Bab 41
Mereka berdua pun saling bertatapan.
Windy menatap Hendry sambil berusaha membela diri. "Hendry, aku benar-benar nggak mengirim foto itu ke Nenek. Aku nggak akan mengakui apa yang nggak kulakukan."
"Tuh, coba lihat dia, Hendry," keluh Debby sambil menarik sudut pakaian Hendry. "Sudah seperti ini saja dia sama sekali nggak menyesal, malah masih membela diri!"
"Cepat minta maaf, Windy!" kata Hendry dengan sorot tatapan yang dingin.
Dia menyuruh Windy untuk segera meminta maaf kepada Debby.
Windy pun mengernyit. Dia menegakkan punggungnya yang ramping, lalu berkata dengan dingin dan tegas, "Kuulangi, Hendry, bukan aku yang melakukannya! Aku nggak akan minta maaf!"
Hendry menyahut dengan sorot tatapan yang dingin dan tajam menusuk, "Windy, bukannya sahabatmu, Sofia, kerja di perusahaan majalah?"
Windy sontak bergidik dengan ngeri. Bisa-bisanya Hendry mengancam sahabatnya?
Debby dan Lisa juga menatap Windy dengan sorot yang sangat angkuh dan sok.
Windy mengepalkan tangannya yang putih. Hend
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda