Bab 424 Oliver Datang
Saat emosi Alice mulai tak terkendali, Damian segera angkat bicara, berusaha menjaga ketenangan. "Guru Elim, Pak Leonard, apa kalian bisa menunggu di luar sebentar? Aku mau menenangkan istriku lebih dulu."
Melihat keadaan ini, Felicia memahami bahwa Alice masih butuh waktu untuk membuka hatinya. Dengan tatapan lembut, dia memberi isyarat halus kepada Leonard agar meninggalkan ruangan.
Di balik pintu yang tertutup, Damian menarik Alice ke dalam pelukannya dengan penuh kelembutan. "Alice, bagaimana kalau kita jujur saja sama Leonard?"
"Kamu ibu kandungnya. Dia nggak akan membencimu."
Damian mencoba meyakinkan istrinya agar tak lagi menyimpan ketakutan di dalam hatinya.
"Selama ini, kita selalu merindukannya. Ayah sudah membesarkan dia dengan penuh kasih sayang. Percayalah, dia nggak akan menjauh atau merasa takut padamu."
"Leonard juga pasti merindukan kita. Biarpun dia nggak banyak bicara, barusan kita bisa lihat betapa hormat dan berbaktinya dia."
"Alice, bagaimana kalau kita coba saja

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda