Bab 245
Aku membuka mataku lebar-lebar.
Departemen sekretaris? Bukankah itu terletak di samping kantor CEO?
Terlihat jelas bahwa dia ingin aku bekerja di depan matanya!
Riris tersenyum dengan kaku dan berkata, "Kak Carson, bukankah departemen sekretaris sudah nggak butuh orang lagi?"
"Aku akan kasih posisi ini pada Nona Meisya kalau tahu dia akan datang. Lagi pula pendidikanku nggak setinggi Nona Meisya dan kemampuanku juga nggak sebagusnya."
Cih!
Dia benar-benar sangat pandai mengadu domba.
Aku menatap Riris dengan tatapan meremehkan.
Aku menyadari bahwa sikap tidak tahu malu dan rasa jijik pada diri Riris benar-benar tidak ada habisnya setelah benar-benar mengenalnya.
Carson berkata dengan datar pada Riris tanpa menatapku, "Kamu nggak lebih buruk darinya dan lakukan pekerjaanmu dengan baik, nggak usah pedulikan dia."
"Tapi departemen sekretaris sudah penuh, bagaimana ini?" tanya Riris lagi.
Aku segera berkata, "Benar, Pak Carson. Bagaimana kalau kamu kasih posisi yang kosong padaku?"
Carson
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda