Bab 383 Berani-beraninya Memanggil Ayah dan Ibu?
Mata Selena tampak berkaca-kaca, tetapi dia tetap tegar dan berkata bahwa mereka sudah pasti tidak akan menyewa pengacara untuk Jonathan.
"Pak Carmin, Nyonya Selena, Jane ingin bertemu dengan kalian."
Salah seorang staf Badan Penegak Hukum pun melangkah maju dan berkata kepada mereka berdua.
Selena dan Carmin mengangguk kecil. "Mumpung kita sudah di sini, ayo sekalian temui dia!"
"Feli, ayo kamu juga ikut."
"Oke!" Felicia mengiakan. Padahal dia sudah menemui Jane, tetapi tetap saja dia merasa sangat senang menemui wanita itu lagi bersama orang tuanya.
Mereka bertiga pun pergi menemui Jane. Sehabis tadi bertemu dengan Felicia, Jane masih menangis karena merasa emosional.
Saat Jane melihat Carmin dan Selena, air matanya langsung mengalir turun. "Ayah, Ibu."
"Jangan panggil kami seperti itu," elak Selena dengan nada menghina. "Jane, ibu kandungmu itu Bi Asih, bukan aku."
"Kamu tahu nggak kenapa Bi Asih begitu baik dan menyayangimu? Itu karena kamu adalah putri kandungnya. Mana mungkin dia
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda