Semua

Hansen Dhuarta, pewaris paling berpengaruh di lingkaran elite Kota Jingga, akhirnya sembuh setelah tiga tahun terbaring lumpuh. Untuk merayakannya, para sahabatnya sengaja mengadakan pesta di klub pribadi.Marsha Widodo berdiri di pintu klub, memegang hadiah yang telah dia persiapkan dengan baik. Saat hendak mendorong pintu, dia mendengar suara percakapan Hansen dan teman-temannya dari dalam."Hansen, Marsha itu benar-benar tulus padamu. Kalau bukan karena dia selama tiga tahun ini, mana mungkin kondisimu bisa pulih sebaik ini?" "Betul. Gadis itu setiap hari memijatmu, menemanimu rehabilitasi, bahkan tidur pun nggak berani terlalu lelap, takut kalau kondisi mentalmu tiba-tiba memburuk di tengah malam. Utang budi sebesar ini, harus kamu ingat seumur hidup." "Dia memang orang yang sangat baik." Suara Hansen terdengar rendah dan hangat.Ujung jari Marsha sedikit bergetar, sekilas kehangatan muncul di hatinya.Detik berikutnya, dia mendengar seseorang lainnya bertanya, "Lalu kapan rencananya kamu mau menikahi dia?" 
Setelah aku hamil, aku dijebak oleh adik angkat dan suamiku, hingga mati dengan perut dibedah dan tubuh dipotong-potong.
Begitu mati, rohku terikat dengan mereka.
Tak seorang pun mencintaiku saat aku masih hidup.
Bahkan setelah mati, aku hanyalah hantu pengembara.
Namun, ada seorang pria yang tanpa ragu membalaskan dendamku.
Aku melihat pria itu meneteskan air mata untukku.
Ketika terlahir kembali, aku mendatanginya.
Akan tetapi, orang-orang yang tak mencintaiku itu menyesal.
Mereka mengatakan mereka mencintaiku.
Larut malam, Dion Abrian membenamkan kepalanya di leherku. Napasnya yang hangat sangat agresif.
"Tiara, bilang kamu cinta aku."
"Bilang kamu nggak akan hilang lagi."
Aku mengulangi perkataan itu.
"Aku nggak mau mereka lagi. Aku hanya mau kamu."
Aku hanya menginginkan dirimu, yang tetap mencintaiku dengan bergelora saat seluruh dunia tak lagi mencintaiku. 
Di kehidupan sebelumnya, bidadari kampus mengancam tunanganku akan putus agar mau mengundurkan diri dari kompetisi dan menemaninya. Aku memberi tahu orang tuanya tentang hal ini.Orang tuanya memukulinya, mengusir bidadari kampus itu, lalu memaksa putranya berlutut untuk meminta maaf padaku.Aku menikah dengannya sambil menangis, berpikir dia akan menjadi suami yang baik.Setelah menikah, dia membenciku karena telah menghancurkan kehidupan wanitanya di kampus.Menganiayaku, memaksaku untuk mengonsumsi obat aborsi, menyiksaku hingga sekarat ...Akhirnya aku ditinggalkan sendirian di daerah terpencil, digigit oleh anjing liar hingga mati.Tidak disangka, begitu membuka mata, aku kembali ke hari di mana tunanganku menyerahkan dalam lomba.Kali ini, aku memilih untuk membantu penjahat!Mengakhiri pertunanganku dengannya, lalu menikah dengan pamannya yang hebat! 
Di rumah hantu udara dingin berhembus, suara efek menyeramkan.
Aku pura-pura takut, dan menempel ke orang di sampingku.
"Kak, temani aku jalan, ya."
Sampai lampu menyala, aku baru tahu ternyata orang itu mantan suamiku, Harris Bintara.
Teman-temannya tertawa, sekelompok pria dan wanita menatap diriku dengan tatapan penuh penilaian.
"Pantas saja disebut spesialis jadi selingkuhan, panggil 'Kak' saja bikin orang lemas."
"Dulu goda paman jadi suami, bikin Harris jatuh, sekarang masih berani nempel lagi?"
"Mana bisa dibandingkan dengan kakaknya, Elina Asera, putri sah dari keluarga terhormat!"
Putri sah?
Dua kata itu nyaris membuatku tertawa.
Mereka tidak tahu, akulah putri sah yang ditukar oleh ayah kandungku sendiri.
Namun, semua itu sudah tidak penting.
"Ini hanya permainan kecil antara aku dan suamiku," ucapku dengan nada datar.
Harris menjauhkan dirinya dariku.
"Vina, sekarang aku ini kakak iparmu, jaga sikapmu," ucapnya dengan nada sedingin es.
Aku mundur dua langkah, lalu tersenyum sempurna.
"Pak Harris salah ingat, aku nggak pernah punya kakak."
"Dan soal tadi ... "
Mataku menyapu wajah Harris yang sedikit kaku, lalu aku menambahkan pelan.
"Aku cuma salah orang saja." 



Dua tahun pernikahan, Sania Ravan berpikir, meski hati Eric Lutanza sedingin batu, seharusnya sudah bisa menjadi hangat.Namun ketika wanita idamannya kembali ke negara ini, Eric tanpa ragu mengajukan perceraian padanya.Melihat bagaimana Eric begitu perhatian pada wanita itu, tapi memperlakukannya seperti benda tak berharga, hati Sania terasa seperti disayat.Ketika Eric mengabaikan dirinya yang tergeletak dalam genangan darah bersama anak mereka demi menyelamatkan wanita itu, Sania pun benar-benar putus asa. Dia menulis surat perjanjian cerai dan pergi tanpa ragu.Justru ketika dia menjadi pusat perhatian, dikejar banyak pria, mantan suami berengsek itu malah berani berkata di depan umum."Siapa yang berani mendekati wanita Eric?"Di malam hujan badai, pria itu basah kuyup, kedua tangannya mencengkeram wajah Sania dengan erat, matanya memerah, dan suaranya bergetar. "Istriku, tolong lihat aku ...." 
"Nona Sheila, kami sudah membuat kesalahan. Penerima transplantasi jantung pacarmu bukanlah CEO Grup Boris, melainkan orang lain. Orang itu sekarang berada di Vatera." Suara si penelepon penuh dengan penyesalan.Sheila terdiam lama sebelum akhirnya berbicara, di tengah ketidakpastian dan detak jantung yang gelisah dari orang di ujung sana."Oke, aku mengerti."Tepat saat Sheila menekan tombol mengakhiri panggilan, pintu kamar terbuka dengan keras. Diego masuk dengan wajah sangat gelisah. Begitu melihat Sheila, dia langsung meraih tangannya dan menariknya keluar."Ikut aku keluar sebentar!"Tanpa penjelasan apa pun, Sheila ditarik dengan paksa ke dalam mobil oleh Diego. Sepanjang jalan, mobil melaju dengan kecepatan tinggi, menerobos banyak lampu merah. Yang terdengar hanyalah suara deru angin bercampur deru mesin.Jemari Diego terus menghasilkan suara ketukan yang halus di atas setir, menunjukkan betapa gelisahnya dia saat ini. 

"Tante Tania, waktu yang kita sepakati dulu adalah sepuluh tahun. Sekarang masa sepuluh tahun itu sudah berakhir, aku ingin membawa Nina pergi."
"Bibi juga tahu, dia selama ini nggak pernah menyukai Nina."
Di ruang teh, Wendy Siswanto mengucapkan kalimat itu dengan ekspresi pahit.
Dia hidup bersama Haris Sutomo selama sepuluh tahun, tetapi selama sepuluh tahun itu hati pria itu tidak pernah berhasil dia hangatkan.
Hingga suatu kali mabuk, Haris menekannya di atas ranjang, dan dalam kekalutan hasrat, mereka memiliki seorang anak.
Setelah kejadian itu, pria itu memberi Wendy sebuah vila, serta setuju gadis itu melahirkan anak tersebut. Satu-satunya syarat adalah anak itu tidak boleh memanggilnya ayah, dan di depan orang luar, Haris tetap berstatus lajang.
"Aku nggak mungkin menikahimu, buang saja harapan itu."
"Biaya membesarkan anak akan kuberikan, tapi jangan harap aku mengakui identitasnya. Aku nggak punya anak ini." 
Di kompleks perumahan institut pada tahun 80-an, semua orang menyadari bahwa Diana telah berubah.
Pukul enam pagi, dia tidak lagi bangun lebih awal untuk memasakkan bubur millet dan merebus telur bagi Yanto, tidak lagi menyetrika jas putih Yanto hingga tanpa satu lipatan pun.
Tepat tengah hari, dia tidak lagi seperti biasanya menunggu di depan gerbang institut penelitian, menenteng kotak makan berisi makanan hangat untuk sosok yang selalu datang terlambat itu.
Pukul sepuluh malam, dia tidak lagi menyalakan lampu dan duduk di depan jendela, lalu menunggu Yanto pulang kerja sekalipun sedang hujan.
Perubahan itu terus berlanjut selama seminggu penuh.
Pada malam ketujuh, pukul sepuluh lewat tiga puluh, Yanto mendorong pintu masuk rumah. Dia meletakkan berkas penelitian di tangannya, melepas mantel yang masih berbau laboratorium, lalu akhirnya menatap Diana yang sedang membaca di bawah lampu.
"Ada apa denganmu belakangan ini?" 




Aku kehilangan ingatan selama lima tahun. Ketika sadar, aku mendapati pria yang selama ini diam-diam kukagumi, Jason, telah menjadi suamiku.
Namun, dia sama sekali tidak memperlakukanku dengan baik.
Seluruh kelembutannya dia berikan kepada sahabat masa kecilnya. Bahkan ketika nyawaku berada di ambang bahaya, dia malah sibuk menemani sahabat masa kecilnya itu.
Semua orang mengatakan bahwa aku mencintai Jason setengah mati.
Bahkan jika pria itu memintaku menjadi budak bagi sahabat kecilnya, aku pun tidak akan menolak.
Sungguh menggelikan.
Aku sama sekali tidak mengingat orang semacam itu.
...
Aku tidak mengingat Jason, dia tidak memperlakukanku dengan baik, jadi wajar saja jika aku mengajukan perceraian.
Hanya saja kemudian, di tengah malam, pria itu mondar-mandir di depan rumahku dan enggan pergi.
"Sayang, bisa nggak kamu ... tatap aku sekali lagi?" 
Lampu sirene mobil polisi menyala di lokasi terjadinya kecelakaan beruntun malam itu.
Aku memegang papan klip dan berjalan menuju bagian belakang mobil yang rusak. Siapa sangka aku malah bertemu dengan mantan suamiku, Faris Lupito, dan putra kami, Daffin Lupito, di tempat seperti ini.
Daffin tertegun melihatku. Dia lalu menarik lengan baju Faris.
"Ayah, orang itu mirip banget sama Ibu."
Tanpa mendongak, Faris hanya menjawab sambil memeriksa pintu mobil.
"Ibumu di rumah, jangan asal bicara."
Tapi dia lalu menoleh.
Saat kami akhirnya saling pandang, seluruh tubuhnya membeku seketika.
Detik berikutnya, dia menerjang ke arahku. Dia mencengkeram pergelangan tanganku, lalu bertanya dengan napas yang masih tersengal, dan suara yang terdengar bergetar.
"Luna? Kamu ... masih hidup?"
Aku melepaskan cengkeramannya sambil mengerutkan kening. Kemudian mulai menulis lagi.
"Pak, aku sedang tugas. Tolong kerja samanya."
Ayah dan anak itu terdiam mematung di tempat. Mereka terdiam menatapku yang bersikap dingin.
Setelah selesai mengurus lokasi kejadian, aku kembali menaiki motorku dan hendak pergi.
Tapi dua orang itu malah mengejarku.
Daffin memanggil dengan suara pelan, "Ibu ... "
Faris menelan ludah. Dia terlihat tegang saat berkata.
"Luna, ingatanmu ... sudah kembali?"
Aku mengangguk, lalu menjawab dengan nada datar.
"Iya. Aku sudah pulih sejak ledakan lima tahun lalu." 
Untuk meredam sifat sombong dan keras kepala Natasha Wangsa, ayahnya meminta orang kepercayaannya, Ericko Dana, untuk mendidiknya.
Tentu saja Natasha tidak akan sudi tunduk pada perintah seorang pria yang hanya menjabat sebagai CEO di anak perusahaan ayahnya.
Jadi, Natasha pun mulai menyusun berbagai trik untuk memaksa Ericko menyerah.
Pada hari pertama bekerja, Natasha langsung menghancurkan Mobil Porsche milik pria itu.
Namun, Ericko hanya meliriknya sekilas dan berkata, "Catat kerusakannya. Pembayarannya akan diambil dari gaji Nona Natasha."
Pada hari kedua, Natasha mengganti materi presentasi rapat Ericko dengan video dewasa.
Raut wajah Ericko tidak berubah sedikit pun. Ericko langsung memaparkan seluruh isi rencana proyek tersebut secara lisan dengan sempurna. Pria itu berhasil mendapatkan proyek penting tersebut, hingga membuat semua orang terpukau.
Natasha tidak bisa menerima semua ini. Wanita itu akhirnya diam-diam memberikan obat perangsang ke dalam minuman Ericko di sebuah acara perjamuan, ingin mempermalukan pria itu di depan umum.
Namun, Natasha tidak pernah menyangka bahwa dia akan digendong masuk ke dalam kamar presidensial, hingga tubuhnya hampir hancur karenanya .... 


Ini adalah tahun ketiga pertunanganku dengan Oliver.Di depanku, dia terang-terangan mengejar seorang mahasiswi. Suatu ketika, aku memergokinya memangku mahasiswi itu dan menciumnya. Sambil tertawa dia berkata kepada teman-temannya, "Aku suka perempuan yang agak liar. Vica terlalu penurut."Namun, kemudian, paman Oliver yang seorang tentara tiba-tiba mengunggah foto di akun medsosnya. Oliver tentu saja heran karena pamannya itu terkenal pendiam dan tidak pernah tertarik dengan medsos. Akan tetapi, yang membuat Oliver terkejut adalah di foto itu, aku sedang memeluk dan mencium pamannya dengan mesra. Di foto itu, pamannya menambahkan status, "Pacarku ternyata liar juga."Oliver, dalam keadaan basah kuyup di tengah guyuran hujan pun bergegas mencariku. Pamannya yang membukakan pintu. Di lehernya terlihat bekas merah bekas ciumanku. Dengan nada tenang, dia berkata, "Oliver, kamu nggak bermaksud merebut pacarku, 'kan?" 


"Halo, saya mau urus imigrasi!"Fara Jilon berdiri di depan jendela sambil menyerahkan semua dokumen persyaratan yang sudah dia siapkan kepada seorang petugas di balik jendela.Tidak lama kemudian, si petugas pun mencap dokumen itu, lalu mengambil dan menyerahkan selembar dokumen lain kepada Fara."Bu, prosesnya berlangsung kurang lebih 15 hari. Mohon ditunggu."Fara mengangguk mengerti, lalu berbalik badan dan berjalan keluar. Akan tetapi, dia mendadak mendengar para pegawai di belakangnya sibuk bergosip sambil berbisik."Aku nggak salah lihat, 'kan? Kenapa Bu Fara mengurus imigrasi? Apa dia lagi bertengkar dengan Pak Kris?""Kalaupun ya, harusnya masalahnya nggak parah, 'kan? Pak Kris 'kan dikenal sebagai suami yang cinta mati dengan istrinya. Kenapa Bu Fara begitu keras kepala mau berpisah?""Ya, ya. Lima tahun lalu, Pak Kris mengadakan pesta pernikahan paling mewah dalam abad ini demi Bu Fara. Orang-orang yang nggak mengikuti berita terkini di sosial media sepertiku saja tahu soal itu. Terus, tiga tahun lalu Bu Fara mengalami kecelakaan mobil dan butuh donor darah. Pak Kris nggak memedulikan semua halangan dan rela mendonorkan sebagian besar darahnya sendiri hingga nyawa Bu Fara akhirnya berhasil diselamatkan. Lalu, tahun lalu Pak Kris juga mengerahkan semua media untuk mencari Bu Fara ke penjuru dunia, padahal Bu Fara baru menghilang selama satu jam. Sekarang Pak Kris pasti sudah seperti orang gila karena Bu Fara pergi begitu saja tanpa memberitahunya ...."Fara mengatupkan bibirnya mendengarkan pembicaraan orang-orang itu, tetapi sorot tatapannya yang mengejek dirinya sendiri tampak makin kentara.Ya, semua orang tahu betapa Kris mencintainya. 
Kakak perempuanku kabur dari pernikahannya dengan seenak hati. Sebagai gantinya, aku dikirim untuk melayani putra sulung keluarga kaya dari Kota Baruna, Stefan Baskoro.Namun, begitu kakakku kembali, aku langsung dibuang begitu saja.Selama tiga tahun ini, akulah yang menemani dan merawat pria itu. Selain itu, aku jugalah yang selalu dipermalukannya, dan dijadikan objek pelampiasannya.Aku sudah bersusah payah membuatnya jatuh cinta, dan sekarang kakakku ingin datang dan memetik hasilnya. Apa aku akan rela?Semua orang mengira aku sangat mencintainya, bahkan Stefan sendiri pun berpikir begitu.Namun, tepat di hari ketika dia melamarku dengan mewah, aku mengambil cincin itu dan melemparkannya ke wajahnya. Sambil tersenyum dingin dan dengan tanpa perasaan, aku berkata, "Cuma main-main, kenapa jadi dianggap serius?" 

Aku telah ditandai sebagai kekasih manusia serigala, Arga Sagara.Konon, wanita yang memiliki tanda itu memiliki makna istimewa bagi manusia serigala. Manusia serigala rela melakukan apa saja demi melindungi kekasih mereka, termasuk mengorbankan nyawa mereka.Pada malam bulan purnama, aku diserang oleh segerombolan drakula. Namun, Arga hanya diam menyaksikan aku disiksa sampai sekarat.Kepala pelayan manusia serigala berlutut memohon kepada Arga agar menyelamatkanku, tetapi Arga malah pergi sambil membopong seorang pejalan kaki yang jatuh pingsan.Arga hanya mengatakan."Selama tanda itu masih ada padanya, dia nggak akan mati."Saat di ambang kematian, aku menjual jiwaku kepada iblis untuk meredakan rasa sakit yang kurasakan.Namun, dari udara terdengar suara tawa dingin seseorang."Kalau mau menjual jiwa, setidaknya carilah pembeli yang mau membeli dengan harga paling mahal. Apa untungnya bertransaksi dengan iblis? Bagaimana kalau bertransaksi denganku saja?" 

"Nona asli atau bukan+Ilmuku membuat kalian malu, kisah cinta yang lemah"Setelah diusir oleh Keluarga Gunawan, Cindy Gunawan berubah menjadi nona kaya raya.Saat itu Keluarga Gunawan menyesal.Bahkan ingin menggunakan jasa membesarkan Cindy untuk meminta balasan banyak dari Keluarga Kusnadi.Cindy hanya tertawa dingin, lalu menggunakan satu jimat kejujuran untuk mengungkapkan niat jahat mereka.Ketika pria berengsek ingin datang meminta balikan.Cindy hanya menggunakan ilmunya untuk membalas dendam padanya.Kerabatnya memandang rendah dia, bahkan merasa Cindy membuat malu.Alhasil, Keluarga Sany datang memohon."Asalkan Master Cindy bersedia menolong putriku, kamu boleh meminta apa pun!"Keluarga yang biasanya ada dendam dengan Keluarga Kusnadi pun datang meminta bantuan."Dulu aku yang kurang ajar, asalkan Master Cindy mau membantu, kelak Pak Adrian akan menjadi kakakku!"Kemudian, adik sepupu yang sering mengatai orang pun menjadi pengikut Cindy.Bahkan berkata, "Ini adalah satu-satunya kakakku! Siapa yang berani memarahinya, aku akan memarahi seluruh keluarganya!"Keluarga Kusnadi baru tahu Cindy si wanita lemah itu ternyata master ilmu metafisika.Bisa menyingkirkan hantu, menggambar jimat, menolong orang, bahkan harus mengejar Aaron Christian.Ketika Cindy berkata, "Aku sangat sibuk."Aaron Christian inisiatif membantunya. "Nggak usah kejar, aku sudah menjadi milikmu, kok." 

Saat berusia 20 tahun, Elena menikah dengan Steven yang menderita autisme. Selama lima tahun pernikahan mereka, Steven seperti patung es yang tidak pernah bisa hangat. Pria itu menetapkan tiga aturan tanpa syarat untuknya, yaitu tidak boleh berbicara, tidak boleh menyentuh, apalagi berhubungan badan. Ketika gempa bumi melanda, Elena tanpa sadar melindungi Steven dengan tubuhnya. Namun, Elena hanya bisa menyaksikan sang suami melindungi gadis lain dengan hati-hati, lalu melarikan diri dari reruntuhan tanpa menoleh sedikit pun padanya. Elena terbangun di rumah sakit dengan tubuh penuh luka. Hal pertama yang dilakukannya adalah mencari Steven dengan terhuyung. Namun, tepat pada saat itu, Elena mendengar gadis itu membujuk dengan suara lembut, "Steven, aku hanya tergores sedikit saja, benar-benar nggak apa-apa. Istrimu sepertinya terluka parah ... apakah kamu nggak mau menjenguknya?" Setelah keheningan singkat, suara Steven yang dingin menusuk terdengar menembus pintu dengan jelas, "Aku nggak menyukainya. Hidup matinya juga nggak ada hubungannya denganku." Pada saat itu, hati Elena benar-benar mati rasa. Jadi, ketika Kakek Derin terburu-buru datang ke rumah sakit, Elena hanya menatapnya sambil mengajukan satu permintaan, "Kakek, tolong izinkan aku bercerai dengan Steven!" 
“Pa, Ma, aku setuju untuk kuliah ke luar negeri.” Saat mendengar putrinya akhirnya setuju, suara orang tuanya yang jauh di seberang lautan penuh dengan rasa syukur. “Selina anakku, akhirnya kamu setuju juga! Baiklah Nak. Kalau begitu Papa Mama akan segera mengatur semuanya! Jangan sedih begitu, dong! Sebulan lagi juga bertemu.” Namun, berbeda dengan suasana ceria orang tuanya, nada suara Selina terdengar berat. “Iya, Bu.” Setelah berbasa-basi sejenak, telepon pun terputus.Di luar jendela, gelap malam telah meneyelimuti bumi. Selina tidak menyalakan lampu, matanya yang kosong sedikit memerah. Usut demi usut, hari yang dinanti pun tiba, Selina akhirnya memulai perjalanan kuliah di luar negeri, akan tetapi rasa gundah tetap memenuhi hatinya. Mulai hari ini, Selina harus menghadapi kehidupan baru di negeri orang, ketidakpastian masa depan, dan jarak yang semakin melebar antara dirinya dan orang tua. Dalam hati, Selina mulai mempertanyakan: Apakah aku benar-benar siap menghadapi tantangan dan kehidupan baru di negeri antah berantah? 




Pada usia delapan belas tahun, Cynthia Tandri mengalami pelecehan seksual oleh seorang pria tak dikenal yang sedang mabuk.
Dia melapor ke polisi dan sambil menahan tekanan serta ketakutan yang luar biasa, dia bersikeras menyeret pria berlatar belakang kuat itu ke penjara.
Namun, bayang-bayang mimpi buruk itu terlalu dalam. Begitu dalam hingga selama beberapa tahun berikutnya, setiap kali ada pria yang mendekatinya sedikit saja, tubuhnya akan gemetar tak terkendali, disertai rasa mual, bahkan muntah.
Dia mengira hidupnya akan berakhir seperti itu, hancur, ternodai, tak lagi mampu mencintai atau menjalani hidup seperti orang normal.
Sampai akhirnya Stanley Permadi muncul.
Pemimpin keluarga paling berpengaruh di Kota Jinantara, justru menaruh perhatiannya pada gadis sederhana ini, yang bahkan menyimpan "noda" di masa lalunya, dan mulai membuka lembaran cinta padanya. 

Pada usia enam belas tahun, ayah Alisa Laurent meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Bahkan sebelum masa tujuh hari berkabung usai, ibunya telah membawanya menikah lagi dan bergabung dengan Keluarga Winata. Alisa menolak gagasan kehidupan baru yang selalu dibanggakan ibunya. Penolakan itu pula yang membuatnya sulit menerima kehadiran adik tiri, Andre Winata. Andre mengenakan kemeja putih berpotongan rapi, dengan semua kancing terpasang hingga ke bawah jakun. Sikapnya sangat tenang. Saat pertama kali bertemu sosok anak baik yang selalu dipuji ibunya, dorongan untuk mengusik citra sempurna itu justru bangkit dalam dirinya. Mengganggu Andre pun segera menjadi satu-satunya hiburan baginya di vila yang senyap itu. Dia melonggarkan dasi Andre yang selalu tertata tanpa cela, meninggalkan jejak kaki di sepatu putihnya, serta menempelkan permen karet pada halaman pembuka buku pelajarannya. Tindakan yang paling keterlaluan adalah ketika Alisa menggiring Andre untuk menguping percakapan ayah tiri dan ibunya di balik dinding kamar. Dia melihat ujung telinga Andre memerah, Alisa mendekat, lalu berbisik di telinganya. "Anak baik, apakah kamu tahu apa yang sedang mereka lakukan?" Andre seketika menepis tangan Alisa. Andre seketika menepis tangan Alisa. Napasnya memburu, dadanya naik turun menahan emosi. Di sorot matanya bergolak rasa malu, tersinggung, dan keterpojokan yang menyesakkan. 


Pria yang ditakuti seisi Janaira ternyata dijebak oleh neneknya sendiri dan dipaksa menikahi wanita yang sangat dibencinya!Sambil melemparkan surat perceraiannya, Zane Lucian berkata dengan nada dingin, "Cepat tanda tangani berkas ini!"Namun, Siena Kavi justru mengeluarkan surat perjanjian lain yang menyatakan bahwa dia baru bisa bercerai dari Zane setelah melahirkan anaknya!Zane marah besar dan berseru dengan tegas, "Kamu mau punya anak denganku? Mimpi!"Namun, Siena membalas dengan gumaman pelan, "Aku juga nggak mau punya anak denganmu!"Suatu hari, Siena menatap wajah dingin Zane dan bertanya, "Kamu yakin mau bercerai?"Zane pun mendengkus dan berkata dengan nada mencibir, "Apa aku terlihat mau mempertahankan pernikahan ini?"Dari raut wajahnya saja terlihat jelas bahwa dia menginginkan perceraian tersebut.Siena mengelus perutnya, lalu mengangguk seraya berkata, "Oke, ayo kita cerai!"Namun, Zane tampak gelisah dan berkata dengan tegas, "Tapi, aku nggak mau punya anak denganmu!"Siena pun hanya bisa tersenyum misterius mendengarnya.Sampai pada akhirnya, perceraian mereka berhasil dilakukan dan Siena pun pergi meninggalkan pria tersebut.Namun, Zane berhasil menemukannya, lalu memojokkannya di dinding sambil bertanya dengan penuh amarah, "Di mana anakku?"Siena tersenyum sinis, lalu menjawab dengan tenang, "Jangan mimpi! Aku nggak akan pernah mau melahirkan anakmu!" 