Bab 78
Jefri begitu cemas hingga tak tahan menggaruk kepalanya.
Dia menatap jas yang dikenakan Karen. Malam di Kota Kanes memang butuh pakaian berlapis. Namun, di dalam bar ini, udaranya panas.
Memakai jas seperti itu, bagaimana mungkin bisa tahan?
Jefri segera melangkah maju dan tersenyum ramah pada Karen, "Di sini terlalu panas, kenapa nggak lepaskan jasnya saja?"
Namun, begitu tangannya baru saja menyentuh jas di tubuh Karen, tatapan dingin setajam pisau dari Harvey langsung menancap padanya.
Jefri terkejut hingga mundur dua langkah, sama sekali tak berani lagi menyentuh jas Karen.
Sesaat kemudian, terdengar suara dingin dan jernih dari Tuan Harvey, "Dia itu kakak ipar kalian."
"Apa?"
Jefri mengira dirinya salah dengar. Seketika, matanya membelalak lebar.
Dia refleks menatap Tuan Harvey, tetapi pria itu sama sekali tak tampak sedang bercanda.
Sementara itu, Karen pun berjalan mendekat ke arah Tuan Harvey, tersenyum tipis, lalu duduk di sampingnya.
Jefri menatap pasangan suami istri yang du

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link