Bab 69
Pemilik penginapan menendang istrinya dengan keras. "Dasar perempuan sialan!" umpatnya.
Mataku terbelalak melihat wanita itu mengerang kesakitan dan ambruk seperti pohon yang tumbang.
Dia berguling-guling memegangi perutnya dan berhenti tepat di depan si pria gemuk.
"Sialan. Dasar nggak berguna."
Dengan kejam, pria itu menginjak wajah istri pemilik penginapan. Tatapannya berkilat dingin di bawah cahaya bulan. Dia seolah sedang menginjak kaleng kosong saja, tanpa belas kasihan.
Saking geramnya, aku mengepalkan tangan. Kukuku menancap di telapak tanganku. Dengan tubuh bergetar menahan marah, aku melirik ke arah Chelan.
Namun, Chelan cepat-cepat menggeleng.
Dengan gerakan bibirnya, dia menyuruhku menunggu.
Dia rupanya tahu bahwa teman-temanku akan datang.
Namun, berapa lama lagi aku harus menunggu?
Aku mengerutkan kening, tidak tega melihat perbuatan kejam para pria itu.
Hanya melihat kejadian ini tanpa bisa berbuat apa-apa membuatku merasa lemah dan tak berdaya.
"Hehehe, kelihatannya cew
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda