Bab 213
Teguh tetap terlihat tenang dan damai.
Sementara itu, Hisyam merasa senang. Dia tidak sabar menunggu Teguh diberi pelajaran.
Feri dan Lili secara refleks menatap Shinta.
"Shinta, sini!" Feri lekas memberi isyarat kepada Shinta, takut Master Tafan salah paham.
Sedangkan Lili langsung bergerak.
Dia buru-buru mendekati Shinta dan menarik lengannya, siap menjauhkannya dari Teguh agar tidak terlibat ketika Teguh ditegur Master Tafan nanti.
Akan tetapi, Shinta seakan sudah terpancang di situ. Dia tetap duduk, tidak bergerak sama sekali.
Shinta yang tidak mau mendengarkan, membuat Lili semakin merasa gugup.
Namun, rasa gugup itu tidak berguna. Master Tafan sudah tiba di depan Teguh.
Senyum di wajah Hisyam semakin mengembang, sudut bibirnya melengkung tinggi. Sebentar lagi, dia akan melihat Teguh diberi pelajaran oleh Master Tafan.
Lili dan Feri merasa sangat tegang.
"Pak Teguh!"
Begitu menghadap Teguh, Handaru membungkuk dalam-dalam dan dengan tulus berkata, "Sebuah kehormatan besar bagi saya
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda