Bab 425 Sayang, Jangan Dekat-Dekat Ibu
Setelah Oliver selesai berbicara, Damian tidak bisa menahan tangisnya. "Ayah, maafkan aku. Aku sudah mengecewakanmu."
Detik berikutnya, Damian langsung berdiri dan berlutut di depan Oliver.
"Aku anak yang nggak berbakti. Selama ini, aku nggak memenuhi kewajibanku sebagai anak dan aku juga gagal menjalankan tanggung jawabku sebagai ayah."
Damian menangis tersedu-sedu dan membenturkan kepalanya ke lantai di depan Oliver.
"Laki-laki itu harus kuat, nggak boleh sembarangan berlutut. Kamu boleh berdarah atau berkeringat, tapi kamu nggak boleh menangis," ujar Oliver sambil membungkuk dan membantu Damian berdiri. "Ayo ganti baju, lalu temani aku dan anakmu makan."
"Ya, Ayah."
Damian masih terisak saat dibantu berdiri. Dia memeluk ayahnya erat-erat. Setelah bertahun-tahun terpisah, ayahnya telah menua dan Leonard sudah tumbuh dewasa. Damian telah melewatkan begitu banyak waktu yang seharusnya bisa mereka habiskan bersama.
Dia telah mengecewakan ayah, anak, dan istrinya.
Bahkan sampai sekarang,

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda