Bab 57
Sandy terdiam cukup lama, juga tidak menunjukkan niat untuk pulang dan beristirahat.
Dia menyandarkan kepalanya ke dinding, matanya terpejam.
Sheila duduk di lorong, memperhatikan para perawat yang memeriksa setiap kamar pasien dan mengecek suhu tubuh.
Melihat petugas kebersihan mengepel lantai dan mensterilkan ruangan, lalu membuang puntung rokok dari asbak ke kantong sampah.
Juga melihat dokter dan perawat di departemen mulai berdatangan untuk bekerja.
Saat Sheila menyampaikan niatnya untuk mengurus kepulangan ibunya, Dokter Rani langsung memberi tahu dengan tegas.
"Setelah jam setengah sepuluh, kamu bisa ke lobi lantai satu untuk menyelesaikan pembayaran dan mengurus administrasi keluar rumah sakit."
Jelas semua orang sudah saling memahami dan memperkirakan kalau akhirnya akan sampai di titik ini.
Tony tinggal di Paviliun Harmoni. Saat bangun pagi, dia mendengar Pak Usman menambah jumlah orang untuk mengatur Paviliun Aruna. Saat itulah dia tahu apa yang terjadi tadi malam.
Dia mengg

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda