Bab 74
Wajah Sandy begitu dekat, Sheila bahkan bisa melihat bayangan dirinya di mata pria itu.
Alisnya melengkung indah, pipinya merona, tampak begitu malu-malu.
Jantungnya makin berdebar tak terkendali karena dekatnya wajah Sandy.
"Pak Sandy juga ... sangat baik."
"Sheila." Suaranya dalam, persis seperti bisikan penuh gairah malam itu.
Wajah Sheila langsung panas, seperti terbakar.
Kenapa tiba-tiba tempat ini jadi panas? Bukankah AC di mal ini cukup dingin?
Dia menggigit bibir, berusaha tetap tenang. "Apa?"
Sheila sama sekali tidak sadar betapa menariknya dia saat ini.
Di mata Sandy, gerakan menggigit bibirnya itu benar-benar seperti godaan.
Suara Sandy terdengar serak, "Angkat wajahmu."
Sheila tidak tahu apa yang ingin dia lakukan, tetapi tetap menurut.
Detik berikutnya, bibir mereka bersentuhan.
Dunia langsung terasa hening, hanya ada sensasi dingin di bibirnya.
Seperti percikan listrik, darahnya terasa mengalir deras ke kepala.
Otaknya mendadak kosong, tidak bisa berpikir.
Tubuhnya kehila

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda