Bab 1489
Aldi berkata dengan datar, "Sebaiknya kamu jangan bicara omong kosong selama beberapa waktu ini, berdoalah agar dia cepat sadar."
"Kamu!"
Aldi mengabaikan Nando, lalu menatap Hendra dan berkata, "Pak Hendra, maaf telah merepotkanmu hari ini. Kamu bisa kembali lebih dulu, aku akan menghubungimu kalau mengalami masalah."
Hendra mengangguk dan berkata, "Baik, ini adalah kartu namaku. Tuan Aldi bisa menghubungiku kapan saja."
Aldi hendak pergi setelah Hendra pergi, tapi dihentikan oleh Nando.
"Aldi, jangan kira kamu sudah menang. Pemenangnya masih belum ditentukan sampai pamanku sadar."
Aldi merasa tantangan Nando sangat kekanak-kanakan.
"Nggak peduli bagaimanapun juga kamu cuma keponakannya, kamu nggak mungkin bisa jadi putra kandungnya."
Ucapan ini menusuk hati Nando yang membuatnya menatap Aldi dengan dingin.
Nando sangat berharap Aldi bisa menghilang dari dunia ini. Jika bukan karena Aldi, Basri pasti sudah memberikan Keluarga Stefon padanya.
"Memangnya kenapa kalau aku keponakannya? P
Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link