Bab 9
Mendengar Yasa bicara begitu, Jenny terkejut. Wajahnya seketika pucat pasi.
Dia berjuang sekuat tenaga untuk melepaskan diri.
Yang Yasa miliki mengenai Jenny dan Shina hanyalah kebencian.
Dia menahan Jenny dengan kuat.
Saat itu juga.
Yasa mendapat panggilan masuk di ponselnya.
Yasa melepaskan Jenny sejenak, lalu mengambil ponselnya.
Melirik sekilas, penelepon itu adalah Pevita.
Yasa mengangkat ponselnya guna menjawab telepon. Terdengar suara tegang nan gemetar Pevita dari seberang.
Tubuh Pevita menggigil hebat seraya berkata, "Pak Yasa, ada masalah. Seseorang telah menangkap Pak Tristan, mereka membawanya ke gudang di pinggiran kota. Aku ... aku bersembunyi di mobil dan mengikutinya sepanjang jalan. Aku nggak tahu harus berbuat apa."
"Paman Tristan ditangkap?" Yasa terkejut.
Dia berhenti bergerak. Saat itu, dia tidak lagi memedulikan Jenny.
Jenny segera mengambil kesempatan ini untuk mundur.
Dia berusaha memanfaatkan waktu yang sejenak ini.
Jenny bergegas melarikan diri menuju kamarnya

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda