Bab 35
Terutama di area teras besar yang menghadap luar, ternyata Carissa sudah memasang gantungan pakaian otomatis. Bahkan, di sudut yang lain, terdapat sebuah kursi goyang besar.
Tidak bisa dipungkiri, keberadaan Carissa di sini memang membuat Juna merasakan kehangatan yang hanya bisa diartikan sebagai "rumah."
"Tuan Juna, akhir pekan ini kamu ada waktu? Temani aku beli pot bunga, ya," kata Carissa, sambil mengarahkan pandangannya ke sudut balkon. "Rak-rakku sudah siap, tinggal kurang bunga saja."
Mata Carissa berbinar penuh harap. Tatapan matanya yang besar dan berkilauan itu, berpadu dengan ekspresi lucunya yang mengingatkan Juna pada anak anjing yang manis, membuatnya tak mampu menolak.
"Oke."
Juna setuju, dan Carissa langsung berseri-seri.
Ketika Juna naik ke lantai atas untuk mengganti pakaian, seorang tukang barang bekas datang. Tumpukan kardus bekas yang sudah dikumpulkan itu dijual dengan harga lebih dari sepuluh ribu. Carissa menerima uang tersebut dengan senang hati.
Setelah menut
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda