Bab 80
Mobil Sandy berhenti di depan mereka berdua.
"Kamu sudah pulang."
"Kak Sandy."
Tatapan dingin Sandy jatuh pada wajah Ferdi. "Bagaimana keadaan Ibu hari ini?"
"Secara keseluruhan, lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja, obat yang dikonsumsi bukan hanya memperkuat tubuh, tapi juga membuat racun lebih aktif. Aku akan berdiskusi dengan Ayah dan Kakek begitu aku pulang. Obatnya akan dikirim besok."
"Baik, hati-hati di jalan."
Siapa pun bisa melihat betapa dinginnya Sandy.
Setelah mengantar kepergian mobil Ferdi dari Graha Ferianto, barulah mereka berdua pergi bersama.
"Pak Sandy, kok kamu pulang begitu awal?"
Sandy mengabaikan pertanyaannya dan berjalan cepat di depan, seolah-olah kakinya melaju di atas roda angin dan api.
"Pak Sandy, apa ada sesuatu yang membuatmu kesal?"
Sheila berjalan di belakang, terus mengoceh.
"Mau makan kue kecil? Aku dan Bu Citra bikin tadi siang. Makan yang manis-manis bisa perbaiki suasana hati."
Sandy menjawab dengan dingin, "Terlalu banyak makanan manis bisa me

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link