Bab 65
Dia melangkah di bawah sinar bulan, berbelok menuju Paviliun Tirta.
Pemandangannya terlihat seperti hutan tersembunyi, suara aliran air yang tenang, dan bangunan kecil dengan lampu jingga redup.
Tirai penahan cahaya di lantai dua masih belum ditutup.
Tirai tipis berwarna putih memancarkan cahaya lembut, berbeda dengan cahaya di tempat lain.
Di bangunan kecil ini, cahaya itu tampak makin mencolok.
Sandy tersenyum tipis. Pasti ketiduran lagi dengan lampu baca menyala.
Masuk ke dalam, dia langsung naik ke lantai dua, berdiri di depan kamar.
Benar saja, di atas ranjang, seseorang tertidur dengan piama katun, tangannya masih menekan buku yang terbuka.
Selimutnya sudah terdorong ke ujung ranjang, kedua kakinya menindihnya.
Kakinya yang putih bersih terpapar udara, tanpa kaus kaki.
Dokter Indri bilang, suhu tubuh wanita hamil sedikit lebih tinggi. Jadi, meski musim hujan, tidak terlalu merasa kedinginan.
Bau alkohol di tubuhnya belum hilang, bercampur dengan aroma ruangan pesta, jadinya tidak

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda