Bab 422 Kami Guru dan Murid
Felicia bersikap tegas dan sama sekali tidak mau mengalah. Di sisi lain, Leonard juga tidak mau mundur.
"Feli, aku janji, aku nggak akan mengganggu, tapi aku mau tetap di sini menemanimu."
"Kamu perempuan, sendirian. Mereka bertiga dan mungkin lebih banyak lagi. Kalau mereka berniat jahat dan aku terlalu jauh, aku nggak akan sempat menolongmu."
Leonard selalu mempertimbangkan kemungkinan terburuk. Kedua tuan rumah itu menutup tubuh mereka rapat-rapat dan tidak memperlihatkan wajah mereka.
Siapa yang tahu apakah mereka benar-benar ingin berobat atau punya maksud lain?
"Leonard, percaya sama aku, mereka bukan orang jahat."
Felicia berpikir sejenak, lalu melembutkan suaranya. "Lihat aku sekarang, aku seorang nenek tua. Buat apa mereka menculik nenek-nenek?"
"Lagian, kamu juga tahu kehebatanku. Orang biasa nggak bisa mengalahkan aku."
"Iya, tapi mereka bertiga. Kamu sendirian."
"Feli, kalau kamu kalah jumlah, jangan terlalu percaya diri sama kemampuanmu."
Leonard melirik ke arah Benny. "Ap

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda