Percakapan Sheilla dan Qirani
"Iya, bagus jika kau bahagia," sahut Erland, tapi bibirnya menyeringai licik.
Perjalanan sangat mulus, tidak ada perang kalimat sedikitpun. Perjalanan ini hanya diisi oleh ungkapan kebahagiaan Sheilla.
Kini mobil Erland berhenti di sebuah kafe. "Saya ingin minum kopi sebentar, kau harus mau," ajak Erland seakan dirinya akan menyajikan sebuah kebahagiaan untuk Sheilla.
"Baiklah, saya mau." Senyuman manis diumbar Sheilla. Sesampainya di dalam kafe, Qirani melambai saat dirinya sudah duduk cantik.
"Lihat di sana, ada Qirani. Kebetulan sekali, ayo bergabung dengannya." Erland langsung menuntun Sheilla ke arah Qirani, kemudian pria ini menyapanya, "Kau di sini? Kebetulan sekali kita bertemu."
"Iya, baru saja saya memesan. Eh, ternyata kalian juga datang ke sini." Kekeh Qirani. Namun, sebenarnya Qirani dan Erland sudah membuat janji bertemu, tapi sengaja dikamuplasekan seolah pertemuan ini adalah kebetulan. Rencana ini hasil pemikiran Erland karena jika membawa Sheilla langsung pada psikolog
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda