Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 186

"Ini ... di mana?" "Apa aku ... sudah mati?" Suara lemah Arman bergema pelan-pelan di dalam sebuah ruang yang hampa. Dia merasa tubuhnya sangat ringan, seperti balon yang tidak memiliki berat, melayang lepas di udara. Dia ingin membuka matanya. Namun setelah berusaha sekuat tenaga, kelopak matanya terasa begitu berat seperti dipenuhi dengan timah, sama sekali tidak bisa dibuka sedikit pun. Seperti itulah. Kesadarannya terus melayang. Hingga pada suatu momen. Ruang di depan matanya mulai beriak, mengeluarkan gelombang kecil. Gelombang kecil itu dengan cepat menyebar dan akhirnya mengelilingi tubuhnya. Dan dunia yang kelam dan kabur di depan matanya tiba-tiba menjadi jernih. Dia muncul di sebuah atap gedung tinggi. Gedung tersebut memiliki tinggi 24 lantai. Angin di atap sangatlah kencang. Dia sangat akrab dengan tempat ini. Tempat di mana ibunya bunuh diri ketika dia masih kecil. "Kenapa aku bisa ... muncul di sini?" pikirnya. Jantung Arman berdebar. Saat dia masih tidak memercayai apa

Klik untuk menyalin tautan

Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik

Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.