Bab 1643
Saat ini ponsel Serina berdering, memecah suasana hangat di bangsal.
Dia mengangkat ponsel dan melihat yang menelepon adalah sahabatnya, Adera.
"Serina, selamat atas kelahiran putrimu!" Suara Adera di ujung telepon penuh kegembiraan.
"Terima kasih Adera, sekarang bagaimana kabarmu di luar negeri?" Serina menjawab sambil tersenyum.
"Aku baik-baik saja. Barusan kudengar kabar kalau kamu melahirkan dan aku sangat ingin pulang untuk berkunjung. Sayangnya sekarang aku belum bisa kembali, tapi aku pasti kembali saat si kecil sudah satu bulan," kata Adera dengan serius.
"Benarkah? Baguslah! Saat kamu kembali, kita akan merayakan satu bulan Miriana bersama." Serina berkata dengan penuh semangat.
"Ya, aku juga ingin melihat Miriana dengan mataku sendiri." Adera berkata dengan penuh kerinduan di ujung telepon, "Nama Miriana bagus sekali, terdengar seperti seorang putri kecil."
Setelah mendengar ini, Serina pun tersenyum bangga, "Iya, seluruh keluarga kami menyukai nama ini. Miriana berarti kelak

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link