Bab 84
Resume yang disiapkan dengan cermat oleh Sheila tidak dibaca sama sekali. Pak Samuel mendorongnya ke samping, dibiarkan begitu saja.
"Apa kamu punya pertanyaan?"
Sheila tertegun. Bukankah dia yang seharusnya ditanya dalam wawancara?
Karena kejadian ini begitu tiba-tiba, dia langsung mengungkapkan pertanyaan pertamanya, "Pak Samuel, kenapa Bapak nggak melihat resumeku?"
"Fakta bahwa kamu bisa duduk di sini dan berbicara denganku berarti ujian di kampusmu sudah menyaring putaran pertama untukku."
Sheila mengangguk tanpa berkomentar.
Tidak ada yang memiliki pengalaman magang di garis depan, sehingga perbedaan dalam kemampuan belajar dan akumulasi pengalaman tidak terlalu besar.
"Apa aku berkesempatan mendapatkan kesempatan magang kali ini?"
Sudut bibir Samuel membentuk senyum puas. Seperti yang dikatakan Ferdi, Sheila memang seseorang yang punya tujuan jelas dan langsung.
Baru mulai sudah menanyakan hasil kepadanya. Sheila adalah yang pertama melakukan itu. Berani juga.
"Sejauh ini, kamu

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link