Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 464

Hati manusia rumit dan selalu berubah. Tidak ada keniscayaan. Hanya waktu yang akan membuktikan. "Kakak akan menyesal ... " Di tengah derai hujan, Liora gemetar dan menggenggam tangannya sendiri. Sorot matanya yang sedih tertuju pada Davin. Davin tidak mengatakan apa pun, hanya memelukku dengan erat. Tak lama kemudian, Arya berbalik dan membukakan pintu mobil, mempersilakan Liora naik. Setelah duduk, tatapan Liora tak beralih dari sosok Davin. Wanita memiliki intuisi yang kuat. Meskipun Liora baru berusia delapan belas tahun, aku hampir yakin dia menyimpan perasaan terhadap Davin. Ya, dia pasti mencintai Davin. Namun, Davin mencintaiku. Apa sebenarnya maksud Liora saat hendak mengajakku pergi? "Shani, ayo pulang," ujar Davin sambil menggandeng tanganku. "Cuma orang yang memenuhi syarat yang bisa masuk ke sindikat. Cara pikirku ... nggak seperti kebanyakan orang. Mereka tertarik dengan hipotesis dan premis yang aku ajukan." Tanpa menunggu aku bertanya, Davin mulai menjelaskan. "Aku tahu

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.