Bab 52
Karen mengerucutkan bibirnya. Sepertinya Harvey sudah tahu apa yang terjadi padanya hari ini.
Dia menarik diri dari pelukan pria itu dan sorot mata Harvey menjadi serius saat menatap wanita cantik di depannya.
Suara dingin Karen terdengar tenang, "Tenang saja, aku nggak begitu lemah. Aku baru sadar melalui kejadian ini."
Dulu dia masih merindukan perhatian dan kasih sayang Herman.
Akan tetapi, mulai sekarang tidak lagi.
Tatapannya tertuju pada Karen. Bernard sudah memberi tahu Harvey rincian tentang apa yang terjadi.
Ketegarannya membuat orang sedih.
Kalau itu orang lain, takutnya langit sudah lama runtuh.
Saat ini Harvey tanpa sadar melembutkan nada suaranya. Dia menatap Karen dan menghiburnya dengan lembut, "Ini akan selalu menjadi rumahmu."
Saat ini.
Mata Karen tiba-tiba terasa panas dan ujung hidungnya terasa perih.
Hubungan keluarga yang sedarah lebih buruk daripada suami yang dinikahinya secara mendadak.
Karen tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Dia tiba-tiba melangkah maju un

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda