Bab 50
Setiap detik penantian terasa begitu menyiksa.
Aaron duduk diam di tempatnya. Dia menatap rektor itu dengan tenang, menunggu jawaban.
Di bawah tekanan besar, rektor itu memeriksa arsip mahasiswa berulang kali. Namun, tetap tidak menemukan nama Orlin dalam daftar penerimaan.
Akan tetapi, Aaron sangat yakin menyatakan bahwa Orlin pernah diterima di universitas ini.
Merasa tidak punya pilihan lain, rektor itu memanggil dosen yang bertanggung jawab atas penerimaan mahasiswa untuk mencari tahu, hingga akhirnya mendapatkan jawaban.
"Pak Aaron, seperti yang dijelaskan Pak Steven. Memang benar kalau Orlin pernah diterima di kampus kami. Tapi, dia nggak menyerahkan formulir pendaftaran tepat waktu sebagaimana yang diwajibkan dan nggak melapor ke kampus. Karena itu, pihak kampus membatalkan penerimaannya."
"Saat ini, dia nggak terdaftar di kampus kami."
Ketika menyampaikan ini, rektor itu beberapa kali melirik Aaron.
Orang ini mengaku-ngaku sebagai kakaknya dan terlihat sangat khawatir, tetapi d
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda