Semua

[Pak Stefano, perjanjian perceraian ini sah. Setelah ditandatangani, hubungan pernikahan akan otomatis berakhir dalam satu bulan.]
Stefano Ferdian duduk di depan komputer, berkonsultasi dengan layanan bantuan hukum. Setelah mendapat jawaban yang diinginkannya, dia mengucapkan terima kasih lalu keluar dari jaringan.
Dengan langkah terpincang-pincang, dia membuka pintu. Setumpuk foto jatuh dari atas pintu, ujungnya yang tajam menggores pipinya. Stefano menatap foto keluarga itu tanpa ekspresi.
Istrinya, Wenny Subrata, tersenyum bahagia, memperlihatkan kelembutan yang tak pernah dia lihat sebelum mereka menikah.
Anak yang dia besarkan selama lima tahun, Zian, tampak begitu bahagia, seolah kebahagiaannya itu hampir meluap.
Ironisnya, dalam foto keluarga yang disebut-sebut itu, pria yang berdiri di tengah bukan Stefano, melainkan mantan kekasih Wenny, Sandy Winarto.
Jelas ini ulah Zian. Sejak setengah tahun lalu, setelah Sandy kembali ke negara ini, keberadaan Stefano di rumah ini terasa makin tidak berarti. 





Saat aku berusia 16 tahun, ibuku akhirnya bunuh diri karena merasa tersudut oleh selingkuhan ayahku. Aku jadi tidak punya rumah dan terpaksa tinggal bersama Keluarga Jonel.Rivano Jonel yang masih remaja itu mendengarkan ceritaku tentang betapa keterlaluannya selingkuhan dan anak haram ayahku dengan mata berkaca-kaca, lalu mengepalkan tangannya dan berkata dengan lebih marah daripada aku."Milea, tenang saja. Kalau nanti aku bertemu dengan ibu dan anak sialan itu, pasti akan kuberi mereka pelajaran!"Setelah itu, dia benar-benar bertemu dengan anak haram ayahku.Mereka bercumbu dengan penuh gairah di atas ranjang.Rivano benar-benar melupakan amarahnya saat masa muda. Dia merapikan pakaiannya yang berantakan dengan tenang dan berkata padaku yang matanya sudah berkaca-kaca."Adikmu cukup mirip denganmu, tapi dia jauh lebih genit darimu. Kamu harus belajar darinya."Saat itulah, aku baru menyadari bahwa pemuda yang selalu menemaniku ini entah sejak kapan sudah menjadi pria berengsek.Setelahnya, di hari pernikahanku dengan pamannya, Rivano menarikku dengan mata yang berkaca-kaca dan terus menuntut penjelasan."Milea, kamu jelas-jelas adalah tunanganku! Milikku! Kenapa kamu malah menikah dengan orang lain!" 
Evelyn menghabiskan waktunya selama 7 tahun untuk mencintai Devan.Demi mengandung anak Devan, Evelyn melakukan segala cara, termasuk berhubungan badan, melakukan pengobatan tradisional, bayi tabung dan operasi ....Hanya saja, pria itu malah meminta pelayan untuk membawakan sup yang telah dicampur dengan pil kontrasepsi setiap kali sehabis berhubungan badan, membunuh haknya untuk menjadi seorang ibu secara pribadi.Saat Evelyn membuka matanya lagi, tidak disangka dia kembali ke insiden kebakaran pada 7 tahun yang lalu.Dia melihat Devan menggendong wanita yang dia cintai, lalu berjalan keluar tanpa menoleh ke belakang. Meninggalkannya sendirian di tengah lautan api ini.Evelyn mengetahui jika pria itu juga terlahir kembali.Hanya saja kali ini Devan memilih wanita yang dia cintai.Evelyn tidak terobsesi padanya lagi.Saat Devan datang untuk membatalkan pernikahan mereka demi wanita itu, Evelyn langsung menikah dengan kakak sepupu temannya.Tidak disangka, orang itu adalah petugas kebakaran yang menolongnya dari kebakaran.Pria itu memiliki bahu yang lebar, pinggang yang ramping, kaki yang jenjang dan hormon yang kuat. Bryan langsung menyerahkan kartu gajinya di hari mereka menikah.Devan mengira Evelyn sedang merajuk. "Evelyn, aku nggak akan lirik kamu lagi meskipun kamu nikah dengan pria lain demi buat aku marah."Hanya saja, Devan menyadari jika ....Evelyn yang dia tinggalkan menjadi orang yang terkenal di dunia AI.Pria yang dia remehkan memiliki status yang tidak biasa ....Evelyn tidak bisa melahirkan selama 7 tahun di kehidupan sebelumnya. Di kehidupan ini, Evelyn tidak hanya melahirkan sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan untuk petugas pemadam kebakaran itu, tapi saat ini dia juga sedang mengandung lagi!Devan tidak bisa menahan dirinya lagi, dia berlutut di depan Evelyn sambil berkata dengan penuh penyesalan, "Evelyn, kitalah yang harusnya punya anak!" 
Wina Wardana memiliki seorang kekasih dengan dua kepribadian.
Pada siang hari, pria itu bersikap sangat perhatian, santun, dan lembut kepadanya.
Namun, saat malam tiba, pria itu seolah-olah berubah menjadi orang lain, buas dan agresif, bermain dengannya dengan berbagai cara dan suasana.
Semua orang memuji keberuntungan Wina. Meski dia adalah penyandang disabilitas yang tidak bisa mendengar, pacarnya tidak meremehkannya dan terus membawanya mencari dokter serta pengobatan.
Wina sendiri juga merasa demikian.
Hingga suatu hari para perampok merampas obat yang dibuat khusus oleh pacarnya untuk mengobati ketuliannya. Dia pun menghentikan obat itu, tetapi ketika akan memberi tahu pacarnya, dia mendengar teman pacarnya berkata ...
"Kalian berdua benar-benar pandai bermain! Yang satu menipu perasaannya di siang hari, yang satu lagi mempermainkan tubuhnya di malam hari. Sudah tiga tahun, ternyata wanita tuli itu masih nggak tahu!"
Seketika, seluruh tubuh Wina terasa dingin. 

"Sistem, aku ingin mengajukan permohonan untuk keluar dari dunia misi ini." Sistem yang dipanggil segera muncul dan berkata, "Penerima misi, permohonan Anda telah disetujui. Kami memberikan waktu setengah bulan agar Anda dapat berpamitan dengan keluarga Anda di dunia ini." Setelah itu, sistem kembali menghilang dari hadapannya. Namun, mendengar kata "keluarga", Shella Yustian terpaku lama, perlahan-lahan mengalihkan pandangan ke foto keluarga yang ada di atas meja di sampingnya.Dalam foto itu, suami dan anaknya sedang mencium kedua pipinya dengan penuh kasih.Momen bahagia itu membuatnya tiba-tiba tertegun sejenak.Tidak ada yang tahu bahwa Shella adalah seorang penakluk.Sepuluh tahun yang lalu, dia dibawa oleh sistem ke dunia ini untuk menaklukkan Irfan Putranto, pewaris utama lingkaran elite Jigara.Selama sepuluh tahun, dari masa sekolah sampai duduk di pelaminan, dia tidak hanya berhasil menyelesaikan misi penaklukannya, tetapi juga jatuh cinta pada target misinya. 
Saat itu, Olivia Wirya dan Leo Hadi menikah kilat. Tidak ada pernikahan megah, tidak ada bulan madu.Tiga tahun hidup bersama, semuanya berlangsung tenang dan harmonis, seperti permukaan danau tanpa riak. Hingga suatu malam, dalam keadaan mabuk, Leo menyebut nama wanita lain. Barulah Olivia sadar, ternyata hati suaminya sudah dimiliki orang lain.Tidak lama setelah itu, Leolah yang lebih dulu mengusulkan perceraian.Olivia tidak marah, tidak memohon. Malah sebaliknya, dia menyetujui dengan cepat. "Aku nggak akan mengganggumu. Aku tulus berharap kamu menemukan cinta sejatimu," katanya dengan senyum tipis.Setelah itu, dia melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Hidupnya terus berjalan. Dia menemukan cinta baru dan tidak lama kemudian, mulai membicarakan pernikahan. Semuanya berjalan mulus, seperti jalan bebas hambatan. Namun, malam sebelum pertunangan, sesuatu terjadi. Olivia mabuk. Langkahnya gontai, hingga tubuhnya tak sengaja menabrak seorang pria tinggi yang berdiri di dekatnya. Sebelum dia jatuh, tangan kokoh pria itu menangkap pinggangnya, menahannya dengan erat. "Sudah puas bermain-main?" ujar pria itu.Olivia melepaskan diri dengan tenang, matanya menatap pria itu seperti melihat orang asing. "Tolong jaga sikapmu," katanya, suaranya dingin. "Aku akan segera menikah. Kalau tunanganku tahu ... ""Biar saja dia tahu," pria itu memotong, suaranya lebih rendah, seperti ancaman samar. Dia mendekat, tatapannya penuh keyakinan yang tak tergoyahkan. "Biar dia tahu kamu adalah milikku." 

Kakak perempuanku kabur dari pernikahannya dengan seenak hati. Sebagai gantinya, aku dikirim untuk melayani putra sulung keluarga kaya dari Kota Baruna, Stefan Baskoro.Namun, begitu kakakku kembali, aku langsung dibuang begitu saja.Selama tiga tahun ini, akulah yang menemani dan merawat pria itu. Selain itu, aku jugalah yang selalu dipermalukannya, dan dijadikan objek pelampiasannya.Aku sudah bersusah payah membuatnya jatuh cinta, dan sekarang kakakku ingin datang dan memetik hasilnya. Apa aku akan rela?Semua orang mengira aku sangat mencintainya, bahkan Stefan sendiri pun berpikir begitu.Namun, tepat di hari ketika dia melamarku dengan mewah, aku mengambil cincin itu dan melemparkannya ke wajahnya. Sambil tersenyum dingin dan dengan tanpa perasaan, aku berkata, "Cuma main-main, kenapa jadi dianggap serius?" 


"Cindy, kamu benar-benar mau meninggalkan Samuel dan pergi ke luar negeri?"Di dalam kafe yang tenang, Cindy Rukmana meletakkan sendok di tangannya, memandang sahabatnya yang terlihat terkejut, lalu berkata dengan nada datar."Aku dan dia sudah bercerai.""Sudah cerai?!" Mendengar kabar mengejutkan ini secara tiba-tiba, sahabatnya, Yana, tampak sangat kaget, lalu segera membela Cindy. "Samuel benar-benar setuju? Selama tiga tahun kamu begitu baik padanya, bahkan batu pun bisa menghangat kalau terus digenggam. Apa dia benar-benar nggak punya sedikit pun perasaan padamu!"Cindy tersenyum tipis, matanya berkilat. 

Konon, Ravin Alvaro, putra mahkota Keluarga Alvaro itu sangat kejam, bertangan besi, serta sangat licik. Dia adalah seorang bangsawan di Kota Cendana yang tidak bisa seenaknya diprovokasi.Namun, Nadine Arista justru berusaha mendekatinya.Nadine dilahirkan dengan pesona yang memikat, tetapi di dalam hatinya bersemayam seekor binatang buas yang ingin membalas dendam.Ravin menghina Nadine sebagai wanita hina. Namun, demi wanita itu, Ravin rela mengguncang seluruh Kota Cendana dan membantunya mengirim musuh-musuhnya ke neraka.Nadine mencoba melarikan diri, tetapi Ravin menariknya kembali. Dia berkata dengan suara serak dan penuh amarah, "Setelah menggodaku, kamu mau langsung kabur? Nadine, berani sekali kamu!" 
Gara-gara sebuah insiden, Isabel Huran malah menjalin hubungan dengan pria paling bermartabat di Kota Hegel. Dia bahkan sampai melahirkan anak pria itu sebelum akhirnya dipaksa pergi. Tiga tahun kemudian, Isabel secara kebetulan bertemu pria itu lagi. Isabel pun berusaha untuk menghindar sejauh mungkin dari pria itu! Siapa sangka pria itu malah mengadang di depan pintu sambil menggendong seorang anak yang menggemaskan. "Hei, kamu sudah melahirkan anak ini, tapi masih mau kabur?" Isabel hanya bisa terdiam. Pria itu adalah penguasa Kota Hegel, Pak Cedric Jeron yang dihormati semua orang. Isabel pikir mereka tidak mungkin bersama, tetapi pria itu malah menjadikan Isabel sebagai kekasihnya, memanjakannya, mencintainya dan melindunginya! Cedric bahkan berkata dengan penuh cinta, "Isabel, ayo kita buat anak kedua." (Kamulah yang Kuimpikan Setiap Malam) 


[Putri asli dan palsu + Mantan pacar menyamar menjadi orang miskin mengejar mati-matian + Pria lain mengambil posisinya]Wenny dan Juan telah berpacaran selama tiga tahun.Namun, keduanya tidak tahu identitas asli satu sama lain.Sebuah taruhan yang konyol. Semua orang tahu bahwa Wenny hanya dianggap sebagai mesin ATM.Selama tiga tahun, semua jerih payahnya dia berikan untuk menghidupi seorang pria berengsek![Setelah bosan, aku akan mencampakkannya.]Setelah mendengar rekaman suara yang merendahkan dirinya, Wenny minta putus.Kemudian, identitas terungkap ...Putri palsu itu mahir memanipulasi perasaan, membuat orang tua kandung Wenny merasa dilema.Mantan pacar menerobos masuk ke acara pesta. Pria itu menangis sambil memohon untuk rujuk kembali.Namun, sambil memegang tangan Yonan, Wenny berkata dengan tatapan dingin, "Pak Juan, pergilah. Percuma kamu memohon sambil menangis di sini."Semua ini terjadi karena pada malam hujan itu, saat Wenny dipecat dari pekerjaannya, Yonan datang dengan membawa payung. Sejak itu, pria itu menjadi sandaran hidupnya. 

Nara Yalvaro pernah menjadi sosok paling bersinar di Kota Avarin. Dia menjalani hidup sebebas angin, sepanas api, dengan keberanian tanpa batas.
Namun, dia justru menikah dengan Arkan Jintara, penguasa keluarga konglomerat yang dikenal paling ketat, disiplin, dan penuh kendali di kalangan elite. Pria itu bagaikan mesin presisi yang bekerja tanpa cela.
Dia tidak hanya menuntut kesempurnaan dari dirinya sendiri, tetapi juga dari pasangan di sisinya.
Nara mencintai keramaian, gemar berpesta di klub malam dan dikelilingi para model pria. Namun, Arkan menyuruh seluruh tempat hiburan di Kota Avarin memasukkan namanya ke dalam daftar hitam.
Nara mencintai kebebasan, menikmati terik matahari Afrika dan cahaya aurora Islandia, piawai balap mobil dan terjun payung. Namun, Arkan menyita paspornya dan membatasi setiap langkah perjalanannya. 

Pada usia delapan belas tahun, Cynthia Tandri mengalami pelecehan seksual oleh seorang pria tak dikenal yang sedang mabuk.
Dia melapor ke polisi dan sambil menahan tekanan serta ketakutan yang luar biasa, dia bersikeras menyeret pria berlatar belakang kuat itu ke penjara.
Namun, bayang-bayang mimpi buruk itu terlalu dalam. Begitu dalam hingga selama beberapa tahun berikutnya, setiap kali ada pria yang mendekatinya sedikit saja, tubuhnya akan gemetar tak terkendali, disertai rasa mual, bahkan muntah.
Dia mengira hidupnya akan berakhir seperti itu, hancur, ternodai, tak lagi mampu mencintai atau menjalani hidup seperti orang normal.
Sampai akhirnya Stanley Permadi muncul.
Pemimpin keluarga paling berpengaruh di Kota Jinantara, justru menaruh perhatiannya pada gadis sederhana ini, yang bahkan menyimpan "noda" di masa lalunya, dan mulai membuka lembaran cinta padanya. 

Pada tahun ketujuh pernikahan, Vania baru mengetahui bahwa suaminya memiliki seorang putra berusia enam tahun.Vania bersembunyi di belakang perosotan TK, memperhatikan Bastian yang sedang membungkuk dan menggendong seorang anak laki-laki sambil bercanda."Papa, sudah lama Papa nggak datang mengunjungiku.""Nathan, Papa masih sibuk kerja, jadi kamu harus patuh sama Mama ya.""Deg!" Vania yang mendengar itu pun membeku di tempat, pikirannya seketika kosong.Pria dan anak laki-laki itu terlihat sangat mirip.Semua orang memberitahunya bahwa pria yang dulu bersumpah akan mencintainya selamanya, sebenarnya sudah berselingkuh!Mereka adalah teman masa kecil yang saling mencintai selama bertahun-tahun.Vania pernah ditusuk di perut saat berusaha menyelamatkan Bastian. Akibatnya, dia bukan hanya mengalami keguguran, tetapi juga tidak bisa hamil lagi seumur hidup.Saat itu, Bastian berlutut di sampingnya, kemudian berkata dengan mata memerah, "Nggak masalah kalau kita nggak punya anak. Asal bersamamu itu sudah cukup bagiku!"Suara Bastian yang bergetar waktu itu masih terngiang di telinganya. Namun, pemandangan di depan mata sekarang menghancurkan sumpah itu! 




Pada usia enam belas tahun, ayah Alisa Laurent meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Bahkan sebelum masa tujuh hari berkabung usai, ibunya telah membawanya menikah lagi dan bergabung dengan Keluarga Winata. Alisa menolak gagasan kehidupan baru yang selalu dibanggakan ibunya. Penolakan itu pula yang membuatnya sulit menerima kehadiran adik tiri, Andre Winata. Andre mengenakan kemeja putih berpotongan rapi, dengan semua kancing terpasang hingga ke bawah jakun. Sikapnya sangat tenang. Saat pertama kali bertemu sosok anak baik yang selalu dipuji ibunya, dorongan untuk mengusik citra sempurna itu justru bangkit dalam dirinya. Mengganggu Andre pun segera menjadi satu-satunya hiburan baginya di vila yang senyap itu. Dia melonggarkan dasi Andre yang selalu tertata tanpa cela, meninggalkan jejak kaki di sepatu putihnya, serta menempelkan permen karet pada halaman pembuka buku pelajarannya. Tindakan yang paling keterlaluan adalah ketika Alisa menggiring Andre untuk menguping percakapan ayah tiri dan ibunya di balik dinding kamar. Dia melihat ujung telinga Andre memerah, Alisa mendekat, lalu berbisik di telinganya. "Anak baik, apakah kamu tahu apa yang sedang mereka lakukan?" Andre seketika menepis tangan Alisa. Andre seketika menepis tangan Alisa. Napasnya memburu, dadanya naik turun menahan emosi. Di sorot matanya bergolak rasa malu, tersinggung, dan keterpojokan yang menyesakkan. 
Selama lima tahun pernikahan bisnis, Gwen Winata dan Juan Mahendra masih belum akrab. Bahkan, saat berhubungan intim, mereka berdua melakukannya dengan malu-malu.Juan mencium tulang selangkanya seperti biasa, lalu berkata, "Aku mulai, ya." Kemudian, Juan perlahan melepas pakaian Gwen satu per satu sambil bertanya dengan suara pelan, "Bolehkah?" Akhirnya, Juan memasuki tubuhnya, kemudian berkata dengan suara serak, "Kalau nggak nyaman, bilang saja, aku akan langsung berhenti." 


Setelah mengalami keguguran, Camelia Darian berubah menjadi sosok istri yang selama ini diidamkan oleh James Safran. Dia tidak lagi menceritakan momen kesehariannya, tidak lagi menelepon sepanjang malam saat suaminya tidak kunjung pulang. Bahkan ketika dijebak hingga harus berurusan dengan polisi, dia hanya menjawab dengan tenang bahwa dia tidak memiliki keluarga saat pihak kepolisian memintanya memanggil keluarganya sebagai penjamin agar bisa bebas. Kemudian, dia menjalani masa penahanan selama satu minggu tanpa bantahan. Tujuh hari kemudian, di suatu senja, gerbang besi kantor polisi berdenting terbuka. Baru saja Camelia menuruni anak tangga, sebuah mobil Maybach hitam mendadak berhenti tepat di hadapannya. Pintu terbuka, lalu James turun dengan setelan jas khususnya yang sempurna. Pria itu tampak jangkung dan tegap, tetap memancarkan aura dingin yang mulia, serta pesona yang tenang. Dia tampak seperti rembulan yang agung, tetapi tidak tersentuh. 
Seminggu sebelum menikah dengan Sigit Permana, Wulan Jatmiko tanpa sengaja memergoki hubungan terlarang antara pria itu dan adik tiri Wulan.Setelah berteman bertahun-tahun sejak masa kecil, untuk pertama kalinya Wulan menyadari bahwa perasaan mereka ternyata begitu rapuh.Mimpinya, masa depannya, seluruh hidupnya, semuanya hancur karena Sigit.Dalam keputusasaan, Wulan menyetujui perjodohan dengan Keluarga Silendra dan menikah dengan pria berkepribadian aneh dengan kaki cacat.Namun, siapa sangka, jalan buntu yang dia kira tanpa harapan justru telah lama dinantikan oleh pria itu.Saat bertemu lagi, mata Sigit dipenuhi rasa sakit, memohon agar Wulan mau menoleh sekali saja ... 





Lampu sirene mobil polisi menyala di lokasi terjadinya kecelakaan beruntun malam itu.
Aku memegang papan klip dan berjalan menuju bagian belakang mobil yang rusak. Siapa sangka aku malah bertemu dengan mantan suamiku, Faris Lupito, dan putra kami, Daffin Lupito, di tempat seperti ini.
Daffin tertegun melihatku. Dia lalu menarik lengan baju Faris.
"Ayah, orang itu mirip banget sama Ibu."
Tanpa mendongak, Faris hanya menjawab sambil memeriksa pintu mobil.
"Ibumu di rumah, jangan asal bicara."
Tapi dia lalu menoleh.
Saat kami akhirnya saling pandang, seluruh tubuhnya membeku seketika.
Detik berikutnya, dia menerjang ke arahku. Dia mencengkeram pergelangan tanganku, lalu bertanya dengan napas yang masih tersengal, dan suara yang terdengar bergetar.
"Luna? Kamu ... masih hidup?"
Aku melepaskan cengkeramannya sambil mengerutkan kening. Kemudian mulai menulis lagi.
"Pak, aku sedang tugas. Tolong kerja samanya."
Ayah dan anak itu terdiam mematung di tempat. Mereka terdiam menatapku yang bersikap dingin.
Setelah selesai mengurus lokasi kejadian, aku kembali menaiki motorku dan hendak pergi.
Tapi dua orang itu malah mengejarku.
Daffin memanggil dengan suara pelan, "Ibu ... "
Faris menelan ludah. Dia terlihat tegang saat berkata.
"Luna, ingatanmu ... sudah kembali?"
Aku mengangguk, lalu menjawab dengan nada datar.
"Iya. Aku sudah pulih sejak ledakan lima tahun lalu." 