Bab 40
Sheila bertemu dengan Jessica di depan gedung rumah sakit.
Jessica sedang duduk di kursi roda. Dia mengenakan mantel rajut berwarna abu-abu muda, memakai selimut dari Bu Citra yang menyelimuti kakinya, dan topi dengan warna senada.
Tepatnya di belakang pepohonan gundul, mereka berjemur di bawah sinar matahari. Waktu mengalir dengan tenang seperti embusan angin.
Sheila percaya satu hal. Wanita makin cantik seiring bertambahnya usia.
Warna kulit ibunya tidak lagi kuning, kini sudah kembali cerah seperti dulu.
Ibu sekarang menjadi sosok yang tenang dan memancarkan keanggunan, hasil dari pengalaman hidup yang telah dijalani.
Menurut Sheila, dia tidak akan bisa menyamai kecantikan luar dan dalam ibunya.
Ibunya langsung tersenyum saat melihat Sheila.
Ibunya tidak pernah berubah. Setiap kali bertemu putrinya, dia selalu tersenyum.
Sheila menghampiri ibunya. "Ibu."
Saat melihat putrinya gembira, senyuman Jessica makin lebar.
Permata hatinya perlahan mulai hidup bahagia.
Jessica melipat selimut

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda