Bab 96
Jenny dengan senang hati membuka status WhatsApp.
[Ciuman dan cinta, untuk istri tercinta. Dari, Sandy.]
Dia duduk tegak, terpaku menatap kalimat itu.
Setiap katanya dia kenali, tapi saat dirangkai bersama, apa arti kalimat ini?
Istri tercinta.
Kak Sandy mencintai Sheila?
Mana mungkin!
Mereka menikah karena punya anak.
Mana mungkin Kak Sandy jatuh cinta pada Sheila?
Dalam waktu sesingkat ini, pasti Sheila sendiri yang mengunggahnya.
Lagi pula foto ini, jelas hasil editan.
Jenny membuka foto itu, berusaha mencari jejak editan.
Dia melotot, menatap cincin di tangan Sheila. Bola matanya hampir copot.
Cincin berlian merah muda di tangan Sheila itu pemberian Kak Sandy.
Memangnya Sheila pantas memakai cincin senilai 600 miliar?!
Jenny marah sampai melempar ponsel ke ranjang. Lalu, dia menggeram rendah.
"Memangnya Sheila pantas?!"
"Kak Sandy milikku seorang."
Jenny mengepalkan tangan erat-erat, memaksa dirinya tetap sadar, kuku berhiaskan cat menancap ke telapak tangan, tetapi dia sama sekali

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda