Bab 16
Isha mengedipkan mata besarnya yang polos, lalu berkata pada Jenny, "Bu Jenny, apa bos Grup Himas itu kakekmu? Atau mungkin ibu kandungmu?"
"Hah? Apa-apaan, deh!" Jenny memelototi Isha dengan heran.
Isha menggaruk kepalanya, terlihat bingung. "Yah, kalau bukan keluarga dekat, kayaknya nggak mungkin deh bos sebesar itu mau gampang banget transfer uang dan tandatangani kontrak buat kita!"
Jenny ikut bingung, bergumam pada dirinya sendiri, "Aku juga heran. Apa ini ... ada hubungannya sama Yasa? Tapi nggak mungkin! Yasa, 'kan sudah tiga tahun dikurung Shina, mana bisa dia ada hubungan sama Grup Himas?"
Daripada terus memikirkan hal yang tak masuk akal, Jenny memutuskan untuk melupakannya.
Dia langsung kembali ke kantor dan segera mengumumkan kabar baik itu. Selanjutnya, yang perlu dilakukan hanyalah fokus pada produksi.
Perusahaan pun kembali beroperasi dengan penuh semangat.
Sore harinya, Jenny mampir ke pasar, membeli beberapa sayuran segar sebelum pulang.
Dia berniat mengucapkan terima

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda