Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 522

Wajahku dan Ben berubah pucat. Merasa panik, kami langsung menendang pintu kamar dengan sekuat tenaga pada saat yang bersamaan. Akhirnya, pintu kamar terbuka hanya dengan sekali tendangan. Kami pun langsung menghambur masuk karena cemas dengan Clara. Ranjang dengan seprei putih bersih itu kini bercorak kemerahan, ternoda oleh darah segar. Di atasnya ada Clara yang terbaring lemas dengan tangan terlentang. Pergelangan tangannya tersayat dan lukanya tampak dalam. Wajahnya pucat pasi akibat kehilangan banyak darah. Bukan hanya itu, kelopak bunga mawar merah ditebarkan memenuhi hampir seluruh tempat tidur, menambah kesan ngeri sekaligus misterius yang membuat orang merinding. "Orang itu mengejekku! Dia meremehkanku, sialan!" Keheningan yang mencekam ini pecah saat si pembunuh berteriak histeris sambil berlari keluar dari kamar. Aku dan Ben tidak punya waktu untuk meladeni psikopat gila itu, jadi kami bergegas mendekati kasur untuk memeriksa keadaan Clara. "Dia kehilangan banyak darah. Deny

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.