Bab 93
Helmi segera menatap ke arah Revinka dan bertanya dengan tidak percaya, "Sungguhan?"
Bagaimana mungkin seorang wanita muda seperti Karen benar-benar memahami tentang akupunktur?
Efeknya juga begitu cepat? Banyak sekali dokter yang tidak berdaya!
Revinka menggerakkan jempol kakinya lagi. Jantungnya berdebar kencang karena gembira, matanya penuh dengan keterkejutan serta kegembiraan.
Dia menatap Helmi sambil tersenyum, berkata dengan tersedak-sedak, "Ayah, aku benar-benar bisa menggerakkan kakiku."
Revinka tidak pernah menyangka pengobatan Karen akan berhasil hanya dengan beberapa suntikan saja.
Kemarahan di mata Helmi menghilang, perlahan-lahan digantikan oleh keterkejutan serta kegembiraan. Helmi mengangguk berulang kali dan berkata, "Oke, oke, oke, asalkan kamu bisa bergerak."
Tidak ada yang lebih menggembirakan daripada berita ini.
Karen melangkah maju, mengangkat selimut yang dikenakan Revinka, membungkuk untuk mengangkat celana panjangnya, memperlihatkan kakinya yang putih serta ra

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link