Mabuk
Ketika kembali ke Vila Gunung Wangi, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Ketika melihat Serafina sedang menopang Ariyani dengan terhuyung-huyung ke ruang tamu, Syarifudin sangat marah hingga tatapan matanya juga dipenuhi dengan api amarah, wanita ini benar-benar keterlaluan.
Dia tidak hanya meninggalkan dirinya untuk pergi makan malam, tetapi dia juga minum hingga mabuk seperti ini. Dia berusaha mengendalikan dirinya dan memegang Ariyani dari Serafina. Ketika Serafina memberikan Ariyani kepada Syarifudin, dia diam-diam mencubit pergelangan tangan Ariyani sebagai isyarat untuk mengucapkan semoga beruntung dan kemudian pergi.
Serafina pergi, dan Syarifudin memeluk Ariyani yang dipenuhi dengan bau alkohol ke lantai atas. Tubuh Ariyani sangatlah ringan, dia menggendongnya dengan mudah. Sepanjang jalan dari ruang tamu lantai bawah hingga kamar tidur di lantai atas, ekspresi Syarifudin terus berubah.
Ariyani awalnya mendengar suara terengah-engahnya, hal ini menunjukkan bahwa Syarifudin
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda