Bab 54
Begitu Sandy berbicara, nyali para pimpinan di seberang meja langsung menciut.
Salah satu dari mereka tak bisa menahan amarahnya, langsung berdiri dan membanting meja, wajahnya merah padam sambil berteriak.
"Sandy, jangan kira cuma karena kamu anak Keluarga Ferianto, kamu bisa seenaknya! Ini wilayahku, bukan gedung Grup Radhika! Jangan terlalu sombong!"
Sandy tertawa sinis. "Aku sudah kasih kesempatan, kalian sendiri yang menolaknya."
Dia menurunkan kaki yang tadi disilangkan, lalu berdiri dan bersiap pergi.
"Tunggu, Pak Sandy, jangan pergi dulu. Kita belum selesai bicara. Tolong beri kami sedikit waktu lagi."
Sandy hanya melirik sekilas, lalu pengacaranya langsung maju. "Mengerti," kata pengacara itu, kemudian Sandy pergi tanpa menoleh lagi.
Para pimpinan yang masih di dalam ruangan langsung panik, saling pandang tanpa tahu harus berbuat apa.
Salah satu dari mereka berdiri dan menegur, "Kenapa kamu malah ngotot barusan? Sekarang lihat akibatnya, dia pergi!"
Orang yang dimaksud hanya m

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda