Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 5

Meskipun Michael sering berada di luar, kalangan orang kaya sudah hampir lupa akan dirinya. Meskipun begitu, sikap dan cara bicaranya yang anggun itu mampu menarik perhatian orang-orang yang suka bergosip dengan cepat. Semua orang juga memiliki kesan baik terhadapnya. "Bu Dena dan Pak Michael benar-benar pasangan yang serasi, ya. Kalian pasti sudah menikah cukup lama, anak kalian saja sudah sebesar ini." Wajah Dena tampak agak merona, dia sama sekali tidak membantah. Clayton juga berusaha keras untuk membantu dengan terus memanggil Michael "ayah". Alex merasa sakit hati dengan apa yang dia lihat ini untuk sesaat, tetapi ekspresi tenangnya segera kembali. Untuk apa juga dia marah? Dia hanyalah mainan yang Tanya beli untuk menyenangkan hati Dena. Dia tidak lebih hanyalah alat untuk mengembangkan gen keluarga Halim. Kontrak sudah berakhir dan transaksi jual-beli pun selesai. Semua ini sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Alex. Sementara itu, di dalam restoran. Michael secara kebetulan menatap sosok Alex di luar jendela sana, jadi dia sengaja menyodorkan sepotong steik ke bibir Dena dengan lembut. "Dena, makasih banyak sudah membantuku pindahan hari ini. Maaf jadi merepotkanmu." "Nggak kok, urusanmu 'kan urusanku juga." Dena balas tersenyum kecil, lalu membuka mulutnya. Michael yang sedang memegang garpu itu bergerak makin lama makin dekat hingga wajahnya nyaris bersentuhan dengan wajah Dena. Gerakannya ini sangat menjurus. Kerumunan orang yang menonton pun mulai bersorak, "Aduh, romantisnya! Aku ini lagi nonton sinetron, ya?" "Cium! Cium!" "Ibu, ayo kalian cepat berciuman!" goda Clayton pula dengan jahil. "Aku sudah nggak sabar!" "Hei, perhatikan ucapanmu! Ini di depan umum!" Dena langsung menegur saking malunya. Namun, Michael justru makin bersemangat. Dia langsung memegang rambut Dena dan menciumnya. Dena awalnya masih ragu, tetapi seiring dengan posisi Michael yang makin mendekat, Dena pun perlahan menyerah dan akhirnya memejamkan matanya untuk menikmati. Alex yang berada di luar jendela sana hanya tertawa mencibir di dalam hati sembari menyaksikan adegan memalukan ini. Ternyata direktur wanita satu ini bukannya selalu dingin dan acuh tak acuh, dia hanya tidak tertarik dengan pria lain. Alex tidak sudi berlama-lama di sini, jadi dia menyerahkan kunci mobil Michael kepada seorang pelayan dan langsung berjalan pergi. "Bu Dena, tadi ada seorang pria yang datang mengantarkan kunci mobil." Pelayan itu mendekati Dena dan Michael yang masih berpelukan, ekspresi kedua orang itu terlihat sangat bahagia. Dena refleks menoleh ke arah pintu. "Eh? Apa Alex barusan kembali?" Michael sontak merasa cemburu dengan Dena yang sepertinya sangat memedulikan Alex. Dia pun sontak berpura-pura terkejut. "Aduh, gawat! Yang tadi itu 'kan hanya bercanda! Pak Alex marah nggak, ya?" "Nggak usah pedulikan dia, Paman Michael, dia itu cuma pembantu." Clayton langsung menyahut sambil mencibir, "Lagian, Paman dan Ibu 'kan sudah pernah pacaran. Apalah artinya ciuman sekali." "Clayton, jangan bicara sembarangan." Dena menyela putranya dengan ekspresi yang sedikit berubah, lalu segera mengambil tasnya dan mengejar Alex keluar. Di trotoar yang dingin. Dena berlari kecil sambil memanggil Alex yang hendak pergi menggunakan taksi.

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.