Semua

Di kalangan sosialita, Luna Suwira selalu dikenal sebagai perempuan paling suci.
Julukan itu sudah beredar selama enam tahun.
Alasannya sederhana, dia sudah menikah dengan Charlie Sinatriya, si "pangeran dingin" dari dunia hukum selama tiga tahun, namun sampai sekarang masih belum pernah disentuh.
Charlie punya masalah kebersihan yang parah, sampai level yang membuat orang tercengang.
Selama tiga tahun pacaran dan tiga tahun menikah, dia menolak semua bentuk kedekatan fisik. Tidak memeluk, tidak mencium, apalagi tidur bersama.
Luna dulu tidak percaya begitu saja. Dia tetap nekat mencoba, seribu kali menggoda, dan seribu kali pula gagal.
Dia sempat mengira begitulah diri Charlie, dingin, berwibawa, tak tersentuh oleh dunia. 
Setelah aku hamil, aku dijebak oleh adik angkat dan suamiku, hingga mati dengan perut dibedah dan tubuh dipotong-potong.
Begitu mati, rohku terikat dengan mereka.
Tak seorang pun mencintaiku saat aku masih hidup.
Bahkan setelah mati, aku hanyalah hantu pengembara.
Namun, ada seorang pria yang tanpa ragu membalaskan dendamku.
Aku melihat pria itu meneteskan air mata untukku.
Ketika terlahir kembali, aku mendatanginya.
Akan tetapi, orang-orang yang tak mencintaiku itu menyesal.
Mereka mengatakan mereka mencintaiku.
Larut malam, Dion Abrian membenamkan kepalanya di leherku. Napasnya yang hangat sangat agresif.
"Tiara, bilang kamu cinta aku."
"Bilang kamu nggak akan hilang lagi."
Aku mengulangi perkataan itu.
"Aku nggak mau mereka lagi. Aku hanya mau kamu."
Aku hanya menginginkan dirimu, yang tetap mencintaiku dengan bergelora saat seluruh dunia tak lagi mencintaiku. 
Operasi transplantasi ginjal yang akan dilakukan Lana Sudiro untuk putranya akan segera dimulai.Operasi kali ini sangat sulit, karena ginjal yang akan ditransplantasikan berasal dari tubuhnya sendiri.Operasi berjalan sangat sukses.Saat dia bersiap membagikan kabar gembira itu kepada suaminya, Jodi Kusuma, yang sedang menunggu di ruang sebelah, melalui celah pintu, dia justru melihat pria itu sedang berpelukan mesra dengan dokter magang yang bekerja di bawahnya."Kak Jodi, operasi ini nggak akan ada masalah apa-apa, 'kan? Kalau anak kita kenapa-kenapa bagaimana? Andai saja aku bisa mendonorkan ginjalnya, paling nggak nyawa anak kita nggak akan bergantung pada orang lain."Lana terpaku di tempat.Apa maksudnya "anak mereka"?Dia baru hendak menerobos masuk untuk menuntut penjelasan.Namun, detik berikutnya dia melihat pria itu memeluk Wendy dengan tatapan penuh rasa sayang. "Jangan khawatir, sejak Lana mengalami kecelakaan mobil dan kehilangan ingatan, dia tiba-tiba punya seorang anak, dan dia sama sekali nggak curiga, dan selalu menganggap Hans sebagai anaknya sendiri. Dia pasti akan berusaha sebaik mungkin dalam operasi ini. Lagi pula, dulu kamu kehilangan satu ginjal demi menyelamatkan aku, dan aku terpaksa menikahinya agar dia mau menukar ginjalnya demi anak kita. Itu sangat adil." 


Pada malam itu, karena kejadian tak terduga, Clara melakukan sebuah kesalahan yang menyeretnya berurusan dengan seorang pria berkedudukan tinggi.Demi mendapatkan saham Grup Lesmana, dia menawarkan diri menikah dengan pria itu, namanya Ivan Sanjaya.Ivan berkata dengan angkuh, "Aku nggak keberatan menikah denganmu, tapi hubungan kita hanya sebatas pernikahan kontrak."Setelah keduanya sepakat untuk menikah, mereka langsung mengurus pendaftaran pernikahan.Begitu masa kontrak pernikahan mereka berakhir, Clara menyodorkan surat cerai."Pak Ivan, masa kontrak kita sudah berakhir."Ivan tiba-tiba menjadi panik.Sejak itu, Ivan terus menghindar dari Clara.Melihat Ivan terus mengulur waktu, Clara mulai kehilangan kesabaran."Ivan, sebenarnya apa yang kamu inginkan?"Ivan memeluknya sambil memohon, "Clara, kita nggak usah cerai, ya?" 
Vanya Angkara dikenal sebagai sosok yang memesona. Senyum di bibir merahnya begitu menawan, dan tatapan matanya penuh daya pikat.
Sementara Kresna Tiranta adalah pewaris elite keluarga terpandang. Sosoknya dingin, berjarak, disiplin, bagaikan bunga di puncak gunung yang tak tersentuh.
Tak ada yang menyangka, dua sosok yang begitu berlawanan ini justru larut dalam gairah tersembunyi. Mereka bergumul liar di kursi belakang Maybach saat malam sunyi, kehilangan kendali di kamar mandi acara amal, hingga di depan jendela tinggi sebuah kebun anggur pribadi, sampai kaki mereka lemas.
Setelah melalui satu malam penuh gairah, terdengar suara gemercik air dari kamar mandi.
Vanya bersandar di ranjang, lalu menghubungi ayahnya, Dirga Angkara.
"Aku bersedia menikah dengan pewaris dari Kota Altara yang katanya sekarat itu untuk penolak bala. Tapi aku punya satu permintaan." Terdengar nada bahagia di seberang telepon yang tak bisa disembunyikan. [Katakan saja! Selama kamu mau menikah, Ayah akan menyetujui apa pun.] Kemudian, Vanya menjawab, "Kita bicarakan saat aku pulang." Suaranya terdengar lembut, namun matanya dingin dan kosong.
Dia mengakhiri panggilan. Saat hendak bangkit untuk berpakaian, pandangannya tanpa sengaja tertuju pada laptop milik Kresna di samping.
Layar WhatsApp masih menyala, dan ada pesan terbaru berasal dari seorang gadis dengan nama kontak "Calia".
[Kresna, ada petir ... aku takut.] Ujung jari Vanya bergetar pelan.
Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, dan Kresna melangkah keluar.
Butiran air meluncur di sepanjang tulang selangkanya, dan dua kancing kemejanya terbuka santai. Ketenangan dingin yang biasanya dia miliki kini diselipi kesan malas yang berbahaya.
"Ada urusan kantor. Aku pergi dulu," katanya sambil mengambil jas, suaranya tetap datar dan dingin.
Bibir Vanya terangkat tipis, senyumnya samar namun tajam. "Urusan kantor, atau mau menemui cinta pertamamu?" 
"Nona Nindya, hasil pemeriksaan menunjukkan Anda mengidap kanker pankreas stadium akhir. Kondisinya kurang begitu baik. Jika Anda menolak pengobatan, kemungkinan hidup Anda nggak sampai satu bulan lagi. Apa Anda yakin nggak mau menjalani perawatan? Apa suami Anda juga sudah setuju?"
"Aku yakin ... dia akan setuju."
Setelah menutup telepon dokter, aku menatap sekeliling rumah yang kosong, rasa perih di hatiku tak tertahan lagi.
Kukira selama ini hanya sakit lambung lama yang kambuh, tak disangka ternyata kanker.
Aku menghela napas, lalu memandang foto berbingkai di atas meja.
Di dalam foto, Jensen Setiawan yang berusia delapan belas tahun menatapku dengan penuh perhatian.
Bertahun-tahun telah berlalu, namun aku masih mengingat hari itu dengan jelas. Kelopak bunga putih berguguran, menempel di rambut kami dan Jensen tersenyum sambil bertanya, apakah ini sudah bisa disebut menua bersama? 



Aku dan sahabatku ditipu untuk pergi ke klub penyewaan istri di Negara Tawana.
Hanya dengan 6 juta, kami bisa disewa sebagai istri selama sehari.
Ketika polisi datang bersama Keluarga Sanjaya ....
Sekarang aku sudah menjadi primadona di klub itu, sedang berada di atas seorang pengusaha kaya berkulit gelap sambil menghitung uang.
Sahabatku, Renita Sanjaya, terbaring di ruang bawah tanah, hamil tua dan dalam kondisi koma.
Keluarga Sanjaya menawarkan hadiah 100 miliar untuk menemukan pelaku yang menjual kami ke Negara Tawana.
Namun, aku satu-satunya orang yang tahu kebenarannya, memilih untuk tetap diam.
Ibu Renita berlutut, memohon aku untuk berbicara, tapi aku menutup mata dan berpura-pura tidur.
Polisi menginterogasi aku beberapa kali, tapi aku tetap diam.
Kakak sahabatku, yang juga pacarku Ricky Sanjaya, dalam kemarahan yang meluap-luap, melemparkan aku ke bangku.
"Renita terbaring di rumah sakit, sementara kau membiarkan para pedagang manusia bebas!"
"Membayangkan mencintai wanita sehina dirimu saja membuatku ingin muntah!"
"Hari ini aku akan menggunakan alat mesin ekstraksi memori untuk mengirimmu dan para pedagang manusia itu ke neraka!"
Namun, saat kebenaran terungkap, dia menjadi gila. 

Seminggu sebelum menikah dengan Sigit Permana, Wulan Jatmiko tanpa sengaja memergoki hubungan terlarang antara pria itu dan adik tiri Wulan.Setelah berteman bertahun-tahun sejak masa kecil, untuk pertama kalinya Wulan menyadari bahwa perasaan mereka ternyata begitu rapuh.Mimpinya, masa depannya, seluruh hidupnya, semuanya hancur karena Sigit.Dalam keputusasaan, Wulan menyetujui perjodohan dengan Keluarga Silendra dan menikah dengan pria berkepribadian aneh dengan kaki cacat.Namun, siapa sangka, jalan buntu yang dia kira tanpa harapan justru telah lama dinantikan oleh pria itu.Saat bertemu lagi, mata Sigit dipenuhi rasa sakit, memohon agar Wulan mau menoleh sekali saja ... 
Pada tahun keempat menikah dengan Steve, Lyvia hamil.Dia membawa dokumen untuk mendaftar di rumah sakit. Namun, saat pengecekan, perawat memberi tahu jika surat nikahnya palsu.Lyvia terkejut. "Palsu? Mana mungkin?"Perawat menunjuk stempel di atasnya. "Stempel di sini miring, kodenya juga salah."Lyvia tidak mau menyerah. Dia pergi ke Kantor Catatan Sipil untuk memeriksa. Jawaban yang didapat sama persis."Pak Steve sudah menikah. Nama pasangannya adalah Yanny Lovanka ...."Yanny Lovanka?Lyvia seolah disambar petir. Pikirannya benar-benar kosong!Yanny, kakak tirinya, juga cinta pertamanya Steve.Dulu, demi mengejar impian belajar ke luar negeri, Yanny kabur tepat di hari pernikahan. Dia tega meninggalkan Steve.Namun, sekarang, dia malah menjadi istri Steve yang sah secara hukum! 
Saat berusia 20 tahun, Elena menikah dengan Steven yang menderita autisme. Selama lima tahun pernikahan mereka, Steven seperti patung es yang tidak pernah bisa hangat. Pria itu menetapkan tiga aturan tanpa syarat untuknya, yaitu tidak boleh berbicara, tidak boleh menyentuh, apalagi berhubungan badan. Ketika gempa bumi melanda, Elena tanpa sadar melindungi Steven dengan tubuhnya. Namun, Elena hanya bisa menyaksikan sang suami melindungi gadis lain dengan hati-hati, lalu melarikan diri dari reruntuhan tanpa menoleh sedikit pun padanya. Elena terbangun di rumah sakit dengan tubuh penuh luka. Hal pertama yang dilakukannya adalah mencari Steven dengan terhuyung. Namun, tepat pada saat itu, Elena mendengar gadis itu membujuk dengan suara lembut, "Steven, aku hanya tergores sedikit saja, benar-benar nggak apa-apa. Istrimu sepertinya terluka parah ... apakah kamu nggak mau menjenguknya?" Setelah keheningan singkat, suara Steven yang dingin menusuk terdengar menembus pintu dengan jelas, "Aku nggak menyukainya. Hidup matinya juga nggak ada hubungannya denganku." Pada saat itu, hati Elena benar-benar mati rasa. Jadi, ketika Kakek Derin terburu-buru datang ke rumah sakit, Elena hanya menatapnya sambil mengajukan satu permintaan, "Kakek, tolong izinkan aku bercerai dengan Steven!" 



Saat itu, Olivia Wirya dan Leo Hadi menikah kilat. Tidak ada pernikahan megah, tidak ada bulan madu.Tiga tahun hidup bersama, semuanya berlangsung tenang dan harmonis, seperti permukaan danau tanpa riak. Hingga suatu malam, dalam keadaan mabuk, Leo menyebut nama wanita lain. Barulah Olivia sadar, ternyata hati suaminya sudah dimiliki orang lain.Tidak lama setelah itu, Leolah yang lebih dulu mengusulkan perceraian.Olivia tidak marah, tidak memohon. Malah sebaliknya, dia menyetujui dengan cepat. "Aku nggak akan mengganggumu. Aku tulus berharap kamu menemukan cinta sejatimu," katanya dengan senyum tipis.Setelah itu, dia melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Hidupnya terus berjalan. Dia menemukan cinta baru dan tidak lama kemudian, mulai membicarakan pernikahan. Semuanya berjalan mulus, seperti jalan bebas hambatan. Namun, malam sebelum pertunangan, sesuatu terjadi. Olivia mabuk. Langkahnya gontai, hingga tubuhnya tak sengaja menabrak seorang pria tinggi yang berdiri di dekatnya. Sebelum dia jatuh, tangan kokoh pria itu menangkap pinggangnya, menahannya dengan erat. "Sudah puas bermain-main?" ujar pria itu.Olivia melepaskan diri dengan tenang, matanya menatap pria itu seperti melihat orang asing. "Tolong jaga sikapmu," katanya, suaranya dingin. "Aku akan segera menikah. Kalau tunanganku tahu ... ""Biar saja dia tahu," pria itu memotong, suaranya lebih rendah, seperti ancaman samar. Dia mendekat, tatapannya penuh keyakinan yang tak tergoyahkan. "Biar dia tahu kamu adalah milikku." 

Lidya Senjaya adalah mawar merah yang paling angkuh dan memikat di lingkaran sosial ibu kota.Dia terlahir sangat cantik. Cukup dengan satu lirikan, dia bisa menggugah jiwa banyak pria. Konon, para lelaki yang jatuh hati padanya bisa berbaris dari pusat kota sampai ke pinggiran kota, tetapi Nona Lidya bahkan malas melirik mereka.Sampai sahabat baiknya bertaruh dengannya. "Lidya, kalau kamu bisa menaklukkan pamanku, Jeremy Ciptadi, mobil-mobil kesayanganku boleh kamu pilih sesukamu!" Jeremy, pemimpin Grup Ciptadi, dingin, terpelajar, anggun, dan sombong. Ketampanan yang tidak terjangkau di hati banyak wanita. Konon, bahkan seekor nyamuk betina pun tidak bisa mendekatinya.Lidya hanya tersenyum. Apa pun yang dia inginkan, tidak pernah gagal didapatkannya.Namun, rencana sering kali kalah cepat oleh perubahan. 


[Awalnya Menyakitkan, Akhirnya Memuaskan] Tiga tahun menikah, Bernard hanya menemui Sania dua kali sebulan, dan setiap kali hanya untuk menjalankan kewajiban suami istri.Pria itu selalu bersikap dingin padanya, tak pernah peduli, tak tahu apa pun tentang dirinya, hingga masa tiga tahun itu berakhir. Saat Bernard sibuk mengejar cinta lamanya, Sania berbalik dengan tenang dan berkata, "Bernard, mari kita bercerai. Anggap saja ini hadiah dariku." Sejak saat itu, Sania tak lagi berharap pada Bernard. Dia mulai melepas keluarga dan fokus kembali pada karier. Hingga akhirnya, dia bersinar gemilang, kembali ke puncak kejayaan, dan di sisinya tak lagi ada tempat untuk Bernard.Namun, Bernard justru berkali-kali terpesona oleh bakat Sania dan sedikit demi sedikit tertarik padanya. Hingga akhirnya Sania benar-benar pergi, barulah Bernard mengetahui kebenaran yang tersembunyi di masa lalu.Ternyata, dia telah melupakan Sania beberapa kali. Sedangkan Sania, dia rela menempuh ribuan kilometer hanya untuk berada di sisi Bernard, menjaganya dengan teguh, semata-mata demi membalas budi atas nyawa yang pernah diselamatkan Bernard. Penyesalan pun datang terlambat, sementara Sania sudah lama menjadi sosok berharga bagi negeri ini, seorang permata bangsa yang tak lagi bisa dijangkau siapa pun.Perjuangan mengejar sang istri begitu panjang, namun akhirnya Bernard diberi tahu: "Bu Sania sudah nggak mau menjadi istri orang terkaya lagi."Kali ini, giliran Bernard yang melindunginya, dan satu-satunya cara adalah dengan langkah nekat. 
Pada hari mantan suamiku menikah dengan adik angkatku, aku melompat dari gedung untuk mengakhiri hidupku.Aku telah mencintai Kelvin Wijaya selama sepuluh tahun. Setelah menikah, aku meninggalkan karierku untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Ini hanya karena pria itu mengatakan bahwa dia menyukai istri yang pandai mengurus keluarga.Namun, dia malah jatuh cinta pada adik angkatku yang fisiknya lemah, tetapi giat bekerja. Dia berkata, "Wanita yang serius bekerja adalah yang paling cantik."Pria itu sepertinya lupa, sebelum menikah dengannya, namaku sudah terkenal di kancah internasional.Semua usahaku untuk menyelamatkan pernikahan kami dianggap sebagai tindakan licik oleh pria itu.Bahkan, demi memaksaku bercerai dengannya, pria itu mencelakai keluargaku dan membuatku keguguran. Katanya, ini adalah balasan bagiku karena telah melukai adik angkatku yang bermuka dua itu.Karena punya kesempatan untuk hidup kembali, aku bersumpah .... Aku tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.Aku tak menginginkan pria ini lagi!Namun, setelah kami sepakat bercerai, Kelvin yang dulu sangat membenciku itu malah berlutut memohon agar aku kembali.Di hadapannya, aku dengan santai memeluk musuh bebuyutannya .... 
Pernikahan antara Wulan Wibisana dan Fajar Yandika menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di kalangan elite Kota Arunika.
Wulan, putri tertua Keluarga Wibisana, dikenal sebagai gadis yang penuh kebebasan, berjiwa pemberontak, dan memiliki kecantikan yang memikat sekaligus tajam.
Sedangkan Fajar Yandika, pewaris Keluarga Yandika, terkenal dengan sikap dingin, disiplin ketat, serta kendali penuh pada kekuasaan keluarganya.
Meskipun keduanya seperti dua kutub yang sangat berbeda, mereka tetap hidup bersama dalam ikatan pernikahan selama tiga tahun.
Pada tahun pertama mereka, Wulan diwajibkan menghafal dan menaati tiga ribu aturan Keluarga Yandika. 

Nara Lintang tak pernah menyangka bahwa hubungan jarak jauh lintas negara yang akan segera berakhir justru menutup kisahnya dengan akhir yang begitu pahit dan memalukan.
Bagaimanapun juga, cinta Reza Perdana kepadanya adalah sesuatu yang tak tertandingi.
Dia adalah direktur rumah sakit yang sibuk. Namun demi Nara, dia menempuh hampir sembilan ratus penerbangan ke luar negeri, bolak-balik dengan total waktu terbang mendekati sepuluh ribu jam.
Meski setiap pertemuan selalu singkat dan terburu-buru, Reza tetap memeluknya erat dan berkata dengan suara rendah bahwa semua itu dia jalani dengan sepenuh kerelaan.
Hadiah yang Reza kirimkan kepadanya pun tak terhitung jumlahnya.
Dari yang kecil seperti surat cinta tulisan tangan sepanjang ribuan kata, hingga yang besar seperti kalung bernilai miliaran yang dia menangkan di balai lelang.
Selama dia merasa sesuatu itu bisa membuat Nara tersenyum, dia akan mempertaruhkan segalanya untuk meraihnya sekalipun itu adalah bintang di langit.
Cinta yang terukir hingga ke sumsum tulang itu tak pernah berubah sedikit pun selama tiga tahun penuh.
Namun, ketika Nara pulang ke tanah air dengan penerbangan semalaman, lalu mendengar teman-teman masa kecil mereka memuji betapa setianya cinta Reza kepadanya, Reza justru membantahnya dengan suara serak ...
Nara harus mengakui bahwa saat itu, hatinya seolah dicabik ribuan pisau, dan rasa sakitnya tak ubahnya hukuman yang dijalani perlahan, irisan demi irisan. 



Aula perjamuan itu dipenuhi para tokoh terkenal.Semua orang tengah memberi selamat kepada Felix Kusuma yang baru saja terjun ke dunia hiburan, tetapi sudah dipilih langsung oleh sutradara terkenal sebagai pemeran utama pria.Sementara itu, Fabian Kusuma yang seharusnya menjadi pemeran utama, kini sedang berdiri dengan muram di sudut balkon. Dia akhirnya mengambil keputusan.[Sistem, aku ingin kembali ke dunia asalku.]Sistem tampak sangat terkejut.[Hah? Nilai cinta targetmu, Mirna Jiwanto, terhadapmu sudah mencapai 99 poin. Hanya tinggal satu poin lagi untuk mencapai nilai penuh, kamu bisa menyelesaikan misi dan mewujudkan keinginan terbesar dalam hidupmu. Nggak ingin berusaha sedikit lagi?]Fabian menggeleng pahit. [Nggak perlu, aku cuma mau pulang.]Demi meyakinkan sutradara agar mengganti pemeran utama dengan Felix, Mirna bahkan rela menambah investasi sepuluh kali lipat.Kini, wanita itu pun tidak pernah beranjak, selalu menemani Felix dengan tatapan penuh cinta.Jadi, memang ada beberapa hal yang tidak bisa diraih hanya dengan berusaha.Satu poin itu, sekeras apa pun dia berusaha, tetap tidak akan bisa diperoleh.Sistem menghela napas. [Sayang sekali, padahal tinggal satu poin lagi dan kamu bisa mengubah takdirmu ... Permintaan sudah diajukan, kamu bisa keluar dari dunia ini sebulan lagi. Tapi, tolong pertimbangkan lagi, kamu bisa mengubah keputusanmu kapan saja.] 

Pada usia enam belas tahun, ayah Alisa Laurent meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Bahkan sebelum masa tujuh hari berkabung usai, ibunya telah membawanya menikah lagi dan bergabung dengan Keluarga Winata. Alisa menolak gagasan kehidupan baru yang selalu dibanggakan ibunya. Penolakan itu pula yang membuatnya sulit menerima kehadiran adik tiri, Andre Winata. Andre mengenakan kemeja putih berpotongan rapi, dengan semua kancing terpasang hingga ke bawah jakun. Sikapnya sangat tenang. Saat pertama kali bertemu sosok anak baik yang selalu dipuji ibunya, dorongan untuk mengusik citra sempurna itu justru bangkit dalam dirinya. Mengganggu Andre pun segera menjadi satu-satunya hiburan baginya di vila yang senyap itu. Dia melonggarkan dasi Andre yang selalu tertata tanpa cela, meninggalkan jejak kaki di sepatu putihnya, serta menempelkan permen karet pada halaman pembuka buku pelajarannya. Tindakan yang paling keterlaluan adalah ketika Alisa menggiring Andre untuk menguping percakapan ayah tiri dan ibunya di balik dinding kamar. Dia melihat ujung telinga Andre memerah, Alisa mendekat, lalu berbisik di telinganya. "Anak baik, apakah kamu tahu apa yang sedang mereka lakukan?" Andre seketika menepis tangan Alisa. Andre seketika menepis tangan Alisa. Napasnya memburu, dadanya naik turun menahan emosi. Di sorot matanya bergolak rasa malu, tersinggung, dan keterpojokan yang menyesakkan. 



Ketika bermain permainan Jujur atau Tantangan.
Cinta sejati tunanganku menatapnya sambil bertanya, "Kalau nggak ada Zahra, bisakah kita kembali bersama?"
Pria itu menjawab dengan satu kata, "Bisa."
Semua orang yang hadir terkejut, lalu secara bersamaan menatap ke arahku.
Mereka semua mengira aku akan sangat marah sampai membalikkan meja.
Namun, tanpa disangka, aku sama sekali tidak peduli, bahkan berinisiatif menjadi perantara, "Begini saja, karena kami belum resmi menikah, aku akan bersikap murah hati dan merestui kalian berdua." 
Olivia Merita menjual dirinya sendiri.Dengan imbalan dua puluh miliar, dia sengaja mendekati putra tunggal Keluarga Furan di Kota Mitan yang terkenal anti menikah, demi memberi Keluarga Furan seorang pewaris.Setelah setengah tahun menjadi sekretaris pria itu, akhirnya Olivia menaklukkan pria dingin dan gila kerja itu ketika mabuk.Namun setelah bergulat semalaman, barulah dia sadar kalau dirinya tidur dengan orang yang salah.Pria di hadapannya bukan putra tunggal Keluarga Furan, Marco Furan, melainkan paman Marco, Marcello Furan....Kini, hanya ada dua pilihan di hadapannya.Pertama, membayar denda pelanggaran yang jumlahnya sangat besar pada Keluarga Furan sesuai ketentuan kontrak.Atau ....Dia harus menggoda Marco secara terang-terangan di depan Marcello....Ketika didorong ke dinding oleh pria yang sudah kehilangan kesabaran, Olivia berkata."Pak Marcello, tolong dengarkan penjelasanku. Aku memilih jalan kedua karena nggak punya uang!" 
Setelah mengalami keguguran, Camelia Darian berubah menjadi sosok istri yang selama ini diidamkan oleh James Safran. Dia tidak lagi menceritakan momen kesehariannya, tidak lagi menelepon sepanjang malam saat suaminya tidak kunjung pulang. Bahkan ketika dijebak hingga harus berurusan dengan polisi, dia hanya menjawab dengan tenang bahwa dia tidak memiliki keluarga saat pihak kepolisian memintanya memanggil keluarganya sebagai penjamin agar bisa bebas. Kemudian, dia menjalani masa penahanan selama satu minggu tanpa bantahan. Tujuh hari kemudian, di suatu senja, gerbang besi kantor polisi berdenting terbuka. Baru saja Camelia menuruni anak tangga, sebuah mobil Maybach hitam mendadak berhenti tepat di hadapannya. Pintu terbuka, lalu James turun dengan setelan jas khususnya yang sempurna. Pria itu tampak jangkung dan tegap, tetap memancarkan aura dingin yang mulia, serta pesona yang tenang. Dia tampak seperti rembulan yang agung, tetapi tidak tersentuh. 
Luna Wijaya, salah satu orang terkaya di dunia yang terkenal gila kerja. Garry Sanjaya sudah menikah dengannya selama lima tahun, tapi ditinggalkan oleh Luna berkali-kali demi pekerjaan. Pertama kali adalah hari ulang tahunnya. Garry sudah memesan restoran dengan sepenuh hati, tapi tiba-tiba Luna terbang ke luar negeri untuk akuisisi, mengabaikannya dan membiarkannya menunggu dari siang hingga malam. Kedua kalinya adalah saat Garry mengalami kecelakaan mobil dan membutuhkan tanda tangan keluarga. Garry berusaha sekuat tenaga untuk mengirim pesan kepada Luna, tapi malah menerima balasan dingin darinya. "Aku sedang diskusi urusan penting. Urus saja sendiri." Ketiga kalinya adalah ketika ayahnya sakit kritis. Saat ingin bertemu Luna, tapi Luna sedang sibuk dengan upacara penandatanganan untuk proyek bernilai triliunan dan tidak dapat hadir. Garry menggenggam tangan ayahnya yang dingin, mendengarkan nada sibuk di ujung sana, hatinya benar-benar hancur. Kejadian seperti ini terus terjadi berkali-kali, Garry akhirnya mengerti bahwa di dalam hati Luna, tidak ada urusan dan tidak ada seorang pun yang dapat menandingi kerajaan bisnisnya. Garry berkata pada dirinya sendiri bahwa inilah harga dari perjodohan. Luna pernah berkata dirinya tidak akan mencintai Garry, tetapi untungnya, Luna juga tidak mencintai orang lain. Namun, saat Garry sudah hampir terbiasa dengan keputusasaan ini, berita mengejutkan tiba-tiba muncul di lingkungannya .... Luna, wanita yang tidak tertarik dalam percintaan dan gila kerja, ternyata sudah dekat dengan seorang gigolo dan sangat memanjakannya! 