Bab 1573
Naomi tiba-tiba meningkatkan kekuatan cengkeramannya dan Madeline merasa seperti akan mati lemas saat itu juga.
Dia dulu sudah pernah mati sekali, jadi mana mungkin dia bisa membiarkan seseorang menindasnya lagi?
Madeline mengangkat kakinya dan tiba-tiba menendang perut Naomi.
"Aaah!"
Naomi lengah. Dia berteriak dan terjerembab ke lantai oleh tendangan Madeline.
"Uhuk, uhuk, uhuk."
Madeline terus menerus terbatuk-batuk. Meskipun merasa tidak nyaman dan dengan tangan terikat, dia melesat kencang ke pintu.
Naomi bertindak seolah-olah kerasukan iblis. Wanita itu jadi gila dan hendak membunuh seseorang, tapi Madeline tak bisa membiarkan dirinya cuma duduk di sana menunggu kematian mendatanginya.
Dia berlari keluar dari pondok kecil yang bobrok itu dan embusan angin sungai pun masuk, disertai dengan hujan musim dingin yang lembab. Dia bisa merasakan hawa dingin di tulang-tulangnya.
Madeline tidak tinggal diam dan terus berlari ke depan.
Angin dingin bertiup masuk. Madeline mengenakan masker
Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda