Bab 41
Sheila memakai baju longgar. Meskipun bentuk tubuhnya berubah, tidak ada teman-teman kuliahnya yang menyadari perubahan tubuhnya. Sementara ini, tidak ada masalah.
Di Paviliun Harmoni.
Entah sejak kapan, ruang makan yang biasanya tenang kini jadi jauh lebih ramai.
Setelah Sandy dan Kakek Tony selesai membahas pekerjaan, Sheila menyela.
"Kakek, Pak Sandy, aku sudah tanya ibuku. Dia mau tinggal di Graha Ferianto setelah keluar dari rumah sakit."
Setelah mengenal Kakek Tony cukup lama, Sheila tahu bahwa Kakek Tony tidak sekadar basa-basi saat menawarkan ibunya tinggal di Graha Ferianto. Kakek Tony benar-benar ingin suasana Graha Ferianto menjadi ramai.
Kakek Tony berpikir sejenak, lalu berkata, "Tinggal di Paviliun Aruna saja. Jaraknya dekat dengan Paviliun Tirta. Pencahayaan di sana bagus dan suasananya tenang, cocok untuk pemulihan ibumu."
Sheila tidak segera menjawab. Seperti biasa, dia menunggu persetujuan dari Sandy.
"Pak Usman, Bu Citra, tolong bersihkan Paviliun Aruna dan buka semu

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda