Bab 62 Kami nggak mungkin Bersama
Mona menoleh ke pria itu, lalu berkata dengan bingung, "Apa syarat jadi kurir harus sesempurna ini? Pria ini nggak hanya tinggi, tapi juga tampan sekali."
Mona sudah memesan makanan. Dia mengira pria yang membawa makanan ini adalah kurir makanan.
Sambil tersipu malu, Juan berkata, "Nona Mona, aku adalah asistennya Pak Tristan. Kita sudah pernah bertemu beberapa kali kemarin, apa kamu sudah lupa?"
Kini giliran Mona yang merasa canggung.
"Maafkan aku. Aku sulit mengingat wajah orang, jadi aku barusan nggak mengenalimu."
"Nggak apa-apa, wajahku ini memang pasaran."
Dengan candaan, Juan berhasil meredakan rasa canggung yang dirasakan Mona. Lalu, Juan mengalihkan pandangannya ke pasien yang terbaring di ranjang, nada suaranya berubah menjadi hormat.
"Nona Chyntia, setelah mendapatkan kabar dari pihak rumah sakit bahwa Anda sudah sadarkan diri, Pak Tristan menyuruhku mengantarkan makanan untuk Anda. Pak Tristan juga berpesan, dia akan menjenguk Anda setelah selesai rapat."
Mona langsung meno
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda