Bab 98
Linda memesan minuman yang enak dan kembali, sementara para pelayan mulai menghidangkan makanan satu per satu.
Sebenarnya, Linda ingin bercerita tentang betapa dulu dia sangat membenci pria yang menikah dengan Sheila.
Namun, melihat wajah murung Sheila, yang bahkan lebih sedih daripada saat nilainya dulu tidak memenuhi harapan, jelas Sheila tidak ingin membicarakan soal sang presdir.
Linda menarik kembali semua kata-kata soal "tidak akan punya keturunan" dan sejenisnya.
Itu juga anak Sheila, bayinya harus sehat dan menggemaskan.
Linda berpikir, kalau tidak bisa membahas soal Pak Sandy, mungkin mereka bisa bicara soal rumah saja.
"Aku sudah lapor ke Bu Gina. Mereka hitung-hitung uang keluarga, kami berencana beli rumah di Jayantara."
"Kamu suka rumah di daerah mana?"
Soal Linda memenangkan hadiah utama semalam terjadi terlalu mendadak
Tadi malam mereka hanya sibuk bersenang-senang, belum sempat bicara soal rumah.
Bahkan sebelumnya, dia dan Linda tidak pernah terpikir untuk beli rumah.
K

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link