Semua

Sejak kecil Jane tinggal di Keluarga Harna, bahkan dimanjakan oleh Kevin Harna.Bisa dibilang, Kevin menemaninya melewati setiap pertama kalinya, juga saling menemai dan menyayangi selama belasan tahun.Jane mengira mereka saling suka, hanya tidak diungkapkan saja.Saat cinta pertama Kevin kembali, Jane baru tahu ternyata orang yang tak bisa dia lupakan adalah wanita itu, bukan dirinya.Melihat dia sekali demi sekali meninggalkan dirinya demi cinta pertama, Jane pun memilih keluar negeri.Tak disangka, malah diganggu oleh pria muda, bahkan melakukan pernikahan kilat.Setelah tahu Jane menikah, Kevin baru menyesal. "Bisakah kita mengulanginya lagi?" 


Setelah mengalami keguguran, Camelia Darian berubah menjadi sosok istri yang selama ini diidamkan oleh James Safran. Dia tidak lagi menceritakan momen kesehariannya, tidak lagi menelepon sepanjang malam saat suaminya tidak kunjung pulang. Bahkan ketika dijebak hingga harus berurusan dengan polisi, dia hanya menjawab dengan tenang bahwa dia tidak memiliki keluarga saat pihak kepolisian memintanya memanggil keluarganya sebagai penjamin agar bisa bebas. Kemudian, dia menjalani masa penahanan selama satu minggu tanpa bantahan. Tujuh hari kemudian, di suatu senja, gerbang besi kantor polisi berdenting terbuka. Baru saja Camelia menuruni anak tangga, sebuah mobil Maybach hitam mendadak berhenti tepat di hadapannya. Pintu terbuka, lalu James turun dengan setelan jas khususnya yang sempurna. Pria itu tampak jangkung dan tegap, tetap memancarkan aura dingin yang mulia, serta pesona yang tenang. Dia tampak seperti rembulan yang agung, tetapi tidak tersentuh. 
Pada tahun ketika dia paling mencintai Javi, Javi dan putranya justru menjebloskannya ke penjara demi wanita lain.
Dreya menderita siksaan berat di balik jeruji, tetapi yang dia dapat hanyalah kata-kata dingin dari Javi, "Kenapa kamu nggak mati saja di penjara?"
Bahkan putranya, darah dagingnya sendiri, memandangnya dengan jijik sambil berkata, "Ibu menjijikkan! Tante Yevani sebaik itu, tapi kamu tega menyakitinya!"
Selama tiga tahun di penjara, tidak hanya tubuh dan jiwanya dipenuhi luka, dia juga nyaris kehilangan nyawa.
Keluar dari penjara, dia sadar sepenuhnya. Kekecewaan mendalam terhadap suami dan anak yang kejam itu, membuatnya dengan tegas mengajukan cerai, lalu memfokuskan diri sepenuhnya ke dunia bisnis.
Kemudian, pria paling terkenal di kalangan elite di Kota Verdia mengejarnya tanpa henti. Sementara Javi seperti orang gila, membawa Yovano, putra mereka, berlutut di depan pintu rumahnya sambil memohon, "Reya, beri aku satu kesempatan lagi, ya?" 


Dokter yang baru kembali ke negara asalnya, Celine Kurnia, bertaruh dengan rekan sesama dokter bahwa dia bisa menyelesaikan operasi bypass jantung hanya dengan satu tangan.
Namun operasi itu gagal. Merasa malu, Celine langsung melempar alat bedah dan lari keluar dari ruang operasi.
Ibu Nadine justru jatuh koma dan tidak bisa bangun akibat kesalahannya.
Kakak Nadine, yang merupakan seorang pengacara, menggugat Celine. Namun hanya dalam dua hari, izin praktik hukumnya dicabut, dan dia dipenjara selama tiga tahun atas berbagai tuduhan seperti pemalsuan bukti, penyuapan, dan pencemaran nama baik.
Dia mengajukan laporan dengan identitas asli, namun justru data pribadinya disebarkan ke publik, membuatnya menjadi target serangan dan gangguan dari para netizen.
Sosok yang berada di balik semua ini adalah Gian Santoso, suami Nadine yang sudah menikah dengannya selama tujuh tahun. Dia adalah pria berkuasa yang pengaruhnya mencengkeram seluruh ibu kota. 
Pada usia enam belas tahun, ayah Alisa Laurent meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Bahkan sebelum masa tujuh hari berkabung usai, ibunya telah membawanya menikah lagi dan bergabung dengan Keluarga Winata. Alisa menolak gagasan kehidupan baru yang selalu dibanggakan ibunya. Penolakan itu pula yang membuatnya sulit menerima kehadiran adik tiri, Andre Winata. Andre mengenakan kemeja putih berpotongan rapi, dengan semua kancing terpasang hingga ke bawah jakun. Sikapnya sangat tenang. Saat pertama kali bertemu sosok anak baik yang selalu dipuji ibunya, dorongan untuk mengusik citra sempurna itu justru bangkit dalam dirinya. Mengganggu Andre pun segera menjadi satu-satunya hiburan baginya di vila yang senyap itu. Dia melonggarkan dasi Andre yang selalu tertata tanpa cela, meninggalkan jejak kaki di sepatu putihnya, serta menempelkan permen karet pada halaman pembuka buku pelajarannya. Tindakan yang paling keterlaluan adalah ketika Alisa menggiring Andre untuk menguping percakapan ayah tiri dan ibunya di balik dinding kamar. Dia melihat ujung telinga Andre memerah, Alisa mendekat, lalu berbisik di telinganya. "Anak baik, apakah kamu tahu apa yang sedang mereka lakukan?" Andre seketika menepis tangan Alisa. Andre seketika menepis tangan Alisa. Napasnya memburu, dadanya naik turun menahan emosi. Di sorot matanya bergolak rasa malu, tersinggung, dan keterpojokan yang menyesakkan. 
Melisa memiliki pernikahan yang tampak sempurna, sesuatu yang membuat banyak orang iri. Suaminya, Juna Doreno, mencintainya dengan dalam, seolah-olah dunia hanya berputar untuknya.Namun pada hari ketika dia mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung, seluruh dunianya runtuh. Melisa akhirnya tahu bahwa selama dua tahun terakhir, Juna telah berselingkuh.Yang paling menyakitkan, wanita itu bukan orang asing. Melainkan Fanny, perempuan yang dulu pernah menindas dan mempermalukannya semasa kuliah, sekarang menjadi orang ketiga dalam pernikahan mereka. Bahkan, Juna dan Fanny telah memiliki sepasang anak kembar yang sehat dan lucu.Fanny terus menyerangnya dengan hinaan dan provokasi. Juna, yang dulu bersumpah takkan menyakitinya, justru berulang kali berbohong hanya untuk bisa menemui wanita itu diam-diam.Melisa yang hancur memilih untuk membalas. Dia menggugurkan kandungan yang baru diketahui itu dan mulai menyusun rencana kematian palsu agar bisa menghilang dari kehidupan Juna untuk selamanya.Sebelum pergi, Melisa meninggalkan surat keterangan aborsi dan semua bukti perselingkuhan Fanny sebagai "hadiah perpisahan". Dia meninggalkannya untuk Juna, dan berpesan agar baru dibuka beberapa hari kemudian. 

Di kalangan sosialita, Luna Suwira selalu dikenal sebagai perempuan paling suci.
Julukan itu sudah beredar selama enam tahun.
Alasannya sederhana, dia sudah menikah dengan Charlie Sinatriya, si "pangeran dingin" dari dunia hukum selama tiga tahun, namun sampai sekarang masih belum pernah disentuh.
Charlie punya masalah kebersihan yang parah, sampai level yang membuat orang tercengang.
Selama tiga tahun pacaran dan tiga tahun menikah, dia menolak semua bentuk kedekatan fisik. Tidak memeluk, tidak mencium, apalagi tidur bersama.
Luna dulu tidak percaya begitu saja. Dia tetap nekat mencoba, seribu kali menggoda, dan seribu kali pula gagal.
Dia sempat mengira begitulah diri Charlie, dingin, berwibawa, tak tersentuh oleh dunia. 


Kakak sepupuku membeli sebuah rumah bekas dengan harga sangat murah. Awalnya dikira dia untung besar, tapi tidak disangka kejadian aneh mulai bermunculan.
Setelah ditempati dua bulan, anak sepupuku selalu bilang ada orang di bawah ranjangnya.
Setelah ditempati empat bulan, istri kakak sepupu mencukur rambut dan pergi menjadi biksuni. Lalu tidak pernah bicara lagi.
Setelah ditempati enam bulan, kakak sepupuku menghilang dan sampai sekarang tidak diketahui kabarnya.
Karena tidak ada yang membayar cicilan, rumah itu disita dan dilelang, harganya turun lagi sampai setengahnya. Ibuku melihat ada kesempatan untung, jadi diam-diam membayar uang muka. Dia berencana merenovasinya dan menjadikannya sebagai rumah pengantin untukku.
Aku selalu merasa tidak nyaman, bahkan setelah direnovasi aku juga jarang ke sana.
Hari ini, tanggal 15 bulan tujuh kalender lunar, aku benar-benar tidak punya tempat tujuan, jadi terpaksa menginap semalam di rumah itu. Namun aku menemukan sebuah perekam suara yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Begitu kutekan tombol play, suara sepupuku yang bergetar ketakutan terdengar dari dalamnya.
"Griffin, Griffin tolong aku, aku terjebak di rumah ini!" 

Saat aku berusia 16 tahun, ibuku akhirnya bunuh diri karena merasa tersudut oleh selingkuhan ayahku. Aku jadi tidak punya rumah dan terpaksa tinggal bersama Keluarga Jonel.Rivano Jonel yang masih remaja itu mendengarkan ceritaku tentang betapa keterlaluannya selingkuhan dan anak haram ayahku dengan mata berkaca-kaca, lalu mengepalkan tangannya dan berkata dengan lebih marah daripada aku."Milea, tenang saja. Kalau nanti aku bertemu dengan ibu dan anak sialan itu, pasti akan kuberi mereka pelajaran!"Setelah itu, dia benar-benar bertemu dengan anak haram ayahku.Mereka bercumbu dengan penuh gairah di atas ranjang.Rivano benar-benar melupakan amarahnya saat masa muda. Dia merapikan pakaiannya yang berantakan dengan tenang dan berkata padaku yang matanya sudah berkaca-kaca."Adikmu cukup mirip denganmu, tapi dia jauh lebih genit darimu. Kamu harus belajar darinya."Saat itulah, aku baru menyadari bahwa pemuda yang selalu menemaniku ini entah sejak kapan sudah menjadi pria berengsek.Setelahnya, di hari pernikahanku dengan pamannya, Rivano menarikku dengan mata yang berkaca-kaca dan terus menuntut penjelasan."Milea, kamu jelas-jelas adalah tunanganku! Milikku! Kenapa kamu malah menikah dengan orang lain!" 


Olivia Merita menjual dirinya sendiri.Dengan imbalan dua puluh miliar, dia sengaja mendekati putra tunggal Keluarga Furan di Kota Mitan yang terkenal anti menikah, demi memberi Keluarga Furan seorang pewaris.Setelah setengah tahun menjadi sekretaris pria itu, akhirnya Olivia menaklukkan pria dingin dan gila kerja itu ketika mabuk.Namun setelah bergulat semalaman, barulah dia sadar kalau dirinya tidur dengan orang yang salah.Pria di hadapannya bukan putra tunggal Keluarga Furan, Marco Furan, melainkan paman Marco, Marcello Furan....Kini, hanya ada dua pilihan di hadapannya.Pertama, membayar denda pelanggaran yang jumlahnya sangat besar pada Keluarga Furan sesuai ketentuan kontrak.Atau ....Dia harus menggoda Marco secara terang-terangan di depan Marcello....Ketika didorong ke dinding oleh pria yang sudah kehilangan kesabaran, Olivia berkata."Pak Marcello, tolong dengarkan penjelasanku. Aku memilih jalan kedua karena nggak punya uang!" 
"Nona Nindya, hasil pemeriksaan menunjukkan Anda mengidap kanker pankreas stadium akhir. Kondisinya kurang begitu baik. Jika Anda menolak pengobatan, kemungkinan hidup Anda nggak sampai satu bulan lagi. Apa Anda yakin nggak mau menjalani perawatan? Apa suami Anda juga sudah setuju?"
"Aku yakin ... dia akan setuju."
Setelah menutup telepon dokter, aku menatap sekeliling rumah yang kosong, rasa perih di hatiku tak tertahan lagi.
Kukira selama ini hanya sakit lambung lama yang kambuh, tak disangka ternyata kanker.
Aku menghela napas, lalu memandang foto berbingkai di atas meja.
Di dalam foto, Jensen Setiawan yang berusia delapan belas tahun menatapku dengan penuh perhatian.
Bertahun-tahun telah berlalu, namun aku masih mengingat hari itu dengan jelas. Kelopak bunga putih berguguran, menempel di rambut kami dan Jensen tersenyum sambil bertanya, apakah ini sudah bisa disebut menua bersama? 


"Nona Sheila, kami sudah membuat kesalahan. Penerima transplantasi jantung pacarmu bukanlah CEO Grup Boris, melainkan orang lain. Orang itu sekarang berada di Vatera." Suara si penelepon penuh dengan penyesalan.Sheila terdiam lama sebelum akhirnya berbicara, di tengah ketidakpastian dan detak jantung yang gelisah dari orang di ujung sana."Oke, aku mengerti."Tepat saat Sheila menekan tombol mengakhiri panggilan, pintu kamar terbuka dengan keras. Diego masuk dengan wajah sangat gelisah. Begitu melihat Sheila, dia langsung meraih tangannya dan menariknya keluar."Ikut aku keluar sebentar!"Tanpa penjelasan apa pun, Sheila ditarik dengan paksa ke dalam mobil oleh Diego. Sepanjang jalan, mobil melaju dengan kecepatan tinggi, menerobos banyak lampu merah. Yang terdengar hanyalah suara deru angin bercampur deru mesin.Jemari Diego terus menghasilkan suara ketukan yang halus di atas setir, menunjukkan betapa gelisahnya dia saat ini. 
Tahun ketiga pernikahan mereka adalah tahun paling intens dalam pertengkaran mereka.
Pada hari ulang tahun pernikahan mereka, Selina Darma menunjukkan bukti sperma di dalam dirinya dan melaporkan William Tanjaya ke polisi.
"Halo, aku melaporkan William atas pemerkosaan!"
Di kantor polisi, William, berpakaian rapi dengan setelan jas, ujung jarinya berlumuran darah, memancarkan aura kendali penuh bahkan di balik jeruji besi.
Para petugas polisi mendekat, melirik malu-malu ke pengacara yang berdiri di sampingnya.
"Pak William, bagaimana kamu menyelesaikan masalah ini?"
Hati Selina menjadi takut. Mereka bertanya kepada William bagaimana menyelesaikan masalah ini, bukan bagaimana menghadapi William.
William mengangkat alisnya, senyumnya menawan dan berdiri untuk memegang dagu Selina.
"Lina, kamu benar-benar sudah melakukan segala cara untuk menjebakku."
"Tapi Lina, bagaimana kamu bisa berbohong terang-terangan? Saat kamu memberikan segalanya di ranjang, kamu nggak sekejam ini." 
Di rumah hantu udara dingin berhembus, suara efek menyeramkan.
Aku pura-pura takut, dan menempel ke orang di sampingku.
"Kak, temani aku jalan, ya."
Sampai lampu menyala, aku baru tahu ternyata orang itu mantan suamiku, Harris Bintara.
Teman-temannya tertawa, sekelompok pria dan wanita menatap diriku dengan tatapan penuh penilaian.
"Pantas saja disebut spesialis jadi selingkuhan, panggil 'Kak' saja bikin orang lemas."
"Dulu goda paman jadi suami, bikin Harris jatuh, sekarang masih berani nempel lagi?"
"Mana bisa dibandingkan dengan kakaknya, Elina Asera, putri sah dari keluarga terhormat!"
Putri sah?
Dua kata itu nyaris membuatku tertawa.
Mereka tidak tahu, akulah putri sah yang ditukar oleh ayah kandungku sendiri.
Namun, semua itu sudah tidak penting.
"Ini hanya permainan kecil antara aku dan suamiku," ucapku dengan nada datar.
Harris menjauhkan dirinya dariku.
"Vina, sekarang aku ini kakak iparmu, jaga sikapmu," ucapnya dengan nada sedingin es.
Aku mundur dua langkah, lalu tersenyum sempurna.
"Pak Harris salah ingat, aku nggak pernah punya kakak."
"Dan soal tadi ... "
Mataku menyapu wajah Harris yang sedikit kaku, lalu aku menambahkan pelan.
"Aku cuma salah orang saja." 

Karen sudah menjadi penjilat Charles selama sepuluh tahun, bahkan menemani Charles dari bukan siapa-siapa menjadi sukses, hanya saja semua ini tidak bisa dibandingkan dengan Yuri.Akhirnya Karen putus asa dan memutuskan untuk berkarier lagi.Entah itu dokter genius, peretas top, pengacara terkenal, operator game terbaik, desainer terkenal, aktris terkenal ... semuanya adalah dia!Bahkan hebat dalam membalas dendam pada pria dan wanita berengsek.Charles dari atas melihat Karen, "Karen, kamu sudah punya hak menjadi wanitaku."Tiba-tiba Harvey menendangnya, "Apa hakmu sampai menodai wanitaku?"Charles langsung ketakutan. "Pak ... Pak Harvey?!"Harvey mengangkat dagu Karen dengan lembut, bahkan berkata dengan nada tidak senang, "Karen, lagi-lagi tebar pesona di luar, ya?"Wajah Karen langsung memucat. Namun, begitu mau kabur, dia sudah digendong oleh Harvey. 





Yohana selalu percaya, perasaan tulus seorang pria terhadap seorang wanita itu tidak bisa dipalsukan.Saat menikah dengan Gilbert dan bersama-sama menyambut kehadiran anak mereka, pria itu tampak sempurna. Dari ujung rambut hingga ujung kaki, dia seperti pria yang mencintainya sepenuh hati, suami idaman setiap wanita.Namun, saat Yohana menyerahkan segalanya, yang dia dapatkan hanyalah sebuah dokumen perceraian.Suaminya yang dulu lembut kini menatapnya dengan dingin, seakan cinta itu tak pernah ada.Anaknya yang dulu manis dan patuh, kini tidak lagi mengakuinya sebagai ibu.Semua kebahagiaan yang selama ini dia rasakan, ternyata hanya sebuah ilusi, rekayasa sempurna dari seorang pria.Empat tahun setelah perceraian.Gilbert bertemu Yohana lagi. Namun, kali ini dirinya melihat mantan istrinya tidak sendiri, ada seorang anak perempuan kecil yang manis.Rasa bersalah, penyesalan, dan kecemburuan tumbuh liar di hatinya, memenuhi setiap sudut hingga Gilbert tak mampu berpikir jernih.Dia memeluk putra mereka erat-erat, matanya memerah karena menahan emosi. Dengan suara bergetar, dia memohon, "Hana ... anak kita merindukanmu. Pulanglah ... tolong, temui dia sekali saja."(Karma seorang ayah dan hubungan yang hancur.) 
Aku kehilangan ingatan selama lima tahun. Ketika aku bangun, aku menemukan bahwa Indra, pria yang sudah lama aku taksir, telah menjadi suamiku.Namun, dia sama sekali tidak baik kepadaku. Semua kelembutannya diberikan kepada sahabat masa kecilnya, bahkan ketika aku berada dalam bahaya, dia hanya peduli pada teman kecilnya.Semua orang bilang, aku sangat mencintainya. Bahkan jika Indra memintaku untuk menjadi budak bagi teman masa kecilnya, aku tidak akan menolak.Lucu sekaliAku sama sekali tidak mengingat orang itu.... Aku tidak ingat Indra, ditambah lagi dia juga tidak bersikap baik padaku, jadi sudah sepantasnya aku mengajukan perceraian.Hanya saja kemudian, dia berkeliaran di depan rumahku saat larut malam, dan tidak mau pergi untuk waktu yang lama."Citra, bisakah kamu ... menemuiku sekali lagi?" 

Lima tahun saling mencintai, tiga tahun pernikahan, Nayara Santosa mengira seumur hidupnya pasti akan menua bersama Elvano Atmadja.Bahkan ketika kabar kecelakaan pesawat Elvano datang, dia masih merasa hidup atau mati takkan mampu menghalangi mereka, hidup bersama, mati pun tetap bersama.Hingga akhirnya, dia mendapati Elvano tidak mati, melainkan menjadi suami orang lain.Dia dengan tegas melepaskan cintanya, mengakhiri sendiri kisah cinta yang konyol ini dan menerima perjodohan keluarga.Putra sulung Keluarga Herdiana yang terhormat di Jayautara menikahi seorang wanita yang pernah menikah sebelumnya. Kalangan kelas atas heboh, semua orang kaget dan ramai membicarakannya.Bahkan Nayara mengira Alestan Herdiana hanya karena memiliki penyakit tersembunyi, jadi asal-asalan menikahinya.Keluarga Herdiana memberi apa yang dia inginkan, dia juga harus membalas dengan menjaga martabat Alestan.Nayara berkata penuh pengertian, "Kalau kamu memang nggak bisa, kita bisa mengadopsi anak. Aku bisa bersembunyi untuk sementara, lalu aku bilang ke luar itu anak kandung kita."Alestan merangkul pinggangnya, "Kalau mau anak, katakan saja. Untuk apa Nyonya Nayara berputar-putar begitu?"Di lingkaran pertemanan Alestan, semua orang bergosip. Bukannya hidup enak sebagai tuan muda kaya, malah merendahkan diri demi cinta.Alestan sama sekali tidak peduli, bahkan tersenyum meremehkan, "Apa salahnya jadi orang yang berkorban demi cinta? Pada akhirnya, akulah yang memperoleh segalanya!"Mereka mentertawakannya karena rela merendahkan diri, bahkan merasa bangga. Hanya saja, mereka tak tahu betapa pahitnya cinta diam-diam dan betapa sulitnya meraihnya! 
[Pak Stefano, perjanjian perceraian ini sah. Setelah ditandatangani, hubungan pernikahan akan otomatis berakhir dalam satu bulan.]
Stefano Ferdian duduk di depan komputer, berkonsultasi dengan layanan bantuan hukum. Setelah mendapat jawaban yang diinginkannya, dia mengucapkan terima kasih lalu keluar dari jaringan.
Dengan langkah terpincang-pincang, dia membuka pintu. Setumpuk foto jatuh dari atas pintu, ujungnya yang tajam menggores pipinya. Stefano menatap foto keluarga itu tanpa ekspresi.
Istrinya, Wenny Subrata, tersenyum bahagia, memperlihatkan kelembutan yang tak pernah dia lihat sebelum mereka menikah.
Anak yang dia besarkan selama lima tahun, Zian, tampak begitu bahagia, seolah kebahagiaannya itu hampir meluap.
Ironisnya, dalam foto keluarga yang disebut-sebut itu, pria yang berdiri di tengah bukan Stefano, melainkan mantan kekasih Wenny, Sandy Winarto.
Jelas ini ulah Zian. Sejak setengah tahun lalu, setelah Sandy kembali ke negara ini, keberadaan Stefano di rumah ini terasa makin tidak berarti. 




Aku kehilangan ingatan selama lima tahun. Ketika sadar, aku mendapati pria yang selama ini diam-diam kukagumi, Jason, telah menjadi suamiku.
Namun, dia sama sekali tidak memperlakukanku dengan baik.
Seluruh kelembutannya dia berikan kepada sahabat masa kecilnya. Bahkan ketika nyawaku berada di ambang bahaya, dia malah sibuk menemani sahabat masa kecilnya itu.
Semua orang mengatakan bahwa aku mencintai Jason setengah mati.
Bahkan jika pria itu memintaku menjadi budak bagi sahabat kecilnya, aku pun tidak akan menolak.
Sungguh menggelikan.
Aku sama sekali tidak mengingat orang semacam itu.
...
Aku tidak mengingat Jason, dia tidak memperlakukanku dengan baik, jadi wajar saja jika aku mengajukan perceraian.
Hanya saja kemudian, di tengah malam, pria itu mondar-mandir di depan rumahku dan enggan pergi.
"Sayang, bisa nggak kamu ... tatap aku sekali lagi?" 

Mega Yarina adalah seorang dokter forensik, sedangkan suaminya, John Kirton, adalah raja bisnis yang sangat berkuasa di Kota Jinberon. Dulu, John jatuh cinta pada Mega pada pandangan pertama dan mengejarnya selama dua tahun penuh, dengan segala kelembutan dan kesabaran, akhirnya berhasil menikahi dokter forensik yang tenang, rasional, dan sangat profesional ini. Kisah mereka sempat menjadi buah bibir. Namun, siapa sangka, hanya dalam waktu tiga tahun pernikahan, hati John sudah beralih kepada anak magang yang Mega bimbing, Sandra Jirnan. Adik laki-laki Sandra memerkosa dan membunuh adik perempuan Mega hingga tewas. Sebagai dokter forensik, Mega sendiri yang memeriksa luka-luka adiknya. Memar dan luka sobekan di sekujur tubuhnya nyaris membuat pertahanan mental Mega hancur di tempat. Mega bersumpah akan menuntut keadilan demi adiknya! Namun, bukti-bukti yang Mega kumpulkan lenyap tak berbekas keesokan harinya; berkas gugatan yang diajukan pun hilang satu per satu bagai ditelan bumi. 
Lampu sirene mobil polisi menyala di lokasi terjadinya kecelakaan beruntun malam itu.
Aku memegang papan klip dan berjalan menuju bagian belakang mobil yang rusak. Siapa sangka aku malah bertemu dengan mantan suamiku, Faris Lupito, dan putra kami, Daffin Lupito, di tempat seperti ini.
Daffin tertegun melihatku. Dia lalu menarik lengan baju Faris.
"Ayah, orang itu mirip banget sama Ibu."
Tanpa mendongak, Faris hanya menjawab sambil memeriksa pintu mobil.
"Ibumu di rumah, jangan asal bicara."
Tapi dia lalu menoleh.
Saat kami akhirnya saling pandang, seluruh tubuhnya membeku seketika.
Detik berikutnya, dia menerjang ke arahku. Dia mencengkeram pergelangan tanganku, lalu bertanya dengan napas yang masih tersengal, dan suara yang terdengar bergetar.
"Luna? Kamu ... masih hidup?"
Aku melepaskan cengkeramannya sambil mengerutkan kening. Kemudian mulai menulis lagi.
"Pak, aku sedang tugas. Tolong kerja samanya."
Ayah dan anak itu terdiam mematung di tempat. Mereka terdiam menatapku yang bersikap dingin.
Setelah selesai mengurus lokasi kejadian, aku kembali menaiki motorku dan hendak pergi.
Tapi dua orang itu malah mengejarku.
Daffin memanggil dengan suara pelan, "Ibu ... "
Faris menelan ludah. Dia terlihat tegang saat berkata.
"Luna, ingatanmu ... sudah kembali?"
Aku mengangguk, lalu menjawab dengan nada datar.
"Iya. Aku sudah pulih sejak ledakan lima tahun lalu."