Bab 381
Jangan biarkan aku merasakan kebahagiaan kalau aku ditakdirkan hidup dalam kesedihan selamanya ...'
Jika kamu mengizinkanku merasakan kebahagiaan, jangan pernah lagi menciptakan kesedihan dalam hidupku.'
Seketika, cahaya terang benderang memenuhi ruangan.
Di hadapanku, terbentang tembok putih dan dua kalimat tersebut terukir di atasnya dengan cairan semerah darah.
Mataku tak mampu menerima cahaya yang begitu terang secara tiba-tiba, membuat tanpa sadar memejamkan mata. Rasa takut menjalari seluruh tubuh hingga tubuhku gemetar hebat.
Aku menyeka air mata yang berlinang karena terpapar cahaya menyilaukan dan mulai mengamati situasi di sekitarku.
Aku terbangun di atas tempat tidur operasi tua, dengan jarum infus terpasang di pergelangan tanganku. Saat menengadah, aku melihat cairan nutrisi yang biasa diberikan kepada pasien koma, serupa denganku saat diawetkan dan dipajang di lemari kaca.
Diliputi cemas, aku pelan-pelan menundukkan kepala, kemudian mengamati tubuhku.
Aku panik saat menyad
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda