Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 94

Namun, Karen masih terlihat tenang dan hanya sedikit tersenyum. "Benar." Setelah menyelesaikan semuanya, Karen mendengar suara Revinka lagi. "Terima kasih." Suaranya sangat lembut, tapi penuh dengan kecanggungan. Bagaimanapun, Revinka baru saja memarahi Karen. Karen hanya menjawab dengan senyum tipis, "Sama-sama," jawab Karen dengan sopan. Dia tidak lagi memperhatikan kecanggungan Revinka dan berbalik untuk menuju Helmi. Karen berdiri di depan Helmi, tapi Helmi memalingkan wajahnya dengan tidak nyaman dan tidak mengatakan apa pun. Dia tidak peduli, tapi berjalan ke arah Helmi sambil mengangkat tangannya. Saat jarum perak itu dicabut, Helmi tercengang. Alisnya sedikit berkerut, hatinya pun penuh dengan keraguan. Kenapa dirinya merasa jauh lebih baik dari sebelumnya? Badannya pun tidak begitu berat lagi. Hanya lengannya yang tadi terus terangkat saja yang terasa sakit. Helmi tanpa sadar menoleh ke arah Karen, ternyata Karen tengah berhati-hati menyimpan jarum-jarum perak itu. Saat ini, d

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.