Bab 2230
Ternyata ada satu lagi yang datang untuk mencoba peruntungan, ya, kali ini benar-benar mencoba peruntungan ...
"Sebut saja harganya," ujar Saka sambil terkekeh.
Damar tersenyum puas, seolah merasa Saka sangat pengertian. Namun, saat hendak membuka mulut, matanya malah melirik ke arah Marina dan menyipitkan pandangannya, lalu berkata, "Berapa harga dari keluarga Minjana?"
Ekspresi Saka langsung berubah dingin, menatap lawannya dengan tajam, lalu berkata, "Empat buah Api Ilahi tingkat tujuh."
Begitu kalimat itu terucap, Damar langsung menarik napas dalam-dalam, wajahnya berubah serius seolah tengah memikirkan sesuatu.
Saka tetap memandangnya dengan tatapan tenang. Jika masalah ini bisa diselesaikan dengan Api Ilahi, dia tidak ingin menciptakan musuh baru. Namun, jika keluarga Dimasta tidak tahu diri dan meminta harga yang tidak masuk akal, maka ...
Setelah berpikir cukup lama, Damar akhirnya menarik napas panjang, menggertakkan gigi, dan berkata, "Dua buah."
Saka menatapnya dengan terkej

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda