Bab 432 Dia Juga Mencintai Wanitanya
"Elim sudah menerima tanggung jawab ini, jadi dia pasti akan menyembuhkan Ibu. Ayah nggak usah khawatir," kata Leonard sambil mematahkan sepotong cokelat lagi dan menyodorkannya ke mulut Felicia.
"Mau minum?"
"Mau."
Tanpa ragu, Leonard segera mengambil sebotol air mineral, membukanya, lalu menempatkannya di bibir Felicia agar dia bisa minum dengan nyaman.
"Terima kasih."
"Guru capek? Apa tadi ibuku melukai Guru?"
"Nggak terlalu capek. Ibumu juga nggak melukai aku."
Felicia tetap fokus membaca sambil menjawab setiap pertanyaan Leonard dengan tenang.
"Leonard, tenang saja. Aku pasti akan menyembuhkan ibumu."
"Ya. Aku sama sekali nggak khawatir."
Leonard meraih mantel panjang dari dalam kotak penyimpanan di belakang, lalu dengan lembut menyelimutkannya di bahu Felicia. "Guru mengantuk? Mau istirahat sebentar?"
"Menatap layar terus-menerus di perjalanan nggak baik buat mata, bisa bikin pusing juga."
Sambil berbicara, Leonard mengulurkan tangan dan mulai memijat pelipis Felicia.
Damian yang

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda