Bab 91
Sheila duduk di sofa dengan wajah cemberut, membolak-balik komik yang baru dibelinya.
Namun, isinya sama sekali tidak masuk ke dalam pikirannya.
Dari tangga terdengar suara langkah kaki, dan dari ritme langkahnya, jelas itu Sandy.
Hmph! Menyebalkan.
Sheila menggeser tubuhnya, duduk membelakangi pintu. Dia tidak mau melihat wajah Sandy.
Setelah menari, tiba-tiba Sandy sangat merindukan Sheila.
Akhir-akhir ini dia sibuk dengan pekerjaan akhir tahun, sampai-sampai tidak sempat mengobrol dengan Sheila atau membacakan cerita sebelum tidur.
Saat menghadapi para pemimpin senior yang bersulang bergantian, dia mencari alasan bahwa masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan langsung pergi.
"Aku pulang," katanya dengan riang.
Orang di sofa tetap diam, bahkan tidak meliriknya sedikit pun.
Suasana ini jelas tidak benar.
"Kenapa?" Dia berjongkok di sebelah Sheila, tangannya secara alami diletakkan di atas kakinya.
Sheila mengangkat kakinya, menepis tangan yang menyebalkan itu.
Sandy bingung, ap

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link