Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 17

Begitu Sheila kembali ke Graha Ferianto, dia memutar jalan menuju ke Paviliun Harmoni. Kakek Tony sedang melukis. Melihat kedatangan Sheila, Kakek Tony mengundang Sheila melihat lukisannya. "Bagaimana menurutmu? Lukisan Kakek bagus, 'kan?" Sambil memutari meja, Sheila mengamati lukisannya. "Kakek, aku nggak paham tentang lukisan, tapi menurutku lukisan Kakek sangat bagus. Setiap goresan dalam lukisan itu terlihat kokoh, mirip seperti tanaman bonsai yang berdiri kokoh di atas meja." Tony sudah banyak mendengar komentar tentang lukisannya dari orang lain, tetapi komentar dari Sheila yang paling unik. Tony setuju dengan perumpamaan yang dipakai Sheila. Kalau tidak, buat apa dia memilih bonsai sebagai pajangan di meja? "Lukisan ini menggambarkan apa pun tantangan di depan, kamu nggak boleh pantang menyerah dalam menjalani hidup." Sheila mengerti. Kakek Tony ingin memberitahunya bahwa apa pun yang terjadi, dia harus optimis dan pantang menyerah sampai tujuannya tercapai. "Kakek, aku akan me

Klik untuk menyalin tautan

Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik

Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.