Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 93

Hati Sheila terasa berat, seperti terus jatuh ke dasar, menunggu saat pedang besar vonis penolakan dari Pak Samuel jatuh. "Mm, nggak perlu berterima kasih. Nanti juga kamu harus terus bawa sudut pandang baru untukku, ya." Mata Sheila langsung berbinar. "Hmm?" Hati yang semula terjun ke dasar jurang, tiba-tiba memantul dan kembali berdebar. "Apa aku diterima? Pak Samuel, aku boleh magang di Klinik Herbal Sentosa?" Dia begitu gembira sampai tidak tahu harus berbuat apa. Dia berdiri lalu berjalan mondar-mandir di dalam kamar. "Hahaha ... " Pak Samuel ikut tertular emosinya dan tertawa terbahak-bahak. Saat masih muda, hasil satu ujian saja rasanya seperti perkara besar. Nanti saat menua baru menyadari bahwa itu hanyalah salah satu dari ribuan hari biasa sepanjang hidup. Saat tua baru terasa, hari-hari sudah begitu tenang dan datar. Kali ini, magang diatur dengan sangat baik oleh Ferdi. Ferdi memberi kesempatan bagi pria tua ini untuk berinteraksi dengan anak muda, juga bisa mendengar banya

Klik untuk menyalin tautan

Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik

Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.