Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 1

"Alex, kalau kamu mau bercerai dengan Dena, kamu harus mengembalikan semua harta dan saham senilai 20 miliar itu. Kamu harus pergi tanpa membawa apa-apa." "Oke." "Kamu juga nggak akan mendapatkan hak asuh anak. Kamu nggak boleh menemui istri dan anakmu lagi selamanya. Kamu setuju?" "Iya." Alex Subrata menjawab dengan tegas dan acuh tak acuh, "Bibi, kontraknya sudah berakhir. Sekarang sudah ada yang akan mengurus Dena dan anak kami, jadi saatnya aku pergi." Tanya Andara yang berada di ujung telepon sana terdiam lama, tetapi akhirnya menghela napas panjang. "Karena kamu sudah mantap untuk pergi, sesuai kesepakatan, aku akan mengirimmu ke Weyna untuk melanjutkan studimu. Prosesnya akan memakan waktu kira-kira satu minggu." "Soal perceraian kalian, kamu beritahukan sendiri ke Dena." "Terima kasih, Bibi." Alex pun menutup telepon, lalu mengeluarkan sebuah foto. Ada tiga orang di dalam foto itu. Si wanita, Dena Halim, terlihat sangat bahagia. Senyumannya begitu lebar dan cerah. Putra mereka, Clayton Halim, tampak sedang menari dan melompat dengan gembira sambil memegang mainan. Ironisnya, sosok pria dalam foto ini bukanlah Alex, melainkan sahabat masa kecil Dena, Michael Tanudja. Michael dan Dena sama-sama berasal dari keluarga kaya. Mereka sudah saling mengenal sejak kecil, bahkan mereka adalah cinta pertama satu sama lain. Namun, sewaktu mereka berusia 20 tahun, Michael menikah dengan wanita lain di luar negeri. Dena nyaris gila setelah tahu soal kabar itu. Setiap harinya dia hanya sibuk menangis. Jiwanya seolah-olah tersedot keluar. Agar semangat hidup putrinya bangkit kembali, Tanya akhirnya bertemu dengan Alex yang sangat membutuhkan uang. Tanya membeli 10 tahun kehidupan Alex senilai 10 miliar untuk membantu Dena kembali ke jalan yang benar. Sejak saat itu, Dena memiliki seorang pendamping yang gila. Alex memiliki wajah yang tampan, pria itu juga merupakan lulusan jurusan seni dari Universitas Jaya. Alex sangat berbakat dan sedang berada di puncak kejayaannya. Setiap kali Dena merasa sedih, Alex pasti memainkan lagu untuk istrinya itu. Dena sering sakit dan setiap kali sakit, Alex pasti akan begadang mengurus istrinya dengan penuh perhatian. Dena lama-lama terbiasa dengan kehadiran pengasuh pria satu itu, tetapi dia tetap menolak menikah dengan Alex. Hingga akhirnya pada suatu malam, para tuan muda dari keluarga kaya di penjuru negeri bertaruh siapa yang sanggup minum paling banyak. Demi membereskan masalah keuangan yang sedang Dena alami, Alex terus menenggak alkohol sampai dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri karena mengalami pendarahan lambung. Itulah kali pertama Dena menangisi Alex. "Alex, aku mau menikah denganmu. Aku yakin kehidupan rumah tangga kita akan bahagia ... " Alex baru tahu setelahnya bahwa hari itu bertepatan dengan hari pernikahan Michael. Foto Michael yang mencium istrinya beredar di mana-mana. Meskipun begitu, Alex tidak putus asa. Dia justru menjalankan kontraknya dengan lebih serius dan akhirnya menjadi menantu keluarga Halim. Setelah delapan tahun menikah, usaha tulus Alex dan Dena akhirnya berbuah baik. Mereka dikaruniai seorang putra yang diberikan nama Clayton Halim. Alex pikir kehidupan rumah tangganya akan berjalan dengan baik, tetapi akhir-akhir ini terjadi perubahan mendadak di keluarga Tanudja. Michael kembali ke tanah air setelah bercerai. Hari itu, Dena menempuh jarak sejauh 200 km ke bandara demi menjemput Michael. Dia juga mengadakan pesta penyambutan kepulangan Michael dengan sangat megah, bahkan menghadiahi Michael dengan mobil dan jam tangan mewah senilai puluhan miliar. Cinta lama di antara Dena dan Michael pun perlahan bersemi kembali, mereka makin sering berhubungan. Agar bisa mengenyahkan Michael dengan lebih cepat, Michael bahkan sampai menjelek-jelekkan Alex di hadapan Clayton dan mendekatkan diri dengan putra Alex itu. Pada akhirnya, putra Alex yang dingin dan sombong itu malah memanggil Michael dengan sebutan ayah. Istri Alex yang bahkan tidak pernah menyentuh dapur itu juga rela membuatkan camilan untuk Michael. Alex akhirnya menyadari bahwa dia sudah kehilangan posisi di keluarganya sendiri. Namun, semua itu tidak penting lagi. Karena satu minggu lagi, Alex bisa keluar dari tempat yang sudah mengurungnya selama sepuluh tahun ini demi mencapai cita-citanya di bidang musik yang lebih tinggi. Alex sudah menyiapkan surat cerai dan sedang menunggu kepulangan anak-istrinya dengan tenang. Setengah jam kemudian, pintu vila pun dibuka dari luar.
Previous Chapter
1/21Next Chapter

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.