baru menunggu lima menit, bukannya lima jam.