Bab 1288
Orang-orang memang sudah lama tak suka pada Adriel. Melihat Ceol bersikap begitu padanya, mereka saling pandang sambil tersenyum tipis dan tidak ada yang mengejeknya secara terang-terangan.
Lagi pula, di mata mereka, Adriel hanyalah alat untuk membuka jalan. Sebagai alat, asal berfungsi dengan baik, itu sudah cukup. Mempermainkannya hanya akan merendahkan diri mereka. Yang penting alat itu menjalankan tugasnya.
Cara mengendalikan bawahan seperti ini sudah menjadi pelajaran wajib bagi mereka.
Saat Adriel membuka jalan di depan, tatapan mengejek menyertainya dari belakang.
Pada saat yang sama, Wafa sudah mendekati Wennie dan berkata dengan nada lembut, "Adik junior Wennie, kamu tahu aku nggak punya maksud buat mendekatimu. Sekarang, aku cuma ingin berbicara denganmu tanpa maksud lain. Aku cuma mau mengingatkanmu."
"Terlalu dekat sama si Leo itu nggak baik buatmu."
"Bagaimanapun, kamu adalah tubuh dingin murni dan satu-satunya orang yang punya kesempatan bisa sejajar denganku. Jangan sia-
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda