Bab 9
Selvin menggerakkan jarinya. Sakit!
Tidak sakit jika tidak bergerak. Begitu bergerak, seluruh tubuhnya sangat sakit, tetapi ....
Selvin tercengang. Keresahan dalam hatinya sepertinya berkurang banyak?
Dia sepertinya tidak begitu haus darah lagi?
Selvin perlahan membuka mata dan menatap Karen dengan kaget. Gejalanya berkurang banyak hanya dengan terapi akupunktur?
Sebelumnya, mereka telah mencari dokter pengobatan tradisional, tetapi itu tidak membantunya.
Itulah mengapa Selvin sangat antipati terhadap semua dokter.
Selvin berdeham karena tatapan Karen padanya. Dia menjawab dengan suara serak, "Aku merasa jauh lebih baik."
Karen mengangguk. Setelah menunggu beberapa lama, Karen maju dan mencabut semua jarum perak di tubuh Selvin.
Setelah itu, sekujur tubuh Selvin dibasahi keringat, seperti habis mandi. Rasa lengket itu membuatnya sangat tidak nyaman.
Melihatnya, Karen berpesan, "Kamu nggak boleh mandi untuk sementara, juga nggak boleh olahraga. Kalau mau makan, hanya boleh makan bubur, itu pun dua atau tiga suap saja."
Selvin mengangguk dan perlahan berbaring. Sudah lama sekali tubuhnya tidak begitu lega.
Selvin menatap Karen dan berujar dengan suara pelan, "Terima kasih."
Nada suaranya tetap kaku, tetapi tulus.
Karen mengangkat alis, tidak memberi respons.
Karen merasa kaget dalam hatinya. Pria itu ternyata bisa bersikap lembut.
Setelah menyimpan jarum perak, Karen berjalan keluar.
Ketika pintu bangsal dibuka, Albert dan Karlo segera maju. Albert menatap Karen dan bertanya dengan cemas, "Bagaimana kondisi Selvin?"
Karen mengangguk dengan tenang. Ketika dia ingin menjawab, dia melihat dua orang yang familier.
Charles dan Yuri berdiri di belakang Albert dan Karlo. Sudut mulut Karen berkedut-kedut. Tebal sekali muka mereka? Masih belum pergi?
Karen menatap Albert dan menjawab dengan tenang, "Sementara sudah terkontrol, tapi butuh pengobatan selanjutnya. Sekarang Selvin sudah boleh pulang dan istirahat di rumah. Aku akan memberinya terapi akupunktur tiga hari sekali dan obat herbal."
Albert melihat Karen seraya bertanya dengan girang, "Maksudmu ... Selvin bisa disembuhkan?"
Karen mengangguk.
Karlo langsung maju sembari tersenyum dan menepuk bahu Albert dengan santai. "Tentu saja bisa. Dia nggak dijuluki Dokter Ajaib secara cuma-cuma!"
Nada suara Karlo sangat percaya diri. Akan tetapi, Norman melirik Karlo dengan kaget.
Meskipun ... Karlo juga adalah orang yang ingin disanjungi semua orang ... tidak semua orang berani menepuk bahu Albert.
Karlo ini ... nyalinya besar juga.
Albert seakan-akan tidak merasakan apa-apa. Sebaliknya, Albert merasa lega, seolah-olah beban berat sudah terangkat dari tubuhnya. Mata Albert merah saking bersemangat. Albert berseru dengan suara parau, "Dokter, terima kasih banyak!"
"Sebut saja apa permintaanmu. Aku akan berusaha untuk memenuhinya!"
Demi menyembuhkan penyakit Selvin, Albert telah menghabiskan banyak biaya dan tenaga untuk mencari dokter terkenal di seluruh dunia.
Bahkan jika hanya terkontrol untuk sementara, itu adalah sebuah harapan. Dokter-dokter terkenal yang sebelumnya bahkan tidak bisa mengontrol penyakit Selvin untuk sementara!
Sekarang, Selvin akan selamat!
Karlo tampak percaya diri. Tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh Sandi!
Sandi memang sehebat itu!
Yuri yang tidak tahu-menahu soal itu merasa sinis. Dia langsung menyindir Karen, "Bisa-bisanya Kakak bilang begitu? Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Tuan Muda Selvin nanti ...."
Karen memicingkan matanya. Yuri tidak pernah berhenti mengganggunya.
Yuri mengira Karen kecut hati. Dia berujar lagi, "Kalau Kakak minta maaf baik-baik dengan Paman Albert, Paman Albert yang murah hati akan memaafkanmu."
Charles mengembuskan napas. Dia maju seraya menatap Karen dan membujuknya, "Karen, kita belum melihat kondisi Tuan Muda Selvin sekarang. Jangan omong kosong. Ini akan menunda waktu pengobatan penyakit Tuan Muda Selvin."
Charles sama sekali tidak percaya Karen dapat menyembuhkan seseorang. Karen tidak pernah mempelajari ilmu kedokteran selama ini. Mana mungkin Karen mampu menyembuhkan penyakit Selvin yang begitu rumit?
"Sudah, jangan membuat masalah lagi. Minta maaf pada Paman Albert, oke?"
"Jangan berbohong lagi."
Charles berusaha untuk berbicara dengan nada suara lembut. Dia tidak ingin rencananya dirusak oleh Karen.
Karlo sangat marah pada Charles. Karlo langsung maju dan mendorongnya. Dia membentak, "Siapa kamu? Apa hakmu untuk mengaturnya?"
Pria bodoh inilah yang membuat Sandi beristirahat selama dua tahun! Sandi akhirnya muncul lagi sekarang. Beraninya Charles mengatur-atur?
Jika bukan karena Sandi mencintai Charles, Karlo sudah meninjunya!
"Apa kamu tahu siapa dia? Dia adalah Sandi si Dokter Ajaib yang terkenal!"
"Kenapa kamu yang mengatur-atur di sini?"
Tahukah Charles apa artinya nama Sandi di dunia kedokteran?
Sandi bagaikan seorang dewa!
Sandi ...!
Nama itu sangat mengguncang Charles dan Yuri.
Charles dan Yuri tercengang!
Charles bertanya dengan kaget, "Sandi?"
Sandi yang bisa menyembuhkan orang sekarat dan telah menghilang selama tiga tahun itu?
Itu ... bagaimana mungkin?
Bagaimana mungkin Karen adalah Sandi?
Charles sudah mencoba untuk mengundang Sandi sebelum mengundang Marsel, tetapi Sandi tidak memberikan respons. Dia tidak dapat mengundangnya.
Yuri mencengkeram ujung bajunya dengan sekuat tenaga! Sekujur tubuhnya gemetar tak terkendali!
Jadi, Karen adalah Sandi? Dokter ajaib yang disebut oleh Albert?
Tidak! Karen tidak mungkin bisa sehebat itu!
Yuri memegang ujung baju Charles dan berusaha untuk tetap tenang. Dia berujar dengan suara serak, "Kak Charles, Kakak sedang bohong, 'kan?"
Karlo tertawa geli. Dia berkata dengan suara tegas, "Apakah kalian datang untuk melawak? Di tempat ini, kamu yakin kalian bukan pengacau? Kurasa kalian sama sekali nggak ingin Tuan Muda Selvin sembuh."
Tatapan mata Albert menjadi suram.
Charles mengernyit dan menyeletuk, "Jangan sembarangan memfitnah!"
Karen tiba-tiba terkekeh. Mereka semua langsung menoleh padanya. Karen menatap Charles dengan cuek. "Kalian juga tahu apa itu fitnah?"
Dari bertemu sampai sekarang, mereka terus mengatakan dia mengacau dan menyuruhnya meminta maaf.
Sebaliknya, mereka malah marah ketika dicemooh oleh Karlo?
Karlo juga menyeringai sinis. "Kalau nggak, kenapa kalian terus menghalangi Sandi? Kalian menyokong perkataan satu sama lain, benar-benar licik!"
Yuri bersembunyi di belakang Charles untuk meminta perlindungan. Dia memanggil dengan suara ketakutan, "Kak Charles ...."
Sayangnya, Charles sama sekali tidak menggubris Yuri.
Charles terus menatap karen yang berdiri tegak. Ekspresi matanya kompleks.
Karen benar-benar adalah Sandi si Dokter Ajaib?
Sampai sekarang, Charles masih tidak memercayai hal itu. Inikah wanita yang telah mencintainya selama sepuluh tahun itu?
Namun, kenyataan sudah di depan mata. Albert memanggil pria itu Tuan Muda Karlo dan memanggil Karen dengan sebutan dokter.
Apalagi, dengan kedudukan Keluarga Ketaren, mereka tidak akan mencari dokter biasa. Dia seharusnya memahami itu dari sikap Albert terhadap Karen!
Tiba-tiba, kemarahan bertubi-tubi di dalam hati Charles. Dia menatap Karen dan bertanya, "Kenapa kamu merahasiakannya dariku?"