Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 1

"Aku setuju untuk menikah dengan Harvey." Di ruangan yang gelap, Karen Sunardi memberi tahu sahabatnya melalui telepon. Sahabat Karen termangu, juga merasa lega. "Kamu akhirnya mau putus dengan Charles? Selama bertahun-tahun kalian pacaran, Charles sama sekali nggak kepikiran untuk mengumumkan keberadaanmu, malah membiarkanmu dihujat oleh pengikutnya. Sudah kuduga kalian akan putus cepat atau lambat." Karen berujar dengan suara tenang, "Kamu benar." "Tapi ...." Sahabat Karen agak ragu. "Kenapa kalian tiba-tiba putus? Apakah Charles tahu kamu setuju dengan pernikahan politik itu? Apakah waktu mendaftar pernikahan sudah ditentukan?" "Sudah ditentukan," ucap Karen. "Aku akan mendaftar pernikahan besok." "Karen!" Tepat saat itu, pintu kamar dibuka. Charles Luminto yang jangkung tiba-tiba muncul. Wajahnya yang membuat beribu pengikutnya terkagum-kagum penuh dengan kesombongan. "Mendaftar pernikahan? Karen, kapan aku setuju untuk mendaftar pernikahan denganmu besok?" Karen mengakhiri panggilan telepon dengan sahabatnya. Lalu, Karen berbalik badan untuk menghadap Charles. Alih-alih memberi penjelasan, Karen bertanya, "Kenapa kamu ke sini?" "Bukankah kamu mengirim pesan teks itu untuk memaksaku datang?" tukas Charles dengan nada suara arogan sambil mengangkat ponselnya. "Sudah tiga bulan. Masih belum cukup bagimu?" Ponsel Charles menampilkan pesan teks yang Karen kirim padanya sore kemarin. "Charles, kalau kamu nggak muncul di kantor sipil jam 10 besok, kita putus." Tatapan mata Karen perlahan menjadi hampa ketika melihat pesan teks yang dia kirim itu. Kemudian, Charles berujar dengan suara dingin, "Karierku sedang dalam masa berkembang. Ada banyak film yang harus disyuting. Apa kamu tahu apa artinya kalau aku menikah saat ini?" "Aku tahu." Karen menyeringai. "Aku salah. Aku nggak akan ungkit soal menikah lagi." "Kamu ...." Charles terkejut karena mengira Karen akan mengambek lagi. Melihat wajah Karen pucat, hati Charles sedikit luluh. Suaranya juga menjadi lembut. "Baguslah kalau kamu tahu. Kita pasti akan menikah, tapi bukan sekarang. Lalu, jangan terlalu skeptis. Aku nggak ada apa-apa dengan Yuri." Karen tertawa mendengar itu. Jika tidak melihatnya secara langsung, Karen tidak akan percaya bahwa pacarnya yang fokus membangun karier akan bermesraan dengan Yuri tanpa takut pada kamera paparazi. Karen telah mencintai Charles selama sepuluh tahun. Karen selalu berada di sisinya dan menjadi pengikutnya. Saat Karen masih kecil, ayahnya berselingkuh. Ibu Karen yang sakit menderita depresi karena hal itu dan akhirnya meninggal. Tak lama setelah itu, ayah Karen menikahi wanita lain dan membawa pulang seorang adik perempuan untuk Karen. Sejak itu, Yuri Sunardi menjadi buah hati Keluarga Sunardi dan merebut segala sesuatu milik Karen. Sebaliknya, Karen mendapat berbagai penganiayaan. Kemunculan Charles-lah yang memberinya kehangatan. Karen memandang Charles sebagai penyelamat. Selama ini, Karen berpikir mereka akan hidup bersama selamanya. Alhasil, Yuri juga menyukai Charles. Charles sangat jijik terhadap usaha pendekatan Yuri. "Aku tahu betul bagaimana kalian merundung Karen. Aku akan selalu berada di pihak Karen. Menjauhlah dariku!" Karen terharu dan lega ketika mendengar itu. Yuri tumbuh dalam kemanjaan. Kasih sayang orang tua membuatnya sangat percaya diri. "Aku nggak peduli bagaimana kamu memandangku. Kamu idolaku, wajar kalau aku mengagumimu dan ingin dekat denganmu. Kalau aku mundur hanya karena beberapa omongan, aku nggak pantas menyukaimu!" Yuri tampak lemah gemulai, tetapi perkataannya spontan dan lugas. Yuri seperti kucing yang menggemaskan dan angkuh. Charles sampai terbengong. Charles menatap Yuri dengan ekspresi serius. "Mana bisa kamu sembarangan katakan suka?" Yuri mendongakkan dagunya dan mendengus. "Aku mengejar idolaku, bukan merusak hubunganmu dengan kakakku. Ada ribuan orang yang bisa katakan mereka menyukaimu, kenapa aku nggak boleh?" "Aku suka kamu!" Hati Karen langsung menegang. Bukan karena omongan Yuri, melainkan pemikiran Yuri yang absurd dan rasa cintanya. Charles tidak merasa hal itu salah. Ekspresinya yang serius bahkan menjadi lembut dan tersenyum tak tertahankan. Charles dan Yuri seperti tokoh utama dalam drama. Kejadian setelahnya pun membuktikan hal itu. Yuri mulai sering muncul di antara dia dan Charles. Yuri dan Charles mulai berteman. Kencan Karen dan Charles menjadi tiga orang. Karen yang tidak menyukai Yuri sejak dulu tentu jengkel dengan hal itu. Awalnya, Charles menghibur Karen. Charles mengatakan dia hanya memberi kesempatan pada penggemarnya untuk lebih dekat dengannya, hanya mengabulkan keinginan penggemar, dan akan segera mengusir Yuri. Namun, setelah berkali-kali, Yuri tidak kunjung diusir. Sebaliknya, Karen dan Charles makin menjauh. Charles menasihatinya, "Karen, jangan menyalahkan Yuri atas kesalahan orang tua kalian. Yuri polos dan lugu, berhati lembut, dan penakut. Yuri nggak salah apa-apa." Charles berucap, "Yuri nggak pernah menjelekkanmu. Kenapa kamu selalu menentang Yuri? Kalau kamu nggak senang, selesaikan masalahmu dengan ayahmu. Buat apa kamu menindas Yuri?" Karen merasa kecewa. Setelah itu, Karen dan Charles sering bertengkar. Charles juga makin sibuk. Awalnya, Charles akan meluangkan waktu untuk menemui Karen. Lalu, Charles jarang membalas pesan. Karen mengira Charles benar-benar sibuk. Akan tetapi, menurut staf-staf internal, Charles yang sangat sibuk malah sempat membawa Yuri bermain ke taman hiburan. Charles membawa Yuri ke perusahaan dan tempat syuting. Charles bahkan membelikan tas Hermes untuk Yuri. Tentu saja, Karen juga mendapat sebuah kotak hadiah dari Hermes. Begitu dibuka, isinya hanya aksesori. Karen telah menanyakan semua itu pada Charles. Charles menjawab dengan kesal bahwa dia hanya menunjukkan rasa terima kasih kepada penggemar dan meminta Karen untuk jangan terlalu perhitungan. Karen juga pernah berkompromi. Kemudian, Karen dikirimi foto ciuman Yuri dan Charles. Foto ciuman di tempat yang berbeda. Semua foto itu dikirim padanya oleh Yuri. Isi pesan Yuri sangat sombong, bukan lembut dan penakut seperti yang dikatakan oleh Charles: [Kakak, kamu bisa lihat sendiri! Kak Charles menyukaiku sekarang!] [Kamu nggak akan pernah disukai seperti aku!] Pada saat itu, Karen merasa dunianya hancur. Karen langsung menuntut Charles atas masalah itu. Kemudian, Charles mendiamkan Karen selama tiga bulan. Karen berpikir itu mungkin adalah salah paham. Charles mendiamkannya karena merasa dia bersikap tidak rasional. Karen ingin memberi dirinya satu kesempatan lagi. Mungkin ... masalah itu dapat dibicarakan secara jelas dan hubungan mereka dapat diperbaiki. Oleh karena itu, Karen mengumpulkan keberanian untuk mengirim pesan itu pada Charles. Tak lama setelahnya, Karen secara langsung melihat Yuri dan Charles bermesraan. Karen tertawa dengan lebih nyaring ketika memikirkan semua itu. Charles merasa ada yang aneh dengan tawa Karen. "Apa yang kamu tertawakan? Kamu masih marah? Sudah aku jelaskan, aku dan Yuri ...." "Aku percaya pada kalian." Karen memotong perkataan Charles dan menatapnya dengan kalem. "Tapi, apa yang aku katakan di pesan itu juga benar. Karena kamu nggak datang jam 10 pagi ini, kita putus."
Bab Sebelumnya
1/100Bab selanjutnya

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.