Bab 448 Berbicara dari Hati ke Hati
Damian masih enggan pergi, tetapi Oliver sudah mengetukkan jarinya ke meja. "Pak Aji, suruh Damian keluar."
"Ya, Tuan Oliver."
Pak Aji melangkah maju, meraih lengan Damian, dan membantunya berdiri. "Tuan Damian sebaiknya kembali ke kamar dan beristirahat dulu."
"Saya juga awalnya merasa sedih karena dicurigai, tapi sekarang Tuan Leonard juga mencurigai Tuan Damian dan Tuan Oliver. Jadi, sudah sewajarnya kalau saya yang cuma kepala pelayan juga dicurigai."
"Saya nggak merasa punya hak untuk sakit hati."
"Yang Tuan Oliver katakan benar. Selama kita nggak bersalah, kita nggak perlu takut dengan penyelidikan Tuan Leonard. Yang perlu kita khawatirkan adalah bagaimana jika nanti bahkan Tuan Leonard nggak sanggup menemukan pelakunya."
Sejak masalah ini dimulai, Pak Aji akhirnya mulai memahami situasinya. "Saya akan pergi menemui Tuan Leonard sekarang dan menceritakan semua yang saya ingat."
"Apa Tuan Damian ingin ikut?"
Damian menatap Pak Aji dengan tatapan kosong. Pak Aji mampu menyesuaikan

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda